Dikarenakan Pandemi Konferensi Kerjasama AS-Turki Dilakukan Secara Virtual

0
14

Konferensi Amerika-Turki ke-38 tahun 2020 difokuskan pada industri pertahanan, ekonomi digital, konstruksi, energi, infrastruktur.

Perusahaan Turki, AS untuk bertemu hampir dalam bayang-bayang virus
Meski masih dilanda Pandemi, Kerjasama AS-Turki semakin meningkat sebagaima laporan dari lembaga kerja sama Turki-AS (TAIK)


BERITATURKI.COM, Washington_DC|Ankara- Konferensi Kerjasama Amerika-Turki yang ke-38 akan membahas hubungan ekonomi, perdagangan, dan strategis bilateral ketika para peserta akan bertemu pada 21-24 September, namun dikarenakan pandemi virus korona masih tinggi pertemuan akan diubah dalam bentuk pertemuan virtual.

Acara ini diselenggarakan dengan kerjasama antara Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Turki (DEIK), Turki-Dewan Bisnis AS (TAIK) dan Kamar Dagang (Commerce of Chamber) AS.

Khush Choksy, Wakil Presiden Senior Kamar Dagang AS untuk Urusan Timur Tengah, Turki dan Asia Tengah, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa konferensi tersebut akan fokus pada sektor-sektor utama yang akan mendukung pemulihan ekonomi AS-Turki pasca-COVID dan berkontribusi pada tujuan perdagangan bilateral senilai 100 miliar dolar, dari sebelumnya hanya 75 miliar dolar ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump memulainya Juni lalu.

Choksy mengatakan acara tersebut akan menandai konferensi virtual pertama dari jenisnya, dan yang pertama setelah integrasi Dewan Amerika-Turki (ATC) ke dalam Dewan awal bulan ini.

Memperhatikan bahwa volume perdagangan bilateral mencapai 25 miliar dollar, termasuk layanan, Choksy mengatakan meskipun ada dampak COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, angka pada paruh pertama tahun 2020 naik 6% berkat sektor energi dan penerbangan.

Volume perdagangan antara kedua negara mencapai 9,8 miliar dolar pada Januari-Juni, naik dari 9,2 pada periode yang sama tahun lalu, sebagaimana dilaporkan Institut Statistik Turki (TurkStat).

Pada tahun 2019, ekspor Turki ke AS mencapai 8,1 miliar dolar sementara impor sekitar Turki 11,2 miliar dolar, menurut TurkStat.

“Reformasi ekonomi dan bisnis yang signifikan dikombinasikan dengan konvergensi peraturan untuk lebih menyelaraskan ekonomi AS dan Turki dengan tren bisnis yang inovatif akan membuka pintu bagi perdagangan baru dan peluang investasi,” katanya. “Dalam hal ini, Kamar Dagang AS menyerukan kepada kedua pemerintah untuk meluncurkan dialog ekonomi dan komersial berkelanjutan yang berfokus pada tujuan-tujuan ini.”

Acara ini akan menunjukkan kekuatan hubungan komersial antara Turki dan AS dengan sektor dan industri strategis yang dipamerkan seperti energi dan keberlanjutan, kedirgantaraan dan pertahanan, manufaktur, konstruksi dan infrastruktur, ekonomi digital dan perawatan kesehatan.

Choksy mengatakan efek COVID-19 membutuhkan kerja sama ekonomi dan bisnis yang lebih dalam dan “masing-masing sektor yang disebutkan memainkan peran penting dalam mengamankan masa depan yang aman, sehat dan sejahtera bagi kedua negara.”

Ketua TAIK Mehmet Ali Yalcindağ mengatakan konferensi itu akan mempertemukan lebih dari 400 perwakilan dari sektor negara dan swasta, selain pejabat tinggi dan pembuat keputusan dari kedua pemerintah.

“Kami sangat bersemangat untuk memahkotai pengalaman yang telah kami peroleh dalam teknologi selama berbulan-bulan di bawah kondisi pandemi dengan pertemuan virtual Konferensi Amerika-Turki ke-38,” kata Yalcindag.

Dia mengatakan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Menteri Keuangan dan Keuangan Berat Albayrak, Menteri Perdagangan Ruhsar Pekcan, Menteri Pertahanan Hulusi Akar, Duta Besar Turki untuk AS Serdar Kilic dan Kepala Presidensi Industri Pertahanan Turki (SSB) Ismail Demir diharapkan hadir.

“Saya ingin menyampaikan keyakinan kami bahwa hubungan ekonomi, perdagangan dan strategis bilateral akan diperdalam dengan panel yang akan diadakan dengan fokus pada hubungan selama pandemi di sektor industri pertahanan, ekonomi digital, konstruksi, energi dan infrastruktur,” ujarnya.

Menunjuk arah positif perdagangan dan hubungan ekonomi meskipun terjadi pandemi, dia menambahkan: “Kami melihat peningkatan volume perdagangan bilateral dengan pemerintahan Trump. Namun, ada potensi yang jauh lebih besar.” Demikian laporan Yalcindağ./AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here