Breaking News; Presiden Erdogan Kirimkan Surat Tanda Persahabatan Kepada Patrik Armenia.

0
54
Presiden Erdogan menerima patrik kepala Armenia di Kantor Kepresidenan Ankara, 2009, Hurriyet Daily.com.

BERITATURKI.COM, Ankara (25/04)- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengirimkan sebuah surat tanda persahabatan antara Turki dengan Armenia. Surat tersebut dikirimkan oleh Presiden Erdogan kepadan Patriarch Sahak Maşalyan dengan menyampaikan sebuah penyesalan atas kenangan pahit yang dialami oleh penduduk Armenia Utsmaniyah yang telah menderita banyak kehilangan nyawa ketika berlangsungnya perang dunia pertama berlangsung di tahun 1914-1918 yang lalu. Puncaknya adalah pembantaian ribuan orang-orang Armenia oleh tentara Turki Utsmani pimpinan Talat Pasa yang merupakan bagian dari Turki muda yang sebenarnya adalah revolusioner awal peruntuh Kekhalifahan Turki Utsmani. Pada awalnya kaum Armenia Utsmaniyah adalah bangsa yang bebas dan memiliki hak yang sama dibawah undang-undang Turki Utsmani hingga masa Sultan Abdul Hamid II (Lihat; Serial Sultan Abdul Hamid II).

Presiden Erdogan dalam pembukaan suratnya yang dikirimkan kepada patrik (kepala pendeta) Sahak Maşalyan, Erdogan memuji Patrik Sahak sebagai orang yang terhormat, sebagaimana isi surat tersebut “Pendeta Sahak Maşalyan adalah pimpinan yang sangat berharga dan terhormat dari komunitas Armenia, kami menyapa anda dengan penuh kasih dan rasa hormat. Kita telah melewati masa-masa yang sangat sulit dan penuh air mata, memori bersama akan sejarah pahit masa lalu adalah sebuah kenangan pahit bersama yang tidak bisa kita lupakan. Kami berdoa kepada Tuhan yang maha kuasa semoga sluruh korban perang masa lalu menjadi martir dan diberikan rahmatnya, kami menyampaikan rasa berduka kami untuk seluruh para keluarga dan keturunannya yang ditinggalkan hari ini. Melalui surat ini saya berharap kenangan pahit itu bisa menjadi wasilah antara warga negara kita untuk menguatkan solidaritas bersama dan penguatan, saya bangga bisa mencapai hari esok dengan perasaan persatuan dan solidaritas yang semakin kuat. Pada kesempatan ini, saya berharap belas kasihan Tuhan kepada semua warga Negara Ottoman yang meninggal dalam periode yang menyakitkan tersebut” pembukaan surat itu disampaikan Presiden Erdogan.

Erdogan juga melanjutkan, bahwa “Hari ini, Kami tidak akan pernah membiarkan salah satu warga kami dipinggirkan dan diperlakukan secara diskriminatif hanya karena perbedaan kepercayaan dan identitasnya. Adalah tujuan bersama kita semua untuk membangun masa depan bersama dengan mengambil kekuatan dari masa lalu hanya untuk persahabatan dan cita-cita manusia yang sama tingginya. Saya ingin menyampaikan bahwa sejarah Anatolia adalah sejarah kita bersama, dan kita lahir dari Rahim yang sama “Antolia”, saya ingin memanggil kembali persatuan kita yang lahir di jantung Anatolia dan mengajak kita semua untuk menutup semua permusuhan dan kedengkian yang lahir dari sejarah masa lalu. Ini adalah keinginan kami yang paling dalam bahwa kami tidak akan diberi kesempatan untuk lingkaran niat lain sementara kami ingin dan bekerja untuk masa depan yang persatuan, kemakmuran dan perdamaian. Dengan pemikiran-pemikiran ini, kami sekali lagi ingin memperingati para martir dari Armenia Utsmaniyah yang telah hilang dalam Perang Dunia Pertama dengan rasa hormat dan belas kasihan, dan berharap yang terbaik untuk Anda semua.”

Demikianlah penyampaian rasa berkabung Presiden Erdogan dalam rangka memperingati pembantaian besar yang pernah terjadi semasa perang dunia pertama tepatnya pada tanggal 24 April 1915 atau genap 105 lalu.

Korban Kaum Republik Awal.

Motif ideologis lebih sering dimunculkan dibandingkan factor-faktor logis seperti adanya pengkhianatan massif yang dilakukan oleh para elit Armenia yang pada saat itu memiliki pengaruh didalam pemerintahan Utsmaniyah sendiri dalam kasus pembantaian orang Armenia di sepanjang pantai timur –tenggara Turki hari ini.

Berawal dari kekalahan telak Turki Utsmani dari Kekaisaran Rusia pada perang Sarikamis yang hari ini berada di Kota Erzurum , dimana ratusan ribu pasukan Turki Utsmani tewas secara mengenaskan akibat adanya pengkhianatan dan bantuan dari pejabat dalam yang merupakan petinggi kaum Armenia yang deserse. Pimpinan Turki waktu itu yang dikenal sebagai pimpinan anggota Turki Muda adalah tiga serangkai, Talaat Pasha (Mendagri), Enver Pasha (Menteri Perang), dan Djemal Pasha (Menteri Angkatan Laut). Henry C. Theriault dalam “Genocide, Denial, and Domination: Armenian-Turkish Relations from Conflict Resolution to Just Transformation” (2009) mencatat,ketika Perang Dunia I meletus, Kekhalifahan Usmani sedang dipimpin oleh Komite Persatuan dan Kemajuan (CUP) yang dibentuk sejak peristiwa Revolusi Turki Muda 1908.

Ringkasnya, Akibat kekalahan Pasukan Usmani kalah dalam peperangan Sarikamis tersebut, Para elite penguasa Usmani kemudian menimpakan kesalahan kepada orang-orang Armenia yang dianggap pro-Rusia. Banyak tentara Armenia dan non-Muslim lainnya di legiun Usmani dimutasi jabatan. Lainnya tak sedikit yang dipecat dengan tidak hormat dan dihukum mati. Akibat dari hukuman tersebut, telah memicu perlawanan massal dari kelompok Armenia di berbagai provinsi sehingga kemudian terjadi konflik antara mayoritas dan minoritas yang berujung secara menyakitkan.

Akibat dari perlawanan tersebut, Pada 24 April 1915, Mehmet Talat Pasa, Menteri Dalam Negeri Kesultanan Usmani, memerintahkan penangkapan sekitar 250 intelektual dan politikus Armenia di Istanbul, termasuk beberapa deputi yang duduk di parlemen. Sebagian besar pria yang ditangkap itu tewas dalam bulan-bulan berikutnya.

Penangkapan beserta pembunuhan ratusan intelektual Armenia itu berlanjut dengan kebijakan mendeportasi seluruh warga Armenia keluar dari wilayah Usmani. Penguasa kekhalifahan beralasan, keberadaan orang Armenia merupakan ancaman bagi keamanan nasional. Sebuah undang-undang pada Mei 1915 dikeluarkan parlemen untuk mengesahkan tindakan deportasi. Itulah cerita awal sehingga terjadinya chaos antara kedua belah pihak ditengah kecamuknya perang dunia I yang meminta banyak konsentrasi Kesultanan Turki Utsmani itu sendiri. (Disadur dari Hurriyet Daily dan dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here