Bandara Istanbul: Bandara Terpintar di Dunia yang Siap Membuat Anda Terbang

0
750
Foto Anews

BERITATURKI.COM, Istanbul – Bandara Istanbul, dengan kapasitas 200 juta penumpang, tidak hanya akan menjadi bandara terbesar di dunia, namun juga merupakan proyek teknologi informasi terbesar dalam sejarah Republik Turki. Bandara ini menyatukan perusahaan teknologi terbesar di dunia dan telah memamerkan potensi insinyur yang dimiliki Turki di sektor Teknologi Informasi (TI).

Bandara ini juga merupakan bandara pertama di dunia yang dianggap layak mendapatkan sertifikat teknologi pusat data “Tier 3” dan memiliki model paling kontemporer di dunia dalam bidang “teknologi informasi bandara”. Pejabat bandara dari berbagai belahan dunia mengunjungi Turki untuk mengeksplorasi bandara model baru ini. Ialah Ersin İnankul, General Manager IGA Systems yang pemimpin tim yang berada dibalik kesuksesan proyek bandara baru di Istanbul tersebut. Ia membahas bagaimana timnya merancang proyek TI tersebut dengan anggaran 208 juta Lira pada tahun 2015 dan bagaimana mereka mempersiapkan peresmian bandara pada 29 Oktober 2018 lalu.

Airport berbasis teknologi

İnankul mengatakan bahwa mereka mendesain peta jalan untuk proyek tersebut pada bulan April 2015, dengan fokus pada pengintegrasian teknologi informasi ke semua operasi bandara pada satu langkah dan satu waktu.

“Ini dikenal sebagai Master System Integration di bidang teknologi informasi bandara. Berkat desain ini, kita bisa membangun bandara pintar sethap demi setahap,” katanya.

İnankul menambahkan bahwa timnya pertama-tama membuat daftar hal-hal penting untuk bandara pintar. Misalnya, sistem manajemen gedung dan sistem alarm kebakaran yang sangat diperlukan. Ada juga daftar kedua terdiri dari klaim bagasi, penurunan bagasi, penurunan bagasi otomatis, kios, infrastruktur Wi-Fi, layanan yang disediakan untuk penumpang, penerbangan dengan layanan Wi-Fi dan desain layar penerbangan. Titik penting ketiga yaitu bandara Istanbul ini harus canggih dalam hal teknologi. Sebanyak 72 sistem  diperlukan untuk membuat bandara yang paling pintar di planet ini.

“Pada titik yang kami capai sejauh ini, semuanya berhasil terintegrasi. Kami membuat sistem termasuk bangunan terminal pintar, di mana data penerbangan yang relevan disampaikan kepada kami saat pesawat tiba. Data ini terus berjalan sampai pesawat mendarat. Setelah semua data dikumpulkan, kami dapat secara otomatis memberikan faktur sebelum pesawat kembali dalam dua jam,” jelas İnankul.

Ia menambahkan bahwa sejauh ini banyak maskapai yang telah memasuki bandara, dan secara bertahap beralih ke mode kapasitas penuh. Ia mengatakan bahwa sistem digital seperti otomatisasi dan pemindaian bagasi saat ini masih diuji. Ia juga menunjukkan bahwa bandara baru telah mulai menjadi tuan rumah bagi penerbangan internasional.

“Semua tugas kami telah siap. Saat ini kami mengharapkan perusahaan penerbangan untuk berbondong-bondong memasuki bandara,” tutur İnankul.

Langkah Pertama Infrastruktur

İnankul mengatakan bahwa sistem TI bandara selesai pada tahun 2017.

“TI selalu mengambil posisi paling belakang dalam proyek yang relatif cepat karena harus menunggu penyelesaian bangunan terlebih dahulu. Kami melakukan langkah cerdas pada titik ini dan memutuskan untuk membangun pusat data yang terdiri dari sekitar 6.000 server di area seluas 4.000 meter persegi, independen dari semua bangunan di dalamnya. Dan kami menetapkan pusat data untuk bandara saja dan memungkinkan penjualan layanan di tahap berikutnya. Kami mulai mengerjakan pusat data ini pada 2016 dan menyelesaikannya dalam waktu delapan bulan, hal itu merupakan proyek pertama yang selesai di bandara, yang sebenarnya menunjukkan pentingnya kita melampirkan data,” ungkap İnankul.

Ia menambahkan: “Kami pindah ke gedung baru yang telah selesai dan menyiapkan sistem pada tahun 2017. Jadi, kami siap pada bulan Juli 2017. Kami tidak akan mampu menyelesaikan bandara pada waktu yang dijadwalkan seandainya kami tidak membangun struktur tersebut dan menunggu pusat data. Ini adalah pekerjaan yang patut dicontoh. Saat ini, kami banyak bandara lain berkonsultasi dengan kami dan saya sendiri telah menghadiri berbagai acara sebagai pembicara. Dubai Al Maktoum sedang bersiap-siap untuk bandara baru. Langkah pertama yang mereka ambil adalah membuka tender untuk pusat data. Jadi, kita sebenarnya sudah menetapkan model.”

İnankul mengkredit pencapaian tersebut ke proyek-proyek tim multinasional yang sejauh ini telah menetapkan sistem informatika di 125 bandara serta perusahaan perangkat lunak, baik Turki maupun internasional, yang mengikuti model ini selama fase kerja yang dimulai pada tahun 2015.

Proyek kendaraan listrik

Universitas Galatasaray, ASELSAN, İGA dan badan transportasi umum Istanbul İETT akan bersama-sama menandatangani protokol untuk produksi “kereta golf” listrik tak berawak dan kendaraan İETT. Kereta golf akan melayani penumpang di terminal. Layanan ini dapat dibeli melalui aplikasi Home to Gate (IGA Mobil). Kendaraan lain adalah minibus berkapasitas 12 orang yang akan melayani pengguna bandara di luar terminal. Pengembangan perangkat lunak kendaraan telah dilakukan oleh İGA dan Universitas Galatasaray, sementara mesin listrik dan sistem kemudi akan dikembangkan oleh ASELSAN. Prototipe pertama kendaraan diharapkan beroperasi di bandara dalam enam bulan ke depan.

Home to Gate, Aplikasi untuk pengalaman penerbangan yang memudahkan

Aplikasi Home to Gate, yang akan diluncurkan pada akhir bulan ini, akan memudahkan penumpang untuk bersiap-siap melanjutkan penerbangan berikutnya. Aplikasi ini berfungsi untuk mengatur waktu antara orang yang akan meninggalkan rumah dan tiba di “gerbang asrama”. Saat Anda memilih Havaist, mobil pribadi, atau taksi, aplikasi ini akan terhubung ke Istanbul Metropolitan Municipality (İBB) dan membuat optimalisasi lalu lintas, sehingga Anda dapat menyesuaikan kecepatan dan sarana transportasi Anda dengan memeriksa berapa banyak waktu yang Anda miliki hingga penerbangan.

Ketika Anda tiba di bandara, Anda dapat membagikan visual story Anda di platform media sosial, menemukan lokasi restoran dan toko dengan memeriksa peta serta menentukan cara bagaimana Anda mencapai tujuan perjalanan. Aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk menggunakan mobil listrik tipe golf dengan membeli kode QR, melacak bagasi, melakukan transfer cepat, mendapat manfaat dari layanan lounge dan berbelanja di bandara. Aplikasi ini juga mengulas perjalanan wisatawan asing dengan menawarkan informasi tentang Istanbul.

Teknologi di bandara

  1. Menara Cyber ​​Pertama di Dunia. “Menara Cyber,” yang terletak di pusat informatika, memproyeksikan visual platform penerbangan dan landasan pacu pada layar melengkung berkat 17 kamera mega, delapan di antaranya dapat merekam pada resolusi hingga 100 megapiksel.
    Segera setelah pesawat mendarat di landasan, kamera memproyeksikan nomor register pesawat dan semua data yang relevan pada layar ini. Menara Cyber, yang akan beroperasi 24/7, akan mengakhiri era pengunaan radio dan teropong.
  2. Pengenalan Wajah dan Kartu Biometrik. Bagian ini akan menjadi metode pertama di bandara Turki yang menggunakan kartu digital. Berkat kartu biometrik bersama dengan teknologi pengenalan wajah, setelah penumpang membayar biaya keberangkatan untuk penerbangan internasional, mereka dapat mengambil bagasi mereka pada titik tertentu, melampirkan label bagasi dan melacaknya melalui aplikasi mobile.
    Mereka dapat memindai sidik jari mereka setelah melewati keamanan dan kamera akan secara otomatis mencocokkan sidik jari serta foto dalam chip paspor. Dalam teknologi pengenalan wajah, sebuah sistem bernama “Kiwi”, yang dikembangkan oleh Cognitech, digunakan. Sistem ini memiliki tingkat keberhasilan 97 persen dan dikenal untuk membedakan wajah seseorang, meskipun kembar. Setelah izin yang diperlukan diberikan pada akhir bulan Januari, sebanyak 30 juta warga Turki yang memiliki chip paspor akan mendapat manfaat dari layanan ini.
  3. Asisten-Cyber. Berkat asisten maya di pintu masuk bandara, penumpang dapat langsung terhubung ke petugas bandara dengan menekan satu tombol. Asisten cyber akan memberikan informasi penerbangan setelah seorang penumpang memindai boarding pass-nya sendiri.
  4. Kamera. Total terdapat 10.500 kamera di bandara baru Istanbul yang dapat dibagi menjadi tiga kategori. Ini adalah jumlah yang sangat besar, mengingat bahwa semua sisi kota Istanbul memiliki sekitar 20.000 kamera pengintai. Sekitar 450 kamera keamanan yang disembunyikan di berbagai tempat di sekitar bandara tersebut dapat mengenali 5.000 orang yang terdaftar di database kepolisian melalui mesin dan pengawasan pihak berwenang. Kamera keamanan yang dapat menganalisis perilaku manusia ini juga dapat memperingatkan staf bandara terkait bagasi dan tas yang ditinggalkan tanpa pengawasan selama lebih dari beberapa menit.
  5. Robot. İGA akan menggunakan dua jenis robot yang berfungsi untuk memberikan bantuan dan layanan keamanan. Saat ini terdapat lima robot yang membantu para pelancong di bandara dan telah dirancang khusus oleh Akınsoft. Robot yang memiliki lengan dan tangan seperti merica robot, akan mampu menyampaikan informasi penerbangan kepada para penumpang.(Yn)

Sumber: Anews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here