Diplomat Tinggi Azerbaijan dan Armenia Bertemu di Jenewa

0
22

Difasilitasi oleh Menlu Rusia Sergei Lavrov, pertemuan itu juga dihadiri para diplomat senior san diplomat tinggi lainnya dari kelompok organisasi dan pimpinan OSCE-MINSK.

BERITATURKI.COM, Geneva- Dua Menteri Luar Negeri (Menlu) dari negeri yang sedang berkonflik yakni Menteri luar negeri Armenia dan Azerbaijan tiba di Jenewa untuk melakukan pembicaraan pada Jumat guna menyelesaikan konflik di wilayah pendudukan Nagorno-Karabakh, tempat ratusan orang tewas dalam lebih dari sebulan pertempuran.

Para menteri bertemu dengan utusan dari Prancis, Rusia dan Amerika Serikat, ketua bersama dari OSCE Minsk Group yang ditugaskan untuk menyelesaikan konflik yang telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Kementerian luar negeri Armenia dan Azerbaijan sama-sama memastikan bahwa menteri masing-masing telah tiba di Jenewa.

Kelompok hak asasi manusia menyerukan penghentian segera penggunaan senjata terlarang setelah mengkonfirmasi penggunaan munisi tandan oleh Armenia dalam serangan ke kota Barda di Azerbaijan.

Pertempuran terburuk di Kaukasus Selatan selama lebih dari 25 tahun telah menimbulkan kekhawatiran akan perang yang lebih luas yang dapat menyedot di Rusia dan Turki, sekutu Azerbaijan. Hal ini juga mengancam jaringan pipa yang membawa minyak dan gas dari Azerbaijan ke pasar dunia.https://secureframe.doubleclick.net/container.html?ecs=20201031

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Kamis bahwa Turki, yang menuntut peran yang lebih besar, harus berada di antara negara-negara yang terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri pertempuran.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, berbicara kepada wartawan Jumat, mengatakan pasukan penjaga perdamaian akan memasuki zona konflik hanya dengan persetujuan Armenia dan Azerbaijan.

Nagorno-Karabakh diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi dihuni dan dikendalikan oleh etnis Armenia. Sekitar 30.000 orang tewas dalam perang 1991-94 di wilayah tersebut.

Armenia, seperti Azerbaijan, menganggap wilayah itu sebagai bagian dari tanah air bersejarahnya dan mengatakan penduduk di sana membutuhkan perlindungannya. Azerbaijan menolak solusi apa pun yang akan membuat orang Armenia mengendalikan daerah kantong itu.

Tiga gencatan senjata gagal menghentikan pertempuran terbaru, yang terakhir ditengahi di Washington Minggu lalu oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Menegaskan partisipasinya dalam pembicaraan, misi AS di Jenewa mengatakan Amerika Serikat “terus menyerukan kepada Armenia dan Azerbaijan untuk berhenti menargetkan wilayah sipil dan untuk melaksanakan komitmen yang telah disepakati untuk gencatan senjata.”

Sumber: Daily_Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here