Dewan Turki Mengecam Pernyataan Kontroversial AS pada Peristiwa 1915

0
19

Sekretaris Jenderal Amreyev mengatakan distorsi sejarah dengan tujuan politik hanya akan menghasilkan polarisasi lebih lanjut.

BERITATURKI.COM, Ankara – Dewan Turki menyesalkan pernyataan Presiden AS Joe Biden tentang peristiwa tahun 1915, dengan mengatakan hal itu dapat merusak harapan kerjasama dan stabilitas kawasan.

“Saya sangat sedih dengan pernyataan Presiden AS mengenai peristiwa 1915, yang jelas mengandung motivasi politik dengan mengorbankan fakta sejarah dan merusak harapan kerja sama dan stabilitas di kawasan,” kata Sekretaris Jenderal Baghdad Amreyev dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Sabtu (25/04/2021).

Dia mengatakan studi yang “transparan dan adil” tentang peristiwa 1915 dibutuhkan, dengan hukum internasional dan dokumen yang relevan diterapkan, bukan pengadilan atau penghukuman negara dan rakyatnya oleh parlemen dan administrasi negara ketiga.

“Senjata atas tuduhan sejarah yang terdistorsi terhadap negara lain hanya bisa bermain di tangan mereka yang ingin mengipasi perasaan kebencian, balas dendam dan permusuhan di antara masyarakat,” katanya.

“Saat mengecam pernyataan Presiden AS, saya percaya bahwa distorsi sejarah dengan tujuan politik atau upaya untuk ‘menulis ulang sejarah’ dan penggunaannya untuk tekanan politik hanya akan menghasilkan polarisasi lebih lanjut di antara negara dan masyarakat yang akan menghambat perdamaian dan stabilitas di kawasan kita,” dia menambahkan.

Sabtu pagi, Biden menyebut peristiwa 1915 sebagai “genosida”, melanggar tradisi lama presiden Amerika yang menahan diri untuk tidak menggunakan istilah tersebut.

Amreyev juga memuji inisiatif Turki untuk membentuk komisi sejarah bersama untuk mempelajari peristiwa tahun 1915 dan membuka arsipnya sebagai pendekatan konstruktif yang “berani dan terpuji”.

Sikap Turki pada peristiwa 1915

Posisi Turki pada peristiwa 1915 adalah bahwa kematian orang-orang Armenia di Anatolia timur terjadi ketika beberapa pihak berpihak pada invasi Rusia dan memberontak melawan pasukan Ottoman. Relokasi orang Armenia berikutnya mengakibatkan banyak korban.

Turki keberatan dengan penyajian insiden ini sebagai “genosida”, menggambarkannya sebagai tragedi di mana kedua belah pihak menderita korban. Ankara telah berulang kali mengusulkan pembentukan komisi bersama sejarawan dari Turki dan Armenia serta pakar internasional untuk menangani masalah tersebut.

Pada tahun 2014, Perdana Menteri Erdogan menyampaikan belasungkawa kepada keturunan Armenia yang kehilangan nyawa dalam peristiwa tahun 1915.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here