Dewan Pendidikan Tinggi Turki (YÖK) Umumkan Penghapusan Batasan Kuota Mahasiswa Asing

0
60

BERITATURKI.COM, Istanbul- Menurut pernyataan yang dibuat oleh Dewan Pendidikan Tinggi, pihaknya telah mengambil keputusan baru terkait jumlah kuota bagi mahasiswa dari luar negara.

“Peraturan maksimum 50% kuota  mahasiswa  dari luar negara” telah dihapuskan. Peraturan baru ini berlaku untuk semua universitas baik universitas negeri maupun universitas waqaf.

Kuota mahasiswa akan diberlakukan untuk beberapa  program yaitu program kedokteran dan dokter gigi. Hal ini karena adanya kriteria khusus untuk program tersebut. Kuota pelajar  dari kedua program ini akan dibatasi hingga 50 persen dari kuota tahun sebelumnya sesuai dalam panduan YKS.

Dalam beberapa tahun terakhir permintaan paling banyak untuk kedua program tersebut berasal dari mahasiswa asing. Jumlah mahasiswa Turki lebih sedikit dari mahasiswa internasional. Hal ini membawa resiko kepada pelajar Turki dalam mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Namun, universitas, yang memenuhi persyaratan dan kriteria tertentu, akan dapat membuka kelas terpisah untuk siswa internasional dan menerima pelajar internasional dalam dua program  khusus tersebut. Kondisi dan kriteria khusus yaitu; ruang tertentu untuk magang dan praktek klinis, laboratorium dan peralatan yang diperlukan untuk kelasi  dan juga laporan audit dan sanksi juga akan diterapkan untuk penilaian. Kelas tambahan ini di universitas negeri dan waqaf  akan diaudit setidaknya setahun sekali.

Untuk program selain kedua program tersebut, kualitas pendidikan dan infrastruktur akan dievaluasi dan diaudit.

“Kami sangat mementingkan internasionalisasi”

Dalam keterangannya, Presiden Dewan Pendidikan Tinggi, Dr. Yekta Sarac, mengatakan bahwa mereka sangat mementingkan internasionalisasi pendidikan tinggi di negara ini..

Dewan Pendidikan Tinggi (YÖK) sejak  tahun 1982 hingga 2014 membuat  nota kesepahaman tentang kerja sama di bidang pendidikan tinggi dengan Menteri dan Dewan Pendidikan Tinggi.

“Jumlah perjanjian yang ditandatangani dalam empat tahun terakhir melebihi dua kali lipat dari jumlah tanda tangan yang ditandatangani dalam 32 tahun. Protokol-protokol ini adalah faktor terpenting dalam meningkatkan jumlah siswa yang datang ke negara kami”, ujar Sarac.

“Selain itu, setelah upaya kudeta berbahaya 15 Juli lalu, kepercayaan dan minat terhadap pendidikan tinggi Turki tidak berkurang. Ini adalah  hasil dari pertemuan intensif dengan para duta besar di negara kita, serta kunjungan negara dan pertemuan bilateral. Pada 4 tahun yang lalu, jumlah mahasiswa internasional di Turki yaitu 40 ribu, pada tahun ini telah mencapai 148 ribu “, ujarnya.

Saraç berkoordinasi dengan universitas dalam hal peningkatan mahasiswa internasional. Ia akan lebih meningkatkan kerjasama dalam upaya ini seperti mahasiswa baru, program pertukaran fakultas, pembaruan peraturan diploma bersama, jenis program beasiswa dan studi lain yang bertujuan untuk menarik siswa asing yang berkualitas. (twa)

Sumber : Haber7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here