Banyak Negara Mulai Menghapus Berbagai Pembatasan Pencegahan Covid-19

Akibat menurunnya jumlah kasus dan meningkatnya jumlah vaksinasi Covid-19, banyak negara mulai menghapus berbagai aturan pembatasan seperti aturan wajib membawa kartu vaksinasi, memakai masker dan pembatasan saat memasuki area sosial.

BERITATURKI.COM, Brussel – Sebagian besar negara Eropa mulai melonggarkan tindakan pencegahan karena tingkat vaksinasi yang tinggi dan varian dominan Omicron memiliki gejala ringan, meskipun jumlah kasus Covid-19 terus meningkat.

Denmark yang memiliki ujian besar dengan Omicron, memutuskan untuk memimpin Eropa kembali ke kehidupan normal dan menghapus semua pembatasan dengan menghapus Covid-19 dari kategori “penyakit kritis” sosial mulai 1 Februari.

Badan Kesehatan Masyarakat Swedia juga mencabut semua pembatasan Covid-19 pada 9 Februari, dan mengakhiri tes Covid-19.

Pemerintah Norwegia mengumumkan bahwa mereka telah memutuskan untuk mencabut semua pembatasan pada Covid-19 mulai 17 Februari.

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin juga menyatakan bahwa pembatasan Covid-19 di negara itu akan dilonggarkan pada 14 Februari dan akan dicabut mulai 1 Maret.

Amerika Serikat dan Kanada

Salah satu negara bagian Amerika Serikat yaitu New York telah mencabut aturan wajib masker di area tertutup mulai kemarin. Namun, penggunaan masker tetap diwajibkan di sekolah, rumah sakit, bus dan area serupa.

New Jersey, California, Connecticut, Delaware dan Oregon termasuk di antara negara bagian yang telah memutuskan untuk menghapus persyaratan untuk memakai masker di dalam ruangan untuk orang yang telah divaksin.

Negara bagian Massachusetts akan menghapus persyaratan masker di sekolah-sekolah pada akhir Februari.

Di negara bagian lain, kewajiban penggunaan masker diperkirakan akan dicabut secara bertahap mulai Maret. Negara-negara bagian yang dimaksud mengutip penurunan jumlah kasus.

Di Kanada, provinsi Alberta, Saskatchewan, Quebec dan Prince Edward Island menghapus persyaratan penggunaan Kartu vaksin ketika memasuki area tertutup.

Timur Tengah dan Afrika

Pemerintah Israel mengumumkan bahwa mereka telah menghapus sistem “Green Pass”, yang digunakan untuk inspeksi dan pembatasan pada Covid-19 di negara itu mulai 7 Februari, kecuali untuk situasi “berisiko sangat tinggi” seperti “pernikahan, pesta”.

Dengan mengumumkan bahwa mereka menghapus semua negara dari daftar “merah” di tabel perjalanan internasional bulan lalu, pemerintah Israel mengumumkan bahwa penumpang yang tiba di negara itu diwajibkan untuk melakukan tes PCR sebelum naik ke pesawat dan setelah mendarat berlanjut hingga 7 Maret.

Dalam lingkup tindakan yang diambil pada 12 Januari untuk Covid-19, yang meningkat bulan lalu di Tunisia, serangkaian tindakan pencegahan pernah diberlakukan, seperti aturan jam malam pada pukul 22.00-05.00, tidak melakukan shalat Jumat di masjid, menunda konferensi dan pameran dan melarang demonstrasi massal.

Kementerian Agama Tunisia mengumumkan kemarin bahwa diputuskan untuk melakukan salat Jumat di masjid-masjid lagi mulai minggu ini.

Dalam 6 bulan terakhir, kebutuhan masker di area terbuka belum diupayakan di wilayah pemerintah pusat Irak. Di area tertutup seperti pusat perbelanjaan, masker hanya diperlukan di pintu masuk. Jumlah kasus di negara tersebut mulai mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Asia dan Kaukasus

Sementara masa karantina yang 2 minggu sebelumnya dikurangi menjadi 1 minggu di Azerbaijan, masa “paspor hijau” yang dimulai pada 1 Desember 2021 di Georgia berakhir pada 1 Februari dengan keputusan pemerintah.

Untuk menghidupkan kembali ekonomi di Kazakhstan, tindakan karantina yang diambil terhadap Covid-19 secara bertahap telah dilonggarkan. Pemerintah mencabut pembatasan masuk ke hotel, bandara, stasiun kereta api dan jalan raya, cabang pos, bank dan pasar tertutup, serta salon kecantikan dan SPA di negara itu, dan memperpanjang jam buka kafe dan restoran.

Di Uzbekistan, setelah penurunan kasus Covid-19 baru-baru ini, pendidikan tatap muka dilanjutkan di sekolah-sekolah pada 7 Februari.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here