“Ayla: The Daughter of War”, Film Persahabatan Antara Turki dan Korea Selatan

0
319

BERITATURKI.COM, Turki – “Ayla: The Daughter of War” merupakan sebuah film tentang persahabatan antara Turki dan Korea Selatan yang diputar untuk pertama kalinya di Grand Pera Emek Movie Theatre Turki oleh Beyoğlu Municipality pada peringatan 60 tahun persahabatan kedua negara tersebut. Tayang perdana pada 27 Oktober 2017, film ini menceritakan kisah seorang Sersan Turki bernama Süleyman Dilbirliği yang tergabung dalam Perang Korea pada tahun 1950.  Selama perang itu, Dilbirliği merawat seorang gadis Korea seolah-olah ia adalah putrinya sendiri.

Ialah Kim Eun-ja, seorang gadis Korea Selatan yang yatim piatu menilai Dilbirliği adalah seorang figur ayah yang baik. Orang tua Kim terbunuh dalam perang dan Dilbirliği menemukannya sendirian di hutan. Ia memutuskan untuk membawa gadis 5 tahun tersebut ke garnisun Turki dan merawatnya selama 14 bulan. Namun, ketika pasukan harus kembali ke Turki setelah perang, Kim dipercayakan kepada pasukan lain di sana. Kemudian ia dikirim ke panti asuhan.

Skenario film yang disutradarai oleh Can Ulkay ini ditulis oleh Yiğit Güralp. Adapun yang memerankan tokoh-tokohnya yaitu Çetin Tekindor, Lee Kyung-jin, Ali Atay, Taner Birsel, Mehmet Esen, dan Murat Yıldırım. Saat pemutaran perdana berlangsung, Gubernur Istanbul Vasip Şahin, Direktur Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Istanbul Coşkun Yılmaz, veteran Süleyman Dilbirliği, yang menjadi tokoh utama, aktris dan aktor film, termasuk Kim Seol dan İsmail Hacıoğlu, tercatat hadir bersama dengan banyak aktor terkenal dan aktris dari dunia perfilman lainnya.

Mengacu pada persahabatan antara Turki dan Korea Selatan, Walikota Beyoğlu Ahmet Misbah Demircan mengatakan: “Persahabatan ini dapat diringkas dengan dua idiom Turki. Yang pertama adalah ‘Kara gün dostu olmak’ [artinya: Menjadi seorang teman yang bergegas membantu jika dibutuhkan]. Kami adalah teman yang membutuhkan bersama dengan Korea Selatan. Sebuah legenda besar tersembunyi dalam persahabatan ini. Yang lainnya adalah ‘Yiğit kavgada belli olur’ [artinya: Anda tahu siapa yang berani atau tidak saat berperang]. Kami telah menyaksikan keberanian satu sama lain. Hanya kami yang bertarung bersama melawan musuh, tetapi kami juga membuat persaudaraan yang akan bertahan selama bertahun-tahun. Banyak juga pengalaman yang tersembunyi dalam kalimat ini. Putra-putra kami melintasi bermil-mil jalan dan membayar persahabatan mereka dengan murah hati kepada masyarakat Korea Selatan.”

“Kami menentang kekejaman dengan cara apa pun. Kami tidak akan kehilangan perspektif ini sampai perdamaian menguasai seluruh dunia, karena perang adalah hal terburuk yang diciptakan dalam sejarah umat manusia. Adalah tugas manusia bahwa kami harus peka terhadap para penderita perang,” kata walikota sambil menggarisbawahi bahwa orang Turki adalah teman dari semua orang yang tertindas di dunia.

Cha Young Cheol, konsul jenderal Republik Korea untuk Istanbul, mengatakan bahwa Kota Soengbuk Korea Selatan sepakat untuk menandatangani Perjanjian Persahabatan dengan Kota Beyoğlu pada bulan Maret 2012.  Menjelaskan bahwa Turki dan Korea Selatan telah saling mendukung secara budaya dan ekonomi selama 60 tahun, Cheol menambahkan, bahwa sebanyak 2.500 warga Korea tinggal di Istanbul sebagai bagian dari orang-orang Turki saat ini. Selain itu, ada 110 perusahaan Korea di Istanbul. Perusahaan-perusahaan Korea ini memiliki peran penting dalam proyek-proyek infrastruktur Turki. Perusahaan-perusahaan Korea juga telah membangun Jembatan Sultan Selim Yavuz dan Terowongan Eurasia, serta pembangunan Jembatan Çanakkale 1915.

Turki bergabung dengan Perang Korea di bawah komando AS selama 1950 dan 1953 untuk mendukung Korea Selatan melawan Korea Utara dan komunisme. Sebanyak 741 tentara Turki tewas dalam perang.

Kim dan Dilbirliği terakhir bertemu ketika Kim, yang kini berusia 74 tahun, mengunjungi Dilbirliği pada akhir November 2017 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit Istanbul . Dilbirliği wafat pada 7 Desember 2017 di usia 91 tahun. Dilbirliği dirawat di rumah sakit setelah mengalami gangguan pernapasan dan gagal ginjal saat menghadiri pemutaran perdana film tersebut. Sejak saat itu, ia harus berada di unit perawatan intensif di Rumah Sakit Pelatihan dan Penelitian Haydarpaşa di Istanbul.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here