Bulan Sabit Merah Turki Mengirimkan Sejumlah Truk Bantuan Kepada Rakyat Azerbaijan

0
24
Seorang pegawai Bulan Sabit Merah Turki memuat kotak bantuan kemanusiaan ke dalam truk yang akan segera berangkat ke Azerbaijan, di Ankara, Turki, 9 Oktober 2020. (Foto DHA)

BERITATURKI.COM, Ankara – Bulan Sabit Merah Turki (Kızılay) mengirim empat truk bantuan kemanusiaan kepada orang-orang Azerbaijan yang terkena dampak konflik dengan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh yang diduduki pada Jumat (09/10/2020).

Bantuan Bulan Sabit Merah Turki datang sebagai tanggapan atas seruan Bulan Sabit Merah Azerbaijan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar penduduk setempat di zona konflik.

Sebagai tanggapan, 250 tempat penampungan, 3.000 selimut, 288 peralatan dapur, dan 500 tempat tidur disiapkan dan dikirim ke Azerbaijan setelah upacara di ibu kota Ankara. Bantuan tersebut diharapkan mencapai wilayah itu hari Minggu.

Menghadiri upacara tersebut, Kepala Bulan Sabit Merah Turki Kerem Kınık mengatakan bahwa organisasi itu selalu ada untuk Azerbaijan dan akan terus memberikan dukungan.

“Kami telah mendengar bahwa orang-orang bersembunyi di ruang bawah tanah dan meninggalkan rumah mereka karena takut akan nyawa mereka. Ketika kami berbicara dengan Bulan Sabit Merah mereka, mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka membutuhkan bantuan untuk siap menghadapi mobilitas penduduk selama era pandemi,” Kınık berkata, menambahkan bahwa bantuan yang dikirim bernilai TL 1,2 juta ($ 151.346).

Kınık menyerukan untuk mengakhiri konflik secepat mungkin dengan mengibarkan bendera Azerbaijan di Nagorno-Karabakh sekali lagi.

“Ini adalah konvoi bantuan pertama kami, tetapi jika perlu, kami akan terus mengirimkan lebih banyak bantuan ke kawasan itu. Azerbaijan adalah negara yang kuat dengan pemahaman tentang solidaritas,” tandasnya.

Pertempuran di wilayah itu pecah lagi pada 27 September, ketika pasukan Armenia menargetkan pemukiman sipil Azerbaijan dan posisi militer, yang mengakibatkan korban.

Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) Minsk Group, diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan AS, dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai atas konflik tersebut, tetapi tidak berhasil.

Namun, gencatan senjata disepakati pada tahun 1994. Berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta banyak organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan penyerang.

Sumber : Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here