Diam-diam Rusia Masih Tetap Kirim Tentara Bayaran Ke Libya.

0
80
Rusia, secara diam-diam kembali mengirimkan tentara bayarannya untuk mendukung pemberontak Haftar di Libya Timur.

Tentara bayaran yang dikirim ke Libya timur untuk memperjuangkan pasukan ilegal Haftar termasuk mantan anggota Daesh/ISIS

BERITATURKI.COM, Ankara | Anadolu Agency pada senin (06/07) kembali melaporkan pergerakan Rusia yang mengirimkan 300 tentara bayaran, termasuk mantan anggota Daesh/ISIS, dari wilayah di bawah kendali rezim Bashar Assad di Suriah timur untuk berperang bersama pasukan perang Khalifa Haftar di Libya timur. Hal ini sebagaimana dilaporkan intelijen Turki yang bekerja di lapangan.

Rusia, yang mendukung rezim Assad Suriah, terus memperkuat milisi Haftar dengan tentara bayaran dari Suriah.

Rusia mengirim milisi “Shabiha” yang berafiliasi dengan rezim Bashar al-Assad dari provinsi Deir ez-Zor Suriah dengan jumlah 300 orang serdadu, sebagian besar warga Suriah, dari kelompok asing yang didukung Iran – brigade Fatimiyyun, Zeynebiyyun dan Yerusalem – ke Libya, dan bayaran masing-masing 1.000-1.500 US Dolar setiap bulan.

Di antara serdadu baru ini, sebagian besar adalah orang-orang Iran dan juga yang berasal dari Afghanistan.

Para tentara bayaran dibawa ke tempat-tempat militer Rusia di provinsi Latakia, Suriah untuk pelatihan yang diperlukan sebelum bergabung dengan barisan Khalifa Haftar.

Di antara tentara bayaran baru yang dikirim oleh Rusia ke Libya, setidaknya ada delapan mantan anggota Daesh/ISIS yang telah kembali ke Deir ez-Zor dengan menandatangani “kompromi” dengan rezim dan kemudian bergabung dengan Brigade Yerusalem.

Menurut sumber terpercaya, mantan anggota Daesh/ISIS berasal dari kota Dablan, Deir ez-Zor dan mereka bertempur bersama kelompok teror selama hampir 2,5 tahun.

Diperkirakan bahwa jumlah tentara bayaran yang dikirim oleh Rusia untuk mendukung putchist Haftar dari berbagai provinsi di Suriah telah mendekati 2.000 orang serdadu sejauh ini.

Serdadu asing di jajaran Haftar termasuk tentara bayaran Rusia, milisi “Cancavid” yang dibawa dari Sudan, serta pemberontak bersenjata dari Chad./AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here