Bangkitkan Teknologi Lokal, Erdogan Resmikan Taman Sains Baru

0
82

BERITATURKI.COM, Ankara – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Rabu, 6 Februari 2019, meresmikan taman sains baru di ibukota Ankara. Tempat tersebut menjadi wahana tambahan terbaru untuk ambisi Turki dalam mengembangkan teknologinya sendiri alih-alih mengandalkan teknologi impor. Pusat Inovasi Teknologi Universitas Timur Tengah (METU) akan menjadi aktor utama bagi proyek-proyek internet, seperti cybersecurity, pertahanan, teknologi pendidikan hingga robotika.

Proyek-proyek tersebut bertujuan untuk mengekspor perangkat lunak senilai $ 500 juta per tahun dan akan mempekerjakan sekitar 1.500 ahli. Selain itu, METU akan menjadi tuan rumah perusahaan teknologi informasi dan telekomunikasi terkemuka serta pusat penelitian dan pengembangan bagi perusahaan internasional. Dalam pembangunannya, Kementerian Perindustrian dan Teknologi berkontribusi pada proyek yang dimulai pada tahun 2015 terseut.

Taman sains dengan area seluas 33.500 meter persegi itu terus berkembang di Turki dengan tujuan mengurangi ketergantungan terhadap negara lain dalam pengembangan teknologi selama satu dekade terakhir. Saat ini, sebanyak 81 taman sains tersedia bagi perusahaan-perusahaan dan ilmuwan yang tersebar di 54 kota, dengan 61 taman yang mengkhususkan diri dalam penelitian, inovasi, dan pengembangan.

Tak hanya itu, taman tersebut mampu menampung lebih dari 5.000 perusahaan, mempekerjakan lebih dari 42.000 orang, serta mengekspor teknologi dan barang senilai $ 3,8 miliar dalam lebih dari satu dekade. Mereka didukung oleh pemerintah yang mengalokasikan dana langsung senilai TL 984 juta untuk infrastruktur dan pusat inkubasi. Pusat inovasi yang baru saja diluncurkan adalah bagian dari METU Technocity yang lebih besar, salah satu yang pertama dari jenisnya ketika dibangun pada tahun 2000 di negara Turki. Pusat ini menampung lebih dari 380 perusahaan dan berhasil menciptakan sekitar 7.000 proyek teknologi sejak awal.

Berbicara pada saat upacara pembukaan, Presiden Erdogan menyentuh isu kemerdekaan teknologi.

 “Turki harus memiliki kemampuan untuk bertindak sendiri dalam mengembangkan teknologi di setiap bidang, dari keamanan data hingga pertahanan, dari kesehatan hingga pendidikan. Jika kita tidak bisa melakukannya, kita harus menyerahkan kendali pada negara lain. Kita perlu mengembangkan teknologi sendiri untuk tetap mandiri,” tutur Erdogan.

Presiden Erdogan juga mengatakan bahwa universitas memiliki tugas besar dalam apa yang disebutnya sebagai gerakan teknologi nasional Turki dan kerja sama antara universitas dengan industri harus ditingkatkan.

“Taman sains memiliki peran kunci untuk ini,” tambahnya.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here