Bahas Masa Depan Pendidikan Turki, Surat Kabar “Daily Sabah” Gelar Konferensi

0
35

BERITATURKI.COM, Istanbul – Para akademisi berkumpul di Istanbul dalam rangka konferensi Pendidikan Turki 2023 yang diselenggarakan oleh surat kabar Daily Sabah pada Senin, 11 Maret 2019 untuk membahas masa depan pendidikan di Turki yang tertuang dalam visi pemerintah tahun 2023.

Tahun 2023 merupakan momen seratus tahun Republik Turki dan momen dimana Departemen Pendidikan Turki telah meluncurkan Visi Pendidikannya pada bulan November di tahun tersebut yang focus terhadap perubahan besar dalam berbagai sistem. Banyak aspek yang terlibat, mulai dari kurikulum yang fleksibel dan jam sekolah yang lebih sedikit, hingga kursus yang lebih beragam dan penekanan pada lokakarya desain serta keterampilan.

Menteri Pendidikan Ziya Selçuk adalah salah satu pembicara dari konferensi yang diadakan di Yayasan Penelitian Politik, Ekonomi dan Sosial (SETA) itu. Peserta konferensi membahas semua aspek pendidikan dalam pertemuan satu hari tersebut, dimana sesi seperti Lokakarya Desain dan Keterampilan, Pelatihan Kejuruan, Pendidikan Anak Usia Dini serta Pengukuran dan Penilaian pada Visi Pendidikan 2023 diadakan.

Ketika berbicara dalam pertemuan itu, Menteri Selçuk mengatakan bahwa ia tidak pernah meyakini penerapan kursus konkret untuk pendidikan tanpa adanya pembentukan sistem nilai, filosofi, dan semua yang saling berkaitan.

“Kita membutuhkan kerangka kerja untuk mendasarkan model pendidikan Turki, jika tidak, kita akan dibatasi hanya pada serangkaian kegiatan dan proyek. Turki harus memiliki simulasi atas dampak keputusan dengan mekanisme pengambilan keputusan pada pendidikan atau menghadapi konsekuensi di masa depan,” ungkap Selçuk.

Ia menambahkan bahwa dua dekade mendatang dunia akan melalui era perubahan eksponensial dan Turki tidak akan dibiarkan tertinggal  dalam hal adaptasi terkait perubahan tersebut. Perubahan dalam pendidikan guru adalah salah satu aspek kunci dari sistem pendidikan yang baru.

“Guru harus menyerahkan peran yang mereka anggap sebagai kewajiban seorang guru saja. Mereka harus melatih diri mereka terlebih dahulu dan tidak boleh lupa bahwa menjadi seorang guru juga berarti perjalanan belajar mandiri,” katanya.

Ia mengatakan bahwa sistem ujian di Turki juga akan menghapus sistem pendidikan yang berkontribusi pada perbedaan layanan pembelajaran di antara sekolah-sekolah dan system yang memaksa orang tua untuk mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah dengan pilihan yang lebih tinggi dan kesan “terfavorit”.

“Kami hanya bisa mengurangi tekanan ujian pada siswa jika kami mengurangi perbedaan antar sekolah,” tambahnya.

“Kita tidak bisa maju hanya dengan mengubah nama dan metode dalam ujian, tapi kita juga perlu mengurangi perbedaan antar sekolah pada saat yang sama,” pungkas Selçuk.

Sistem pendidikan telah mengalami banyak perubahan dalam sejarah singkat Turki modern dan setiap langkah baru telah membawa tantangan baru. Dalam 15 tahun terakhir, pemerintah berhasil memaksakan perbaikan sistem dengan keberhasilan yang cukup signifikan, terutama dalam hal ujian masuk universitas dan sekolah yang lebih baik dengan ruang kelas lebih banyak dan penggunaan teknologi yang lebih besar dalam pendidikan.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here