COVID-19; Kasus di Rusia Melampaui 370.000.

0
22

Rusia rencanakan parade militer pada 24 Juni untuk memperingati kemenangan WW-I, akan mencabut aturan pembatasan mulai tanggal 1 Juni mendatang.

BERITATURKI.COM, Rusia (27/05)

Kasus Coronavirus di Rusia melewati angka 370.000 pada hari Rabu (kemarin), sementara angka kesembuhan juga terus meningkat melewati jumlah infeksi baru untuk hari kedua secara berturut-turut.

Rusia sedang berjuang melawan pandemi Covid-19 di tengah meningkatnya wabah di negara beruang merah tersebut.

Menurut satuan tugas darurat negara itu, 11.079 pemulihan dilaporkan selama 24 jam terakhir melawan 8.338 infeksi baru.

Negara ini sejauh ini melaporkan 370.680 infeksi COVID-19, sementara 142.208 orang berhasil diobati.

Rusia telah melakukan pengujian massal untuk mendeteksi virus pada tahap awal dan sejauh ini 9,4 juta orang telah diuji di seluruh negeri.

Pemerintah mengklaim bahwa penyebaran virus telah diatasi dan telah mengumumkan untuk mencabut pembatasan sebagian.

Mulai 1 Juni, rehabilitasi kesehatan dan pusat olahraga termasuk yang terkait dengan industri wisata yang memiliki izin medis akan mulai berfungsi.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan bahwa parade militer, untuk memperingati 75 tahun kemenangan dalam Perang Dunia II akan berlangsung pada 24 Juni. Awalnya direncanakan pada 9 Mei, tetapi dibatalkan karena pandemi.

Pihak berwenang di ibukota Moskow siap untuk mencabut pembatasan dengan mengizinkan pergerakan orang di seluruh kota dan mengizinkan berjalan-jalan di taman.

Namun, masuknya orang asing dan orang tanpa kewarganegaraan akan tetap dilarang. Perjalanan internasional dan kereta api juga akan terus ditunda.

Rusia menempati urutan ketiga di antara negara-negara yang terkena coronavirus terburuk dalam hal jumlah kasus, setelah AS dan Brasil. Korban tewas naik 161 sejak kemarin dan mencapai 3.968.

Dua pejabat tinggi Rusia dirawat di rumah sakit karena virus korona, sementara empat lainnya pulih dan dibebaskan dari rumah sakit.

Pandemi telah merenggut lebih dari 350.500 jiwa di 188 negara dan wilayah sejak berasal di Cina Desember lalu. AS dan Eropa saat ini merupakan wilayah yang paling parah dilanda dunia.

Lebih dari 5,60 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia dengan 350.752 kasus. Sebanyak 2,3 juta orang telah pulih sejauh ini, menurut angka yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins AS. [AA]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here