[Berita-Analisis] Menurut Para Ahli, Koridor Nakhchivan Memberikan Peluang Baru Untuk Meningkatkan Kerjasama Regional.

0
118
Gerbang perbatasan Dilucu antara Nakhchivan dan Turki, di Iğdır, Turki, 21 Mei 2017. (By Shutterstock)

Pembentukan koridor baru yang menghubungkan Azerbaijan ke kawasan ‘eksklaf’nya di Provinsi Nakhchivan, menurut perjanjian yang ditandatangani baru-baru ini, berpotensi untuk mendorong negara-negara di kawasan itu untuk mengubah keseimbangan di kawasan secara fundamental.

BERITATURKI.COM, Baku-Ankara| Bentrokan bersenjata selama 44 hari antara Azerbaijan dan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh berakhir dengan gencatan senjata yang di tengahi oleh Rusia-Turki pada bulan lalu. Sebagai implementasi kesepakatan telah mulai secara bertahap, Negara-negara di kawasan telah menimbang implikasi dari koridor transit yang akan menghubungkan Azerbaijan dengan daerah kantung Nakhchivan. Para ahli menyorot bahwa pembentukan koridor ini akan memberikan kesempatan baru untuk kawasan setempat, sebagai prospek kerja sama dan perdagangan selain itu juga meningkatkan pengaruh Turki di wilayah tersebut.

“Rute perdagangan ini telah menyediakan peluang baru tidak hanya untuk negara-negara yang terlibat, akan tetapi juga untuk kawasan regional yang lebih besar,” kata Emil Avdaliani, seorang Profesor di Universitas Eropa di Tbilisi, Georgia, dan seorang anggota dari lembaga Think-Tank non-residentil dari Georgia, Geocase, dalam sebuah wawancara dengan Harian Daily Sabah.

Avdaliani menggarisbawahi bahwa koridor yang telah disepakati juga berjanji untuk memberikan Ankara rute lain untuk mengakses laut Caspian. “Koridor baru bisa berpotensi memberikan Turki alat melebarkan jangkar pengaruhnya di wilayah Kaspia, dia menambahkan bahwa “ini merupakan salah satu ambisi kepemimpinan Turki sejak Republik Turki berdiri” ia menggarisbawahi. Ankara juga telah mengumumkan pembangunan rel kereta api dan pipa gas ke eksklafe’nya Azerbaijan (Provinsi Nakhcivan) ini.

“Koridor ini mungkin mempengaruhi keseimbangan kawasan kalau ia berfungsi sebagai kawasan yang tidak hanya sebagai jalur bepergian, namun menjadi kawasan dimana orang-orang Azerbaijan dan kawasan strategis ini menjadi rute ekonomi dan menjadi jalur penyambung perdagangan di sumbu Timur-Barat sebagaimana disampaikan oleh Mitat Çelikpala, Dekan dari Fakultas Ekonomi dan Administrasi Negara Universitas Kadir Has, Istanbul-Turki, kepada Dailysabah.com.

“Koridor ini dapat mengubah Nakhchivan menjadi pusat daya tarik sebagai wilayah pusat perdagangan bebas di kawasan,” dia menambahkan.

Baca juga: https://beritaturki.com/turki-tawarkan-proposal-kerjasama-regional-kepada-6-negara-di-kaukasus/

Burak Çalışkan, seorang peneliti hubungan Asia-Eropa di Pusat Penelitian kemanusiaan dan sosial (INSAMER), kepada Daily Sabah mengatakan, bahwa koridor Nakkhchivan harus dimasukkan ke dalam perjanjian (MoU), Azerbaijan harus berhasil mengubah status quo di kawasan tersebut. “Secara alami revitalisasi di tanah (Nakhcivan) akan menjadi menjadi penghubung strategis antara Azerbaijan dan Turki.”

Penciptaan koridor Selatan adalah bagian dari kesepakatan perdamaian yang ditekankan pada 9 november lalu menekankan tindakan yang diperlukan untuk mengembalikan seluruh wilayah yang diduki oleh Armenia sejak diduduki selama 30 tahun sejak awal 1990-an di luar Nagorno-Karabakh.

Menurut artikel kesembilan tawaran perjanjian damai dari Azerbaijan, bahwa Armenia juga akan menjamin jalur lintas transportasi melalui negaranya dari negara mainland Azerbaijan di Timur ke Nakkhchivan di Barat, dan pembangunan lalu lintas komunikasi & transportasi akan disediakan.

Rute transit yang akan menghubungkan Azerbaijan dengan enclave (nakhcivan), terletak sekitar 450 kilometer (279,62 mil) dari sebelah barat Kota Baku dan wilayah ini dikelilingi oleh 3 negara yakni Turki, Iran dan Armenia, digambarkan oleh Presiden Ilham Aliyev sebagai “sebuah prestasi bersejarah”.

“Kami akan membawa Nakhchivan keluar dari lingkaran dan pada saat yang sama membuka jalur transportasi baru. Saya dapat mengatakan bahwa semua negara akan mengambil manfaat dari (jalur) ini,” kata Presiden Aliyev pada 1 desember lalu, Ia menambahkan bahwa sekarang “Azerbaijan terhubung dengan Turki”, dan kami mengundang Armenia yang untuk bisa bergabung bersama untuk memanfaatkan koridor ini sebagai sebuah platform kerjasama baru untuk kemakmuran di kawasan, Aliyev menekankan.

Mengulangi pernyataan dari Baku, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu selama kunjungan ke Azerbaijan pada 12 november lalu, Ia menyatakan bahwa koridor akan menguntungkan semua negara regional termasuk Armenia.

Avdaliani sama-sama menunjuk bahwa Armenia dapat manfaat dari koridor itu, setidaknya dengan “setidaknya akan mendapatkan pajak dari biaya transit” sebutnya.

Dia juga mengatakan untuk menentukan efektivitasnya, pertanyaan-pertanyaan tertentu tetap tidak terjawab.

“Apakah rutenya akan terbuka hanya untuk Turki dan Azerbaijan? Bagaimana koridor akan diberikan? Biaya perjalanan seperti apa yang akan diperlukan Yerevan? Dan apa jenis penghalang yang akan berpotensi muncul jika kedua belah pihak merasa tidak puas? Berapa banyak Azerbaijan dan Turki harus mengeluarkan biaya untuk berinvestasi di bagian rute yang akan melalui Armenia tersebut?”dia menambakan.

Çelikpala menggarisbawahi kerjasama triliteral yang telah terbentuk lama antara Turki, Georgia dan Azerbaijan ini menjadi alternative sementara menunggu koridor Turki, Nakchivan-Armenia-Azerbaijan terwujud. Jika ini terwujud, maka akan menjadi milestone baru dalam dunia perdagangan di kawasan, Ujarnya.

Avdaliani menunjukkan bahwa rute strategis ini, secara hipotetis bisa disertakan dalam proyek sabuk dan inisiatif (Belt and Road Initiative) sebagai jalan sutra menuju Cina. Çelikpala juga menyatakan bahwa China bisa bergabung dengan kerjasama regional jika pendekatan inklusif ini berhasil diadopsi.

Baca juga https://beritaturki.com/kereta-barang-pertama-proyek-jalur-sutra-turki-china-diresmikan/

Turki, Azerbaijan langsung Terhubung.

Dengan pembentukan koridor baru ini, Turki sekarang berpotensi mencapai daratan Azerbaijan dengan memanfaatkan perbatasan langsung mereka di Provinsi Iğdır seluas 17-kilometer berbatasan langsung dengan Nakhchivan tanpa menggunakan (lagi) perbatasan Iran sebagai titik trasnit utama –diramalkan ini akan menjadi sebuah langkah yang bisa menyebabkan kerusakan ekonomi Iran dalam skala besar–.

“Koridor ini akan memungkinkan akses Turki ke Azerbaijan tanpa membutuhkan Iran atau Georgia,” kata Çalışkan. “Pemendek transportasi akan menguntungkan bagi kedua negara dalam hal perdagangan sedangkan implikasi yang paling penting dari koridor direncanakan adalah bahwa Turki akan memiliki koneksi langsung ke negara-negara Turkic lainnya”, tentu saja ini akan menjadi dentuman baru dalam keseimbangan geopolitik kawasan levant dan kaukasus.

Çalışkan mengelaborasi, bahwa ketersambungan antara Turki dengan Azerbaijan ke kawasan Asia Tengah melalui laut Kaspia akan “meningkatkan peluang kerjasama konkret di wilayah” tapi itu akan menjadi pertanyaan penting bagi Iran dan Rusia terkait hilangnya peran atas keuntungan geopolitik mereka di kawasan kaya minyak itu, dan tentu saja dua negara besar ini akan sekuat tenaga (sekali lagi) akan menghalanginya.

Teheran kehilangan geopolitik, dan pengaruh perdagangan kawasan.

Pada efek koridor di Iran, Avdaliani berkata: “Untuk Iran, koridor baru bisa menjadi sinyal pergeseran besar dalam rute transportasi di kawasan. Dimana selama ini, dalam beberapa dekade terakhir Azerbaijan selalu saja tergantung pada Iran untuk memindahkan sumber daya energi dan persediaan lainnya ke Nakhchivan. Ketentuan baru yang telah diambil pada November lalu pada perjanjian Karabakh bisa mengubah semuanya.”

“Jika Armenia akan membuka koridor melalui wilayahnya untuk memungkinkan Azerbaijan untuk mengangkut barang langsung ke Nakkhchivan, maka dipastikan pengaruh geopolitik Tehran akan memasuki masa kemunduran,” dia menekankan lagi.

Avdaliani mengatakan pejabat di Iran berharap bahwa koridor baru hanya akan mengakomodasi lalu lintas lokal antara Azerbaijan dan kawasan exclave-nya (Nakhcivan), “tapi hal ini bahkan berpotensi menjadikan Baku akan mengurangi penggunaan jalur transit Iran.”

Javad Hedayati, yang memimpin operasi transportasi di Kementerian Transportasi Iran, pada 17 Nov. lalu mengatakan bahwa, transit melalui jalur utara dan kereta api akan tetap tidak terpengaruh oleh koridor baru dan Iran akan tetap menjadi rute yang menguntungkan untuk perdagangan antara negara dengan barat laut dan timur laut.

“Sepertinya koridor ini hanya akan mengakomodasi lalu lintas lokal antara Republik Azerbaijan dan Nakhchivan,” Hedayati Dikutip oleh agensi berita Fars Ia menambahkan bahwa, Armenia dapat mencegah Turki untuk memiliki akses langsung ke koridor untuk transportasi atau jalur barang melalui Nakkhivan ke Azerbaijan dan menuju ke negara-negara Asia Timur. Hedayati juga menyatakan bahwa Iran masih merupakan pilihan terbaik bagi mereka yang ingin melakukan transportasi dan delivery dari Eropa dan Turki dan akan memindahkan barang ke negara-negara di kedua sisi laut Kaspia, disebabkan karena “bahan bakar yang murah di Iran, dan juga beberapa keuntungan lainnya (termasuk pajak) telah menyebabkan pemilik barang-barang memilih halur melalui Iran”, tandasnya lagi.

Çalışkan melanjutkan, bahwa Iran akan menderita kerugian ekonomi dan kehilangan popularitas sebagai rute transit, Ia menambahkan bahwa Teheran juga mungkin mengalami masalah transportasi dengan rute ke Armenia karena koridor baru itu.

“Iran kemungkinan akan memilih kerja sama daripada konflik yang akan menguntungkan kedua negara itu sendiri dan negara lainnya di kawasan,” Çalışkan menambahkan.

Çelikpala juga menunjukkan bahwa Iran tidak harus dikecualikan dan bisa menjadi salah satu pasar yang paling penting untuk rute perdagangan.

“Georgia juga khawatir tentang potensi pembangunan koridor baru ini, dimana selama beberapa dekade berbagai pipa (minyak & gas) telah menggunakan Georgia sebagai jalan dan jalur transit utama dari Azerbaijan ke Laut Hitam dan Turki,” sebut Avdaliani. Namun ahli juga menunjukkan bahwa mengingat ketidakpastian rute yang direncanakan, dalam waktu dekat Baku dan Ankara tidak mungkin melakukan perpindahan sumber daya besar untuk membangun hubungan melalui wilayah Armenia.

“Menimbang bahwa Infrastruktur melalui Georgia telah beroperasi secara penuh dan cenderung tetap akan berperan sebagai penghubung utama. Pendekatan ini akan menyebabkan rute melalui Georgia dan Nabkhchivan akan menjadi pertimbangan rumit secara alami daripada saling bertentangan,” Pungkasnya.

Sumber: Daily_Sabah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here