Breaking News: Turki Akan Mengadili 16 Anggota Mossad yang Ditangkap oleh Badan Intelijen Turki

BERITATURKI.COM, Istanbul – Proses Pengadilan terhadap 16 agen Mossad yang ditangkap oleh Badan Intelijen Turki dalam operasi pemberantasan aksi terorisme telah dimulai.

Agen Mossad yang dituntut hukuman penjara hingga 20 tahun dalam lingkup aksi kejahatan “spionase politik dan militer” ini telah dibawa ke hadapan hakim di Pengadilan Pidana Tinggi Istanbul. Pelacakan identitas asli para terdakwa yang dibawa ke pengadilan dari penjara oleh petugas gendarmerie pun juga telah selesai dilakukan.

Pernyataan para terdakwa terus diambil melalui pendampingan seorang penerjemah. Sidang pertama kasus ini akan berlangsung selama empat hari kedepan.

Penangkapan Para Anggota Mossad

Badan Intelijen Nasional Turki (MIT) dengan tim yang terdiri dari 200 personel berhasil menangkap 16 anggota dinas rahasia Israel Mossad yang berasal dari lima grup yang terpisah pada 7 Oktober 2021.

Pagi harinya, agen intelijen Turki juga mendapatkan rincian penting tentang kegiatan 15 mata-mata sewaan, termasuk warga Palestina. Para mata-mata memperoleh informasi dari mahasiswa asing yang kuliah di universitas di Turki, terutama mahasiswa yang memungkinkan untuk mengambil bagian dalam industri pertahanan di masa depan Turki .

Dalam lingkup penyelidikan yang dilakukan oleh Kantor Kejaksaan Umum Istanbul, sebuah dakwaan dan tuntutan telah disiapkan terhadap 16 tersangka, termasuk seorang mahasiswa jurusan kedokteran Mohammed A. Salhab, yang diinstruksikan untuk bertemu langsung dengan pejabat Mossad di luar negeri dan seorang kurir Abdulkadir Barakat, yang menjadi pusat distribusi uang kepada anggota jaringan.

Divisi Intelijen Khusus juga memperoleh nama dan foto mata-mata Mossad sebagai hasil dari kerja lapangan selama sebulan yang dilakukan sesuai dengan informasi yang diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya. Terutama satu sel jaringan spionase, yang dihancurkan sebagai akibat dari operasi yang dilakukan oleh Badan Intelijen Turki.

Anggota sel ini terutama menghubungi dan bertemu di luar negeri dengan petugas lapangan dinas rahasia Israel Mossad. Setelah pertemuan ini, informasi dan dokumen yang penting bagi negara Israel diperoleh dengan metode intelijen dan diberikan kepada petugas lapangan, yang disebut ‘perwira kasus’ dalam terminologi intelijen. Dalam proses ini, komunikasi dilakukan dengan metode open buffet dan telepon umum, yang merupakan metode yang sering digunakan oleh FETO.

Menyamar Sebagai Pekerja atau Pelajar

Para tersangka datang ke Turki dengan instruksi atasan dan melanjutkan aktivitas mereka dengan menyamar sebagai mahasiswa atau pekerja. Mereka terkadang menghubungi pejabat Mossad melalui telepon umum, alat komunikasi berbasis internet yang andal dan akun email rahasia dan terenkripsi.

Mereka diinstruksikan tatap muka dengan manajer lapangan dengan berkunjung ke negara-negara seperti Swiss, Rumania, Kenya dan Kroasia bila diperlukan. Mereka memberikan informasi yang akan mengancam keamanan nasional Turki, yang mereka peroleh sebagai hasil dari upaya mereka dengan metode rahasia sebagai imbalan atas keuntungan mereka.

Sumber : Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here