Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki Menyelenggarakan “Pameran Diplomat Syuhada” di New York

0
11

BERITATURKI.COM, New York – Kepala Direktorat Komunikasi Kepresidenan Fahrettin Altun mengatakan bahwa mereka menyelenggarakan “Pameran Diplomat Syuhada” di New York pada hari Kamis (20/05/2021) waktu setempat. Pameran ini diselenggarakan untuk mengenang para diplomat Turki yang syahid dibunuh oleh gerakan terorisme Armenia.

Dalam akun Twitter-nya, Altun mengatakan: “Pameran Diplomat Syuhada ini kami persembahkan untuk para diplomat kami dan keluarga mereka yang gugur akibat serangan yang digencarkan oleh organisasi terorisme Armenia, Program diselenggarakan oleh Direktorat Komunikasi Kepresidenan kita di New York hari ini, setelah sebelumnya sempat diselenggarakan di Los Angeles, Istanbul dan Washington.”

Pada saat pembukaan kegiatan pameran, Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu juga turut hadir dan berbicara sepatah dua patah kata di depan para hadirin. Dalam pidatonya, Çavuşoğlu berterima kasih kepada Direktorat Komunikasi Kepresidenan dan Presiden Fahrettin Altun atas pameran yang mereka selenggarakan di Los Angeles, Washington dan New York.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu

Çavuşoğlu mengingatkan bahwa 58 warga Turki, 31 di antaranya diplomat, telah gugur sebagai syuhada akibat serangan yang digencarkan oleh organisasi terorisme Armenia seperti ASALA dan JCAĞ antara tahun 1973 dan 1984, Çavuşoğlu juga berkata, “Pada kesempatan ini, kita ingin mengenang jasa para syuhada yang telah meninggalkan kita, dan kita akan terus bekerja untuk menjadi layak lagi bagi semua para syuhada kita.”

Dengan menekankan bahwa pentingnya pameran ini, Çavuşoğlu berkata: “Saya berpikir bahwa program ini dapat memberikan kontribusi penting untuk meningkatkan kesadaran publik Amerika tentang fakta, terutama pada saat peristiwa 1915 didistorsi untuk tujuan politik populer. Saya ingin para politisi yang menilai bahwa peristiwa 1915 sebagai “genosida” dengan pendekatan politik populer agar kembali melihat fakta yang sebenarnya terjadi. Kita melihat bahwa tindakan dan ekspresi mereka yang datang untuk membela Armenia dengan wacana hukum internasional dan hak asasi manusia tersebut bertentangan dengan fakta yang ada di lapangan.”

Pada kesempatan ini Çavuşoğlu juga mengkritik pembebasan seorang teroris Armenia bernama Hampig Sasunyan, yang telah membunuh seorang Konsulat Jenderal Kemal Arıkan di Los Angeles pada tahun 1982, “Di satu sisi, mereka mencoba untuk melindungi hak asasi manusia, supremasi hukum dan memberantas terorisme, di sisi lain, teroris bernama Sasunyan dibebaskan sebelum hukumannya selesai.” ungkapnya.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here