Baykar Industries Menyerahkan Alutsista Terbaru Kepada Angkatan Bersenjata Turki

0
35

BERITATURKI.COM, Ankara – Pada hari minggu (29/8), salah satu perusahaan industri pertahanan Turki Baykar Industries, menyerahkan alutsista terbaru yaitu Pesawat Tempur Tak Berawak (TİHA /Taaruzi Insansız Hava Aracı) kepada Angkatan Bersenjata Turki (TSK/Türk Silahlı Kuvvetleri).

Ceo Baykar Industries Selçuk Bayraktar turut memberikan informasi kepada para jurnalis setelah upacara penyerahan alutsista terbaru tersebut kepada Angkatan Bersenjata Turki.

Disini ia menyatakan bahwa drone yang diberi nama Akıncı TIHA adalah pesawat tanpa awak yang telah mereka kerjakan selama bertahun-tahun, Bayraktar mengatakan “Ini merupakan Pesawat udara tak berawak strategis terbesar di Turki. Hanya ada beberapa negara di dunia yang dapat mengembangkan kendaraan udara tak berawak di kelas ini. Kami termasuk di antara 3 negara tersebut. Tim kami terdiri dari 13 tim teknik yang terdiri dari para insinyur muda. Kami memiliki tim yang terdiri dari 1500 orang di berbagai cabang. Saya dapat mengatakan bahwa usia rata-ratanya adalah 30 tahun. Ini adalah petunjuk yang dapat dilakukan oleh para insinyur Turki ketika mereka diberi kesempatan dan pekerjaan dengan ketekunan dan keteguhan hati.”

Akıncı TIHA

Bayraktar menunjukkan bahwa kaum muda berhasil melakukan semua pekerjaan baru di dunia dan ia juga menekankan bahwa Akıncı adalah salah satunya.

Bayraktar juga membagikan informasi berikut tentang pesawat tempur tak berawak itu:

“Kami telah merancang pada Pesawat tempur tak berawak kami lebih dari 100 komputer. Jadi sebenarnya ini adalah robot terbang. Di satu sisi, ia memiliki tubuh yang besar, tetapi ini adalah robot digital yang terdiri dari komputer-komputer kompleks. Dalam arti, semua sistem yang kami kembangkan hingga saat ini. Kami mentransfernya ke tubuh lain ketika membuat pesawat tempur tak berawak. Jadi itu hanya masalah adaptasi bagi kami. Perangkat lunak mereka akan berubah sampai batas tertentu dan mereka akan terbang dan bertempur secara tak berawak.”

Sebelumnya, pesawat tempur tak berawak ini telah melakukan penerbangan pertamanya pada 6 Desember 2019 pada saat uji prototipe. Usai melewati uji coba prototipe, maka dimulailah produksi secara massal.

Pernyataan Menhan Akar

Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar juga turut berpidato pada Upacara Penyelesaian Kursus dan Penyerahan Pesawat Tempur Tak Berawak (TİHA) Baykar Akıncı yang turut dihadiri oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

Sambil menyatakan bahwa mereka bangga dengan keberhasilan proyek teknologi tinggi pada industri pertahanan dalam negeri dan nasional, Akar mengucapkan selamat kepada TİHA dan memberi selamat kepada personel TİHA yang telah menyelesaikan teknologi ini.

Akar menyatakan bahwa Turki pernah tertinggal dalam revolusi industri dan persaingan teknologi di masa lalu, dan ia berkata:

“Dimasa lalu, langkah-langkah yang pernah diambil di bidang industri pertahanan sering dibatalkan, kepercayaan diri negara kita dan rakyat kita telah sempat rusak, sumber daya kita pernah disia-siakan. Seperti yang diketahui, pada saat yang sama, eksplisit atau implisit embargo diterapkan ke negara kita di masa lalu. Namun, Turki telah terlepas dari semua negativitas dan hambatan, Dengan sikap kepemimpinan, dorongan dan dukungan yang teguh dari semua pihak, Turki berhasil mengatasi semua hambatan yang ada di depan satu per satu dan meraih kesuksesan besar di hampir semua bidang, terutama di bidang industri pertahanan, yang mana tingkat pengunaan produk lokal mendekati 80 persen.

Syukurlah, kita melihat bahwa kita dapat melakukannya dan berhasil dengan menggunakan sumber daya kita sendiri dan kita telah menunjukkannya kepada seluruh dunia. Dengan kata lain, jin sudah keluar dari botol. Tidak ada jalan kembali dari ini. Beberapa pencapaian yang paling luar biasa yang telah memberikan semangat dan motivasi tinggi bagi kita sebagai bangsa dan berhasil diwujudkan di sektor penerbangan.”

Sumber : TRT Haber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here