Dewan Keamanan Nasional Turki Memilih Jalur Dialog dalam Konflik Mediterania Timur

0
33
Presiden Recep Tayyip Erdoğan memimpin pertemuan Dewan Keamanan Nasional (MGK) di Kompleks Kepresidenan, Ankara, Turki, 24 September 2020 (Foto AA)

BERITATURKI.COM, Ankara – Turki lebih memilih dialog tetapi berkomitmen untuk melindungi hak-haknya di Mediterania Timur, Dewan Keamanan Nasional (MGK) Turki mengatakan pada Kamis (24/09/2020).

MGK yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan bertemu di Ankara dan kemudian mengeluarkan pernyataan. “Turki lebih memilih dialog di setiap platform tentang distribusi sumber daya alam yang adil di daerah tersebut,” bunyi pernyataan tersebut

Dewan juga mendesak semua negara untuk bertindak dengan akal sehat dan sesuai dengan hukum internasional, termasuk “mereka yang mempersenjatai pulau-pulau yang didemiliterisasi secara legal,” mengacu pada langkah Yunani untuk mengirim pasukan dan instrumen militer lainnya ke Kastellorizo ​​(Megisti-Meis), serta pulau-pulau kecil di sekitar area tersebut.

Turki dan Yunani baru-baru ini sepakat untuk mengadakan pembicaraan eksplorasi di Mediterania Timur setelah ketegangan antara kedua negara melonjak menyusul perselisihan mengenai kegiatan eksplorasi energi di kawasan tersebut.

Yunani telah mempermasalahkan hak Turki untuk melakukan eksplorasi energi di kawasan itu, mencoba mengotak di wilayah maritim Turki yang berbasis di pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki.

Turki – negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania – telah mengirimkan kapal bor untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya, dengan mengatakan bahwa Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) memiliki hak atas sumber daya alam di wilayah tersebut.

Dewan juga menegaskan kembali dukungan kukuh Turki untuk stabilitas di Libya dan Suriah, menyerukan kepada semua negara dan badan internasional untuk bertindak melawan “mereka yang ingin merebut kebebasan dan sumber daya, dan pendukung mereka.”

Hal itu juga menegaskan bahwa perang Turki melawan terorisme – topik diskusi permanen dalam pertemuan MGK – akan terus berlanjut.

MGK menggarisbawahi bahwa Turki tidak akan mundur dari perangnya melawan teror. Mengatakan bahwa negara itu akan terus memerangi PKK/YPG dan teroris ISIS di Suriah, MGK mengatakan Turki tidak akan membiarkan PKK menemukan tempat yang aman di Irak utara juga.

Dewan juga membahas perjuangan melawan Gülenist Terror Group (FETÖ), kelompok di balik upaya kudeta Juli 2016 yang gagal, dan menekankan tekad dan komitmen negara dalam melindungi warganya dari ancaman yang ditimbulkan kelompok tersebut, baik di dalam maupun luar negeri.

Sumber : Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here