China tegaskan kembali dukungan bagi ekonomi Turki

0
81

Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri Wang Yi melakukan perbincangan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu pada Sabtu (18/08). Ia menyatakan bahwa China mendukung upaya Turki dalam bidang keamanan nasional, stabilitas, dan ekonomi.

Duo Menteri Luar Negeri tersebut bertukar ide selama panggilan telepon berlangsung.

Menurut pernyataan tertulis dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok, China mendukung upaya untuk meningkatkan kerja sama strategis antara China dan Turki.

“Rakyat Turki yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan akan mampu mengatasi kesulitan sementara mereka. China yakin Turki akan berkembang secara stabil,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa China siap untuk melindungi negara-negara berkembang dan hak-hak yang sah dari perkembangan ekonomi yang meningkat.

Membaca pernyataan itu, Çavuşoğlu mengatakan Turki siap memperkuat dialog strategisnya dengan China.

Mengutip pernyataan menteri luar negeri Turki, Menteri Luar Negeri Cina mengatakan bahwa Turki berharap untuk memperdalam kerja sama berdasarkan pada kepentingan bersama dengan China. Turki dan Cina akan bergabung lebih aktif dengan inisiatif ‘One Belt One Road’.

Inisiatif “One Belt One Road”-yang menyatukan Cina, 11 negara anggota UE dan 5 negara Balkan-telah menjadi bagian dari rencana perdagangan Beijing yang disebut juga sebagai “Jalur Sutra baru”.

Cina telah meningkatkan investasi secara signifikan di kawasan itu sejak memperkenalkan prakarsa One Belt One Road pada 2013, yang melibatkan proyek-proyek infrastruktur besar untuk menghubungkan negara-negara Eurasia dengan China.

Secara terpisah, Menteri keuangan Turki dan rekannya dari Perancis setuju pada 17 Agustus lalu melalui telepon untuk melakukan tindakan bersama terhadap sanksi AS yang menargetkan Turki, menurut sumber-sumber menteri.

Departemen Keuangan Turki memberikan keterangan dalam sebuah pernyataan bahwa Menteri Ekonomi dan Keuangan Turki, Berat Albayrak, beserta Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis, Bruno Le Maire, membahas kerja sama ekonomi.

Albayrak dan Le Maire setuju untuk meningkatkan kerja sama bilateral, dalam pernyataan itu, ditambahkan lagi bahwa delegasi dari kedua negara akan bertemu di Paris pada 27 Agustus mendatang.

Menteri Turki juga mengucapkan terima kasih kepada mitranya dan Presiden Prancis Emmanuel Macron atas dukungan mereka.

Turki dan AS saat ini sedang mengalami hubungan yang kaku setelah Washington menjatuhkan sanksi pada dua menteri Kabinet Turki karena tidak melepaskan pendeta Andrew Brunson.(Yn)

Sumber: Hurriyet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here