[Breaking News] Turki Menghapus Aturan Wajib Masker di Area Terbuka

BERITATURKI.COM, Ankara – Pada hari rabu (2/3) Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca memberikan pernyataan kepada pers setelah Rapat Komite Ilmiah Coronavirus yang diadakan di Kampus Bilkent, ibukota Ankara.

Pada kesempatan ini Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca menyatakan bahwa Turki telah mencabut aturan wajib penggunaan masker yang diterapkan dalam lingkup penanganan Covid-19 untuk area terbuka dan akan menerapkan aturan penggunaan masker sesuai dengan aturan jarak sosial untuk area tertutup.

Saat mengatakan bahwa pertemuan hari ini sangat positif, Koca berkata, “Karena hari ini, saya akhirnya akan memberi Anda berita yang telah Anda tunggu-tunggu, tentang masalah yang telah menguji kesabaran kita semua. Hari ini, Saya akan berbicara tentang pelonggaran beberapa aturan yang pernah diterapkan.”

Sambil mengingatkan bahwa ia bersikeras menahan diri selama dua tahun terakhir dengan pandemi, Koca mengatakan bahwa hari ini adalah waktunya untuk meninjau semuanya.

Koca menekankan bahwa Turki adalah salah satu negara pertama yang memahami keseriusan wabah Covid-19, dan Koca mengatakan:

“Semua perjuangan kami berlanjut dengan keseriusan yang sama. Komite Ilmiah Coronavirus kita sama seperti hari ini, menyimpan perkembangan di bawah mikroskop dan mengembangkan rekomendasi. Komite Ilmiah yang menangani langkah-langkah, mendefinisikan cara memerangi pandemi, menyiapkan panduan pengobatan dan terus memperbaruinya sesuai dengan perkembangan saat ini dengan bangga terus bekerja. “Organisasi Kesehatan Dunia adalah organisasi yang saya dirikan. Organisasi Kesehatan Dunia adalah organisasi ini yang merencanakan segala macam tindakan sebelum mengumumkan bahwa kita menghadapi pandemi global. Atas nama saya dan Anda, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua anggota Komite Ilmiah.”

Keputusan Terbaru Terkait Penanganan Covid-19

Terkait aturan terbaru penanganan Covid-19, Menteri Fahrettin Koca menjelaskan keputusan yang diambil sebagai berikut:

“Kita tidak lagi harus menggunakan masker di area terbuka. Jika ventilasi cukup di lingkungan dalam ruangan dan aturan jarak dapat dipatuhi, maka penggunaan masker tidak diperlukan lagi. Pada periode baru, penerapan kode HES pernah diterapkan akan dihapus. Kontrol kode HES tidak akan dilakukan di pintu masuk ke institusi atau lembaga mana pun. Tes Covid-19 tidak akan diwajibkan bagi orang yang tidak memiliki tanda-tanda sakit. Di sekolah, tidak akan diberlakukan lagi penutupan kelas jika ada dua kasus positif Covid-19. Para siswa hanya akan diisolasikan dan proses belajar mengajar akan dilanjutkan.”

Koca menyatakan bahwa keputusan yang diambil ini disebabkan oleh menurunnya jumlah kasus Covid-19, sehingga itu juga bertujuan untuk memberikan rehabilitasi psikologis yang dibutuhkan. Koca mengatakan, “Ada kemungkinan untuk membuat evaluasi yang berbeda tentang keputusan ini. Tidak ada yang akan meragukan bahwa kami, sebagai Kementerian bertujuan untuk melakukan yang terbaik dan membuat keputusan yang tepat untuk kita semua.”

Sambil menekankan bahwa efek pandemi telah berkurang, Koca mengatakan, “Untuk alasan ini, kita harus menghapus pandermi dari kriteria utama kehidupan sehari-hari.”

Koca juga menekankan bahwa perlu untuk beralih dari periode berjuang dengan pandemi melalui pembatasan sebagai masyarakat ke tahap perlindungan individu dari penyakit. Menteri Koca mengatakan, “Kita dapat melanjutkan kebiasaan kita yang sedang berlangsung dalam perlindungan pribadi jika kita mau. Menurut saya prinsip masker ini tidak aian menghilangkan masker dari kehidupan kita. Kita tetap membawa masker untuk segera dipakai saat diperlukan. Terutama dengan orang tua kita. Dan ketika kita bersama dengan mereka yang memiliki penyakit kronis, masker harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari.”

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here