Dewan Keamanan PBB Menyerukan Perdamaian di Afghanistan

0
12

BERITATURKI.COM, Kabul – Setelah memanasnya kondisi keamanan di Afghanistan, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyerukan penghentian segera konflik dan mengajak pembentukan pemerintah baru, yang bersatu dan inklusif melalui negosiasi.

Setelah Taliban menguasai Afghanistan beberapa waktu yang lalu, Dewan Keamanan PBB melakukan sidang dan mengeluarkan pernyataan bersama pada hari senin (16/8).

Pernyataan tersebut berisi seruan untuk segera mengakhiri konflik di Afghanistan. Pernyataan itu juga menyatakan bahwa pemerintah baru yang bersatu dan inklusif harus dibentuk melalui negosiasi dengan partisipasi setara antar semua orang termasuk kaum perempuan.

Dalam pernyataan itu, juga ditekankan bahwa keamanan semua warga Afghanistan dan warga asing disana juga harus dipastikan. Maka negosiasi harus segera dimulai untuk menyelesaikan krisis otoritas saat ini di negara itu dan untuk mencapai solusi damai di bawah pemerintahan Afghanistan yang sah.

Kekhawatiran tentang pelanggaran hak asasi manusia yang serius di Afghanistan juga diutarakan, maka semua pihak diminta untuk mematuhi norma dan standar internasional tentang hak asasi manusia untuk mengakhiri semua pelanggaran yang akan terjadi.

Pernyataan itu juga meminta semua pihak untuk memastikan akses yang aman dan tanpa hambatan ke PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya.

Pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa Afghanistan seharusnya tidak menjadi tempat yang digunakan untuk menyerang negara lain, dalam pernyataan itu tertulis, “Taliban maupun kelompok lain tidak boleh mendukung aksi terorisme yang mengancam keamanan wilayah negara lain.”

Proses Kekuasaan Taliban

Dalam kerangka kesepakatan damai yang dicapai antara AS dan Taliban pada Februari 2020, proses penarikan pasukan internasional dari Afghanistan telah dimulai sejak tahun ini.

Meskipun perjanjian tersebut menetapkan untuk tidak menyerang pasukan asing, namun tindakan penyerangan oleh Taliban terhadap pasukan keamanan Afghanistan tetap dilakukan.

Untuk melanjutkan negosiasi dengan pemerintah Afghanistan di Doha, Taliban secara bersamaan mendominasi banyak distrik dan pusat provinsi di Afghanistan dengan serangan yang digencarkan sejak Juni tahun ini.

Dengan mengepung ibu kota Kabul, Taliban berhasil menguasai kota ini tanpa kontak senjata setelah Presiden Ashraf Ghani meninggalkan negara ini beberapa waktu lalu.

Sumber : TRT Haber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here