[Analisis] Politik Turki Antara Reformasi dan Keseimbangan Kawasan

0
39
Rapat intensif Majelis Permusyawaratan Republik Turki (TBMM) terkait paket perubahan/reformasi konstitusi terbaru

Oleh: Ihsan_AKTAŞ (Analis Dailysabah.com)

BERITATURKI.COM, Ankara – Meskipun menjadi bagian dari wilayah yang bergejolak secara politik, Turki terus berpegang pada tradisi demokrasinya.

Sejak Piagam Aliansi (Sened-i Ittifak) ditandatangani antara sultan dan pemilik tanah terkemuka pada tahun 1808, perjalanan demokrasi Turki terus berlanjut meskipun sesekali mengalami kemunduran. Sebagai negara muda, Republik Turki secara bertahap menyelesaikan proses pelembagaan demokrasi yang sangat dinamik.

Saat saya menulis artikel ini, dua topik yang menjadi agenda politik Turki adalah kasus penutupan Partai Demokrat Rakyat (HDP) dan anggota parlemen HDP Ömer Faruk Gergerlioğlu dicabut jabatannya oleh keputusan pengadilan karena menyebarkan propaganda teroris.

Untuk mengevaluasi agenda politik Turki saat ini, perlu dipahami proses sejarah yang membentuknya.

Ketika perang saudara Suriah meletus, pemerintah AS berharap Turki akan melancarkan perang langsung melawan rezim Suriah. Meskipun mereka mendukung kelompok oposisi yang sah di Suriah, pemerintah Turki tidak terlibat dalam pertempuran langsung dengan rezim Bashar Assad.

Setelah pembunuhan duta besar AS untuk Libya, Washington secara drastis mengubah kebijakan Suriahnya. Menolak kebijakan sebelumnya yang mendukung perubahan sistem di Suriah, AS mulai berpisah dengan Turki.

Meskipun tanggung jawab Turki dalam perang saudara Suriah sangat berat, terutama dalam hal krisis pengungsi, pemerintah Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) memulai proses rekonsiliasi di bawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdoğan.

Sementara orang-orang pada umumnya sangat antusias mendukung proses perdamaian, partai-partai politik oposisi mengkritik proses yang sedang berlangsung tanpa menyabotase proses tersebut.

Karena kesal dengan keterlibatan aktif Turki dalam perang saudara Suriah, baik Iran maupun rezim Suriah meyakinkan PKK melalui mantan Presiden Irak Jalal Talabani untuk meninggalkan proses perdamaian.

Menempatkan kepercayaannya pada dukungan AS, PKK menghentikan negosiasi dan meluncurkan serangkaian serangan teroris untuk menandai akhir dari proses rekonsiliasi.

Sementara itu, kelompok teroris Daesh meningkatkan serangannya terhadap Turki, sedangkan Kelompok Teror Gulen (FETÖ) mencoba melakukan kudeta yang gagal berkat perlawanan sipil rakyat.

Selama periode ini, Turki berjuang melawan ketiga kelompok teroris ini, sambil menjalankan kebijakan luar negerinya yang aktif dalam perang saudara Suriah.

Turki sebagian besar telah berhasil dalam perjuangannya melawan kelompok teroris ini. Ketika tentara Turki memberikan pukulan dahsyat kepada PKK di Suriah dan Irak dalam operasi militer berturut-turut, keluarga yang memprotes penculikan anak-anak mereka oleh PKK telah menciptakan sentimen anti-PKK yang kuat di seluruh negeri.

Saat ini, perjuangan para ibu Diyarbakir untuk mengambil kembali anak-anak mereka dari PKK terus berlanjut dengan tekad.

Untuk konsolidasi demokrasi Turki, HDP perlu mengupayakan politik yang konstruktif, yang independen dari PKK.

Reformasi dimulai
Sementara negara Turki melanjutkan perjuangannya melawan terorisme, pemerintah memulai proses reformasi.

Dengan visi demokrasi yang komprehensif, pemerintah meluncurkan proses pembuatan konstitusi demokrasi baru dengan menunjukkan kesediaan mereka untuk menyelesaikan masalah Turki dengan rekonsiliasi sosial.

Meski proses rekonsiliasi dihentikan oleh PKK, namun pemerintah Partai AK terus melakukan reformasi demokrasi khususnya di bidang peradilan.

Kasus penutupan HDP kini menjadi subyek hukum yang akan diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi.

Dalam waktu dekat, kita akan menyaksikan apakah Partai AK akan mempertahankan sikap reformisnya atau menempuh kebijakan keamanan karena keadaan yang mendesak. Saat ini, pemerintahan berfluktuasi antara garis reformasi dan keamanan.

Sumber: Daily_Sabah/Ihsan AKTAŞ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here