Ankara Kecam Charlie Hebdo Yang Mengarahkan Target Serangannya Ke Erdogan

0
39

BERİTATURKİ.COM, Ankara-

Turki mengecam majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo pada hari Selasa karena menerbitkan “apa yang disebut karikatur menjijikkan” yang konon adalah dari Presiden Recep Tayyip Erdogan.

“Anda tidak dapat menipu siapa pun dengan bersembunyi di balik kebebasan berpendapat! Saya mengutuk publikasi tidak bermoral dari kain Prancis yang tidak dapat dimaafkan tentang Presiden kami,” kata Wakil Presiden Turki Fuat Oktay di Twitter.

“Saya menyerukan kepada masyarakat internasional yang bermoral dan cermat untuk berbicara menentang aib ini.”

juru bicara kepresidenan Turki Fahrettin Altun juga mempertimbangkan.

“Yang disebut karikatur itu menjijikkan dan mereka sama sekali tidak memiliki rasa kesusilaan manusia yang sebenarnya. Ini jelas merupakan produk dari lingkungan budaya xenofobia, Islamofobia dan intoleran yang tampaknya diinginkan oleh kepemimpinan Prancis untuk negara mereka,” kata Altun.

Sementara menggarisbawahi posisi Turki yang menentang setiap kekerasan dan tindakan terorisme terhadap warga sipil, dia mengatakan: “Kami tidak akan tinggal diam dalam menghadapi serangan menjijikkan terhadap budaya dan agama kami tidak peduli dari mana asalnya.”

“Hasutan rasis, xenofobia, Islamofobia, dan anti-Semit tidak akan mampu memprovokasi kami untuk membalas dengan cara yang sama. Kami menolak untuk tunduk pada intimidasi dan provokasi Anda berdasarkan korban yang Anda rasakan,” tambahnya.

“Kami menyerukan kepada semua teman Eropa yang berakal untuk melawan rasisme budaya primitif semacam ini, kemandulan intelektual dan wacana tidak beradab.”

Charlie Hebdo, majalah satir Prancis sayap kiri yang terkenal karena menerbitkan karikatur anti-Islam telah menarik kemarahan dan kecaman yang meluas di seluruh dunia Muslim.

Awal tahun ini, mereka menerbitkan ulang kartun yang menghina Islam dan Nabi Muhammad. Karikatur tersebut pertama kali diterbitkan pada tahun 2006 oleh surat kabar Denmark Jyllands-Posten, yang memicu gelombang protes hampir di seluruh dunia.

Sementara itu salah satu media karikatur Turki @Misvak menggambarkan bagaimana Eropa dimana Prancis (termasuk Jerman dan Belanda) didalamnya terus melskukan kampanye terhadap Islam, atau Gerakan Islamofobia di UE menggambarkan kenaikan neo-nazi di Eropa.

Gambar balasan dari karikaturis Turki Misvak Dergi atau majalah online yang menyampaikan pesan kenaikan neo-nazi di Eropa dengam mengsrahkan senjatanya kepada umat İslam.

Sumber: DailySabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here