Dokter Turki Rawat Pasien Irak Secara Sukarela

0
68

BERITATURKI.COM, Istanbul – Enam dokter Turki secara sukarela melakukan operasi pada pasien Irak yang sakit parah di kota Kirkuk. Mereka juga menyampaikan pengalamannya kepada rekan-rekan mereka di negara itu. Hal tersebut dilakukan dalam rangka proyek bersama antara asosiasi Irak, Universitas Kirkuk dan otoritas lokal.

Profesor dari Gazi, Yıldırım Beyazıt, Necmettin Erbakan dan universitas Selçuk di Turki mengkhususkan diri dalam berbagai cabang kedokteran, dari ginekologi hingga bedah umum, bedah mata dan penyakit kardiovaskular didampingi oleh petugas kesehatan dari Turki. Mereka melakukan operasi pada 30 pasien Irak yang menderita masalah kesehatan vital di rumah sakit di kota Irak utara ini.

Selama seminggu, mereka ditemani oleh rekan dokter di Irak yang menyaksikan dan melakukan operasi bersama mereka. Dokter Turki tersebut turut berbagi pengalaman mereka dalam serangkaian konferensi kepada para profesional perawatan kesehatan di Kirkuk selama seminggu dan juga mengunjungi kamp-kamp pengungsi di sana.

Aydın Beyatlı, yang mengepalai asosiasi Irak dan mengorganisir proyek tersebut serta federasi dari asosiasi Turkmenistan Irak, mengatakan kepada bahwa dokter Irak telah mendapatkan manfaat dari pengalaman dokter Turki. Hal tersebut ditunjukkan dengan ikut sertanya 187 dokter Irak untuk menjalani pelatihan di Turki dengan bantuan asosiasi mereka.

“Ada banyak permintaan untuk pelatihan. Jadi, kami memutuskan lebih baik untuk menjamu dokter Turki di sini. Mereka berbicara di konferensi medis, melakukan operasi dan memberi tahu rekan-rekan mereka tentang teknik operasi. Dokter Irak sangat senang berbagi pengalaman , terutama untuk melihat kemajuan dalam kedokteran,”kata Beyatli.

Meskipun Irak pernah membanggakan pendidikan medis berkualitas tinggi di masa lalu, beberapa perang sejak tahun 1980-an, konflik sektarian, sanksi oleh negara-negara lain dan masalah ekonomi selanjutnya turut berpengaruh pada pendidikan kedokteran, sementara para profesional kesehatan yang berjuang untuk mendapatkan penghasilan di negara itu mulai meninggalkan Irak karena tantangan keuangan dan keamanan.

Beyatli mengatakan bahwa kesehatan adalah masalah paling penting setelah keamanan di Irak dan kasus yang paling umum adalah penyakit kronis, kanker dan cedera yang berasal dari pemboman dan serangan bersenjata.

“Kami memilih 30 pasien pada tiga bulan lalu, berdasarkan pada tahap kritis penyakit dan mereka yang membutuhkan operasi rumit. Dokter Turki membantu mereka untuk pulih. Selain itu, mereka membantu dokter Irak melakukan operasi kritis untuk kepentingan di masa depan. Ini sama halnya seperti kesempatan magang bagi mereka dan sangat bermanfaat,” tambahnya.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here