Dewan Eropa menyambut baik pencabutan kekuasaan darurat di Turki

0
56

Dewan Eropa pada hari Rabu(18/07) menyambut keputusan pemerintah Turki untuk mencabut keadaan darurat selama dua tahun. Kepada Anadolu Agency, Juru Bicara untuk Sekretaris Jenderal Dewan Eropa Daniel Holtgen mengatakan,“Ini adalah hal yang baik bahwa itu (aturan darurat) belum diperpanjang lagi dan akhirnya telah berakhir.”

Dewan Eropa juga menyadari bahwa rancangan undang-undang yang baru serta langkah-langkah lain merupakan bagian dari upaya Turki dalam perjuangan melawan teror, Holtgen mengingatkan bahwa semua undang-undang yang disiapkan dalam kerangka ini harus mematuhi Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia.

Holtgen juga mengatakan bahwa dalam hal ini Dewan Eropa siap memberikan semua dukungan yang diperlukan untuk Turki. Komisi Prosedur Investigasi Darurat Negara harus terus mengevaluasi aplikasi, ia mengatakan bahwa dengan cara ini, pertanyaan tersebut dapat ditinjau lebih cepat dan penilaian dapat dibuat lebih cepat.

Turki mengumumkan keadaan darurat untuk pertama kalinya pada 20 Juli 2016, menyusul upaya kudeta mematikan yang diatur oleh Kelompok Teroris Gülen (FETÖ) dan pemimpinnya di Amerika Serikat, Fetullah Gülen, yang menewaskan 250 orang dan melukai hampir 2.200 orang lainnya. Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga-lembaga Turki, terutama militer, polisi dan pengadilan.

Keadaan darurat diperpanjang sebanyak tujuh kali dalam dua tahun terakhir, tetapi kedaluwarsa pada 18 Juli 2018. Sementara Turki menunjukkan bahwa keadaan darurat diperlukan untuk menantang terorisme, negara itu menghadapi kritik dari beberapa negara Eropa, khususnya selama pemilihan presiden yang diadakan pada 24 Juni lalu. Pejabat di Ankara menekankan bahwa keadaan darurat tidak mempengaruhi kehidupan warga tetapi berkontribusi terhadap perang melawan terorisme yang efektif.

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here