Aya Sofia Siap Digunakan Untuk Shalat Jum’at Perdana

0
134

Banyak umat Islam ingin menghadiri shalat Jumat perdana untuk menandai kembalinya Aya Sofia sebagai masjid, kata gubernur Istanbul Ali Yerlikaya.

BERITATURKI.COM, Istanbul| Masjid Aya Sofia siap dibuka kembali pada 24 Juli (hari ini, Red.) dalam rangka shalat Jum’at untuk pertama kalinya setelah ditutup 86 tahun sejak tahun 1934, sebagaimana disampaikan oleh gubernur Istanbul tadi sore (23/07).

Dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis di salah tempat paling ikonik di dalam Aya Sofia, Ali Yerlikaya mengatakan semua orang berharap untuk menghadiri shalat yang spesial pada Jum’at Akbar di bulan Dzulhijjah dengan antusiasme yang besar.

Namun Ali Menekankan kepada warga kota Istanbul yang akan menghadiri salat Jumat untuk mematuhi protokol dan langkah-langkah virus Corona, ia mengatakan lima ruang terbuka yang berbeda disediakan untuk para jamaah sebagai upaya mencegah kepadatan yang berlebihan.

Pintu masuk ke area yang disediakan untuk sholat akan dibuka pada pukul 10.00 pagi (800 GMT) pada hari Jumat, Yerlikaya menambahkan.

Yerlikaya menyampaikan bahwa “Para jamaah akan diberikan akses masuk ke dalam area masjid setelah melewati pemeriksaan di 11 titik pintu masuk yang berbeda,” katanya.

Berikut 11 protokol resmi yang disampaikan Gubernur Istanbul dan Diyanet untuk memasuki masjid Aya Sofia yang disampaikan melalui agensi berita resmi Turki Anadolu Agency:

Pengumuman protokol dan tata tertib pelaksanaan shalat Jum’at Perdana di Masjid Aya Sofya (24/07)
  1. Pembukaan tempat sholat dibuka pada pukul 10.00 pagi
  2. Setiap titik pos masuk diadakan pengecekan suhu dan kontrol masker
  3. Arah kedatangan dibuka dari 3 titik utama yaitu Beyazıt, Şirkeci, dan Çatladıkapı
  4. Disediakan 11 titik pengecekkan di gerbang masuk tempat sholat
  5. Mulai hari ini pukul 20.00 di berlakukan penutupan ruas jalan di beberapa titik (seperti Jembatan Galata dsb)
  6. Terowongan Avrasya tetap dibuka, angkutan perjalanan laut, metro, dan marmaray tetap berjalan dengan semestinya.
  7. Tramway jurusan Beyazit – Eminonu ditutup mulai hari ini pukul 20.00 s/d hari senin pagi pukul 06.00
  8. Bagi warga yang datang dari luar kota Istanbul menggunakan Bis disediakan lahan parkir di daerah Yenikapı, dan disediakan pula angkutan gratis sampai Çatladıkapı.
  9. Ditugaskan 736 Petugas Kesehatan yang tersebar di 17 Pos Kesehatan, 1 helikopter ambulans, dan 101 mobil Ambulans
  10. Masjid Ayasofya dibuka sampai pagi hari

Catatan tambahan;

  1. Acara akan dimulai pada pagi hari pukuk 10.00 dengan Takbir serta Shalawat
  2. Kepala Direktorat Urusan Agama Diyanet Prof. Dr. Ali Erbaş akan memimpin doa penutup setelah pembacaan Al-Quran
  3. ditetapkan 3 tempat sholat untuk laki – laki dan 2 tempat sholat untuk perempuan :
    a. untuk laki – laki = Ayasofya Meydanı, SultanAhmet Meydanı, dan Yerebattan Caddesi
    b. untuk Perempuan = Mehmet Akıf Parkı dan wilayah disebelah Sultanahmet Türbesi.

Terkait dengan transportasi ke masjid Istanbul yerlikaya mengatakan “Bahwa untuk menjaga keamanan dan ketertiban, maka beberapa jalan dan jalur metro akan ditutup sebelum dan selama waktu sholat.

Dalam rangka antisipasi wabah COVID-19, Yerlikaya juga mengingatkan para jamaah yang datang ke Hagia Sophia harus membawa topeng dan sajadah mereka sendiri serta kesabaran dan pengertian untuk melindungi diri dari virus dan membuat segalanya lebih mudah.

Hagia Sophia adalah salah satu tujuan wisata utama Turki untuk pengunjung domestik dan asing.

Pada tahun 1985, selama menjadi museum, Hagia Sophia telah dimasukkan kedalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Masjid ini telah berfungsi sebagai gereja selama 916 tahun hingga penaklukan Istanbul, dan digunakan sebagai masjid dari tahun 1453 hingga 1934 -hampir setengah milenium- dan yang terbaru sebagai museum selama 86 tahun.

Pada 10 Juli, pengadilan Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934 yang mengubah Aya Sofia menjadi museum, membuka jalan untuk digunakan kembali sebagai masjid setelah jeda 86 tahun.

Pada 16 Juli, Direktorat Urusan Agama Turki menandatangani protokol kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengelola Aya Sofia setelah dikonversi menjadi Masjid kembali.

Di bawah protokol resmi, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akan mengawasi pekerjaan restorasi dan konservasi, sementara Direktorat Urusan Agama akan mengawasi layanan keagamaan.

Warisan arsitektur juga akan terbuka untuk wisatawan domestik dan asing secara gratis untuk bisa dikunjungi setiap saat selain pada waktu-waktu shalat yang telah ditentukan.AA

Warisan Bersejarah dari dua peradaban besar dunia siap untuk dijadikan sebagai tempat ibadah kembali sesuai dengan awalnya.AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here