Askıda Ekmek, Budaya “Berbagi” Ottoman Yang Kian Dijunjung

0
178

Ne verirsen elinle, o gelir seninle

Apa yang kamu berikan dengan tanganmu, dialah yang datang denganmu

-Peribahasa Turki-

BERITATURKI.COM, ISTANBUL-  Tolong menolong dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sudah menjadi budaya yang mengakar pada ruh bangsa Turki. Baru-baru ini pemerintah Turki mengirim sejumlah bantuan medis ke berbagai negara di Asia dan Eropa, termasuk pengiriman ke negara yang dikenal terkuat di dunia yaitu Inggris. Inilah sesuatu yang selalu dijunjung oleh Turki termasuk para rakyatnya yaitu budaya “berbagi”.

Pada zaman Ottoman, terdapat sebuah budaya berbagi yang dikenal dengan  Askıda Ekmek  atau roti di gantungan.  Setiap orang yang membutuhkan bisa mengambil sejumlah roti yang dibutuhkannya tanpa harus membayar.

Ambil 2 Bayar 4

Ketika pembeli pergi ke toko roti untuk membeli roti, Ia akan membeli beberapa roti dan membayar lebih untuk roti lainnya. Katakanlah Anda membeli dua roti. Saat membayarnya Ia akan membayar untuk empat buat roti. Dua roti lebih itu akan digantung pada sebuah gantungan di toko roti. Roti yang digantung inilah yang akan menjadi hak mereka yang membutuhkan. Anda memberi lima roti uang saat Anda membayar roti.

Mereka yang membutuhkan bertanya kepada tukang roti, “Apakah ada roti yang digantung?” mereka mengatakan iya jika ada roti yang ditangguhkan. Mereka yang mengambil roti juga hanya akan mengambil roti sesuai yang dibutuhkan saja. Misalnya didalam gantungan ada 5 roti namun ia hanya membutuhkan 2 roti saja maka ia hanya akan mengambil 2 roti saja, 3 roti itu akan tetap berada di gantungan untuk mereka yang membutuhkan lagi.

Komşu Açken Tok Yatan Bizden Değildir (Yang Tertidur Sedangkan Tetangganya Lapar Bukanlah Bagşan Dari Kami)

Sejatinya praktek ini merupakan perwujudan dari sebuah hadist nabi ‘Tidaklah mukmin orang yang kenyang sementara tetangganya lapar sampai ke lambungnya, (Bukhari).

Walaupun Turki Ottoman sudah terganti menjadi Republik Turki, namun budaya ini tidak hilang begitu saja. Hingga saat ini budaya ini diterapkan di berbagai toko roti di berbagai kota seperti Istanbul, Karamanmaras, Konya, Karabük dan Nevşehir.

Zeki Azgın

Zeki Azgın, yang telah menjadi tukang roti selama 30 tahun dan menjalankan Toko Roti Trabzon di Gaziosmanpaşa  Istanbul selama 23 tahun, bersama dengan saudara-saudaranya, melanjutkan profesi ayahnya seperti halnya banyak tukang roti. Azgın mengatakan bahwa ayah dan kakeknya juga menerapkan budaya roti gantung,

“Kami sebenarnya melanjutkan tradisi Ottoman.  Budaya nenek moyang kami. Terkadang pembeli meninggalkan uang lebih untuk roti yang dibelinya  agar mereka yang membutuhkan bisa memakan roti juga”,

 “60-70 roti  perhari berada digantungan. Kami tidak memiliki diskriminasi rasial yang  terpenting adalah yang membutuhkan”, ujarnya/

Tak Hanya Roti Digantung

Perilaku yang unik bagi orang Turki ini  adalah salah satu dari budaya Ottoman yang mengakar. Bahkan, ini tidak hanya diterapkan pada roti. Namun juga pada benda yang lain, seperti sayuran, buah, teh dan kopi bahkan juga pakaian. Prinsip dari hal ini juga sama yaitu dengan menggantungnya. Namun untuk teh dan kopi hanya gambar nya saja yang digantung, mereka yang membutuhkan akan mengambil gambar itu dan menukarkan gambarnya di kedai kopi atau kedai teh. (twa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here