Bulan Sabit Merah Turki Bantu Migran Afghanistan Kembali ke Negara Asalnya

0
20
Foto Hurriyet

 

Istanbul. Turki telah membantu para migran Afghanistan yang kembali ke negara mereka untuk mendapatkan pekerjaan atau memiliki bisnis mereka sendiri, sebagai bagian dari proyek yang diprakarsai oleh Bulan Sabit Merah Turki (“Kızılay” dalam bahasa Turki). Proyek bernama “Support after Volunteer Return” bekerja sama dengan Direktorat Migrasi di Kementerian Dalam Negeri Turki, Kedutaan Turki di Kabul, serta Badan Penanganan Migran Afghanistan.

Target utama proyek tersebut ialah untuk menghentikan migran gelap dengan menyediakan jaminan pekerjaan bagi warga Afghanistan di negara mereka. Sejauh ini, sebanyak 10 warga Afghanistan telah mendapat manfaat dari proyek yang dipimpin Turki, dengan Mohammad Salim menjadi salah satu penerima manfaat program ini.

Salim, pria berusia 20 tahun, datang ke Turki melalui cara ilegal pada tahun2013. Ia bekerja selama enam tahun di Istanbul dan kembali ke Afghanistan dengan sukarela pada Juli 2018. Kemudian ia mengajukan permohonan ke Badan Penanganan Migran di negaranya agar mereka membantunya untuk mencari pekerjaan. Pihak berwenang Afghanistan kemudian memberi tahu Bulan Sabit Merah Turki. Bulan Sabit Merah Turki telah membuka usaha kecil yang menjual produk makanan dan menyerahkan bisnis itu kepada Salim.

“Saat ini saya menjadi pemilik perusahaan yang merupakan impian saya. Saya menghasilkan uang saya sendiri dan menyediakan kebutuhan untuk keluarga saya. Saya berterima kasih kepada Turki dan Bulan Sabit Merah Turki atas kebahagiaan ini dan kesempatan yang telah diberikan untuk membangun kembali kehidupan saya,” kata Salim.

Abdullah Yahya, 19, adalah migran lain yang juga mendapatkan manfaat dari proyek yang dipimpin oleh Bulan Sabit Merah Turki. Ia datang ke Turki melalui cara ilegal awal tahun ini setelah meninggalkan rumahnya karena serangan Taliban di provinsi timur laut Takhar di Afghanistan. Yahya ditangkap oleh pasukan keamanan Turki dan tinggal di pusat repatriasi selama dua bulan. Ia kemudian mendaftar ke Asosiasi Relawan yang memiliki program pemulangan migran hingga akhirnya ia dikirim kembali ke Afghanistan. Sebagai bagian dari proyek, Bulan Sabit Merah Turki telah membuka bengkel tukang kayu kecil untuk Yahya, yang telah bekerja sebagai tukang kayu sebelum melarikan diri dari Afghanistan.

Ada juga penerima manfaat proyek yang akhirnya bekerja di dalam kepengurusan Bulan Sabit Merah Turki setelah kembali ke Afghanistan. Salah satunya ialah Ziyauddin Haydari yang berusia 25 tahun. Haydari datang ke Turki pada 2013 dengan cara ilegal. Namun karena Haydari mengalami patah tulang belikat, ia hanya tinggal di Turki selama 12 hari, kemudian kembali ke negara asalnya. Pada bulan Mei tahun ini, ia mulai bekerja di delegasi Bulan Sabit Merah Turki sebagai sopir.

Turki telah menjadi rute utama bagi migran gelap yang mencoba menyeberang ke Eropa. Di antara para migran yang ditahan pada tahun 2017 di Turki, mayoritas berasal dari Pakistan, diikuti oleh orang Afghanistan dan Suriah. Taliban, kelompok bersenjata terbesar di Afghanistan, ingin membangun sistem hukum berdasarkan interpretasi ketat yurisprudensi Islam, konflik yang telah merenggut ribuan nyawa di negara itu.

Menurut angka terbaru yang dirilis pada bulan Juli oleh Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA), sebanyak 1.692 warga sipil tewas selama enam bulan pertama tahun 2018 – yang tercatat dalam dekade terakhir sejak lembaga itu memulai aktivitas dokumentasi.(Yn)

Sumber: Hurriyet Daily News

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here