Diharapkan Adanya Kemajuan Besar Dalam Kunjungan Petinggi Eropa

0
23

Berbagai masalah kritis akan dibahas selama kunjungan pejabat tinggi UE ke Turki pada hari Selasa, besok.

BERITATURKI.COM, Ankara- Sejumlah masalah kritis, termasuk Mediterania Timur, Siprus, imigrasi, dan ekonomi, diperkirakan akan dibahas selama kunjungan para pemimpin Uni Eropa ke Turki hari Selasa.

Setelah KTT UE pada 25-26 Maret menetapkan sasaran tren positif dalam hubungan Turki-UE, Presiden Komisi UE Ursula Von der Leyen dan Presiden Dewan UE Charles Michel dijadwalkan berada di Turki untuk kunjungan resmi.

Dalam pertemuan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan pejabat lainnya, topik utama selama kunjungan termasuk kerja sama di bidang migran, memperbarui kesepakatan UE-Turki 2016 dan Serikat Bea Cukai 1995, liberalisasi visa, memulai kembali dialog tingkat tinggi antara UE dan Turki, serta Mediterania Timur dan Siprus.

Tahun baru, dorongan baru dalam hubungan Turki-UE

Menyusul deklarasi Erdogan baru-baru ini bahwa Turki tidak melihat masa depannya selain UE, upaya diplomatik untuk menempa pendekatan positif dalam hubungan diintensifkan.

Desember lalu, Erdogan dan Michel setuju untuk tetap membuka komunikasi bilateral.

Mulai Januari, Erdogan dan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan pejabat dan diplomat Uni Eropa dari negara-negara Uni Eropa.

KTT para pemimpin Uni Eropa

KTT para pemimpin Uni Eropa bulan Maret memutuskan untuk memperkuat kerja sama dengan Turki di bidang ekonomi, migrasi, dan hubungan orang-ke-orang. Selain itu, UE menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan hubungan Turki-UE secara bertahap, proporsional, dan dapat diubah.

Menyambut sikap baru Uni Eropa yang positif, Turki menekankan bahwa mereka mengharapkan untuk melihat langkah-langkah konkret dan konstruktif.

Beberapa topik hangat yang diharapkan dari kunjungan hari Selasa meliputi:

  • Kesepakatan Turki-UE 2016 tentang membendung arus migran gelap: Turki mendukung pembaruan kesepakatan dan mengharapkan UE untuk memenuhi kewajiban finansialnya berdasarkan kesepakatan,
  • Memperbarui Serikat Pabean: Serikat Pabean, yang membawa manfaat bagi kedua belah pihak, diharapkan untuk dibahas.
  • Liberalisasi visa: Turki mengharapkan UE untuk menepati janjinya berdasarkan kesepakatan 2016.

Turki juga telah menegaskan kembali bahwa mereka berkomitmen kuat untuk agenda reformasi yang diperlukan oleh proses aksesi dan mengharapkan UE untuk menunjukkan pendekatan yang tidak bias, konstruktif dan menghilangkan rintangan politik pada bab-bab negosiasi aksesi.

Sumber: Anadolu_Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here