Di Pertemuan Tripartit, Menlu Rusia Lavrov Menyampaikan ‘Negosiasi adalah kunci’

BERITATURKI.COM, Antalya – Pertemuan dengan menteri luar negeri Ukraina pada Kamis menunjukkan tidak ada yang dapat menggantikan proses negosiasi, kata menteri luar negeri Rusia usai pertemuan tripartit dengan Ukraina dan Turki di Antalya, Turki.

Ini merupakan pertemuan tingkat tertinggi sejak perang dimulai dua pekan lalu.

Berbicara dalam konferensi pers setelah pembicaraan, Sergey Lavrov memperingatkan Barat agar tidak memberikan senjata kepada Ukraina dan mengklaim egara-negara yang melakukannya “telah menciptakan ancaman bagi diri mereka sendiri karena senjata itu tidak memiliki kendali atas penggunaannya.”

“Mitra-mitra asing, termasuk Uni Eropa, bertindak berbahaya ketika mereka mengirimkan senjata mematikan ke Ukraina,” kata Lavrov.

“Mereka yang mengirim senjata ke Ukraina, (atau) mendorong tentara bayaran, akan bertanggung jawab atas tindakan mereka.”

Tentang pemboman Rusia terhadap rumah sakit bersalin di Mariupol, Ukraina pada Rabu, Lavrov mengatakan, “Media Barat memutarbalikkan fakta tentang rumah bersalin yang dibom di Mariupol, karena tidak ada pasien di sana.”

Dia menambahkan bahwa Moskow memberikan bukti kepada PBB bahwa fasilitas itu digunakan oleh batalion Azov, milisi Ukraina yang dikaitkan Rusia dengan Nazisme.

Lavrov juga mengklaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyetujui pertemuan Kamis untuk “pamer”, bukan untuk benar-benar mengatasi masalah.

Dia menambahkan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menolak untuk mengadakan pertemuan dengan Zelenskyy dan banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan.

“Putin tidak pernah menghindari kontak. Kami hanya tidak ingin kontak ini terjadi (hanya) untuk kata-kata,” kata Lavrov.

Rusia tidak akan memulai “operasi militer” di Ukraina jika Barat tidak menolak proposal Moskow untuk jaminan keamanan, kata Lavrov.


‘Tidak ada perang nuklir’

“Barat menyerang Yugoslavia karena tidak menginginkan negara-negara besar di Balkan, dan hal yang sama mungkin berlaku untuk Rusia,” kata dia.

“Satu-satunya hal yang diinginkan Barat dari Ukraina adalah terus bekerja melawan Rusia,” klaimnya.

Lavrov juga mengatakan Moskow tidak pernah menggunakan minyak atau gas sebagai senjata.

Dia juga menuduh “krisis energi” diciptakan oleh pembicaraan terkait embargo penggunaan hidrokarbon Rusia.

Lavrov juga mengatakan bahwa dia tidak percaya dan tidak ingin percaya adanya kemungkinan perang nuklir.

Presiden Rusia Vladimir Putin menempatkan pasukan nuklir negaranya dalam siaga tinggi sejak perang di Ukraina dimulai pada 24 Februari yang telah memicu kekhawatiran baru akan konfrontasi nuklir.

Para menteri luar negeri Turki, Ukraina, dan Rusia bertemu pada Kamis dengan tujuan mencapai perdamaian karena perang telah memasuki minggu ketiga.

Pertemuan tripartit tingkat tinggi dimulai pada pukul 11.20 waktu setempat (0820GMT) di sela-sela Forum Diplomasi Antalya dan berlangsung selama lebih satu jam.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here