Bocah Jepang Nyanyikan Himne Perang Ottoman

0
63

BERITATURKI.COM, Ankara – Seorang anak kecil asal Jepang, yang pernah terjebak di bandara Istanbul selama upaya kudeta pada tahun 2016 di Turki, menyanyikan lagu perang Ottoman tradisional pada hari Jumat, 3 Mei 2019. Ialah Yorihisa Ono, 10 tahun, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu di ibukota Hongaria Budapest pada hari Jumat (03/05/2019), di mana Mevlut diagendakan bertemu warga negara Turki dan pejabat organisasi non-pemerintah di negara itu.

Ono menyanyikan lagu perang Ottoman tradisional dan berbicara dengan Cavusoglu dalam bahasa Jepang dan Turki. Ia menunjukkan minatnya pada budaya Turki dengan menyapa “Senang bertemu Anda” kepada menteri luar negeri Turki dalam bahasa Turki. Band militer Ottoman, Mehter, juga ditampilkan dalam acara tersebut. Mehter biasanya tampil di medan perang untuk meningkatkan semangat tentara Ottoman dan membuat musuh-musuh tak berdaya.

Sebagian kecil warga Jepang memiliki beberapa pendapat negatif tentang Turki atas insiden Ono yang terjebak di Bandara Ataturk Istanbul pada 15 Juli 2016 selama upaya kudeta, tetapi kemudian mereka berubah pikiran sedikit demi sedikit berkat upaya Yunus Emre Institute (YEE) untuk memperkenalkan Turki di berbagai negara.

Setelah obrolan mereka, Ono dan Mevlut melakukan foto bersama dengan membuat tanda Rabaa, simbol anti-kudeta. Simbol Rabaa telah menjadi simbol yang populer di kalangan internasional usai pasukan keamanan Mesir dengan keras membersihkan pengunjuk rasa yang berkemah melawan kudeta militer terhadap Presiden Mohamed Morsi di Lapangan Rabaa al-Adawiya Kairo pada pertengahan tahun 2013 yang menewaskan ratusan warganya. Isyarat tangan empat jari itu merupakan tanda dan telah menjadi simbol dunia untuk pengunjuk rasa anti-kudeta di seluruh dunia.

Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan pemimpinnya Fetullah Gulen yang berbasis di AS merupakan dalang yang mengatur kudeta Turki pada 15 Juli 2016. Kudeta yang berhasil digagalkan tersebut menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 orang terluka. Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here