Berdiri Lebih Dari 2 Dasawarsa, Ini Dia Potret HUT Kelompok Ekonomi D-8

0
17

BERITATURKI.COM, Jakarta – Baru saja merayakan hari jadinya yang ke-22 tahun pada Jumat lalu (05/07/2019) di Hilton Bosphorus Hotel Istanbul, Turki, kelompok ekonomi Developing 8 Countries terus memancarkan eksistensinya.

Dikenal dengan istilah “D-8”, kelompok ekonomi ini beranggotakan negara Turki, Pakistan, Nigeria, Mesir, Malaysia, Iran, Indonesia, dan Bangladesh.

Foto Ki-Ka: 1. Delegasi Mesir, 2. Mustafa Osman Turan, Kementerian Luar Negeri Turki 3. Dato ‘Ku Jaafar Ku Shaari, Sekretaris Jenderal Duta Besar D-8 Dato ‘Ku Jaafar Ku Shaari 4. Allama Siddiki, Duta Besar Bangladesh untuk Turki, 5. Lalu Muhammad Iqbal, Duta Besar Indonesia untuk Turki, 6. Delegasi Kedutaan Besar Iran untuk Turki, 7. Delegasi Kedutaan Besar Nigeria untuk Turki, 8. Delegasi Kedutaan Malaysia untuk Turki.

Memiliki visi yang sama untuk memperkuat kerjasama dalam hal pembangunan, delegasi yang hadir dalam perayaan tersebut diantaranya ialah Sekretaris Jenderal Duta Besar D-8 Dato ‘Ku Jaafar Ku Shaari, Mustafa Osman Turan dari Kementerian Luar Negeri Turki, pemimpin Partai Felicity Temel Karamaollaoğlu, dan perwakilan diplomatik dari negara-negara anggota, termasuk Duta Besar Bangladesh di Turki Allama Siddiki, dan Duta Besar Indonesia di Ankara Lalu Muhammad Iqbal.

Dilansir dari Yeni Şafak, Sekretaris Jenderal D-8 Duta Besar Dato ‘Ku Jaafar Ku Shaari meluncurkan rencana strategis organisasi untuk sepuluh tahun ke depan.

“Dalam sepuluh tahun ke depan tujuan kami tidak untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah kami mulai. Namun, kami ingin melibatkan bidang kerja sama baru baik di negara anggota maupun negara lain. Kami mencoba mempromosikan D-8 sebagai branding baru,” katanya.

Sekretaris Jenderal juga mencatat bahwa D-8 berupaya untuk memperbesar bidang-bidang prioritasnya yaitu perdagangan, industri, pertanian, ketahanan pangan, transportasi dan pariwisata.

Dato’ Ku Jaafar Ku Shaari, D-8 Secretary-General Ambassador

Mengenai harapan dari organisasi D-8, Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal berbicara secara eksklusif kepada Yeni Şafak: “Jika Anda menggabungkan populasi, itu akan membuktikan bahwa D-8 akan memiliki peran yang sangat penting dalam ekonomi dunia. ”

Lalu Muhammad Iqbal, Duta Besar Indonesia di Ankara.

“D-8 akan menjadi catalizator untuk industrialisasi negara-negara anggota,” tambahnya.

Dalam rangka meningkatkan posisi negara-negara anggota, kelompok ekonomi D-8 saat ini berfokus pada berbagai bidang seperti; Sistem Kartu Pembayaran D-8, universitas internasional, jaringan pelopor untuk penelitian dan inovasi (NPRI), jaringan penerbangan, kawasan industri, Pusat Penelitian, dana dukungan proyek, program perlindungan kesehatan dan sosial.

Kelompok ekonomi D-8 dibentuk pada 15 Juni 1997. Organisasi ini diluncurkan setelah Perdana Menteri Turki Necmettin Erbakan mengusulkan pembentukan kelompok ekonomi yang terdiri dari delapan negara berkembang dengan kesamaan mayoritas penduduk Muslim.(Yn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here