[ANALISIS] Membaca “Hubungan” Putin dan Erdoğan

0
101

By; TZU & @hazal (Analis di Beritaturki.com)

BERITATURKI.COM, Ankara (16/05).

Hari-hari terakhir menyaksikan ‘hubungan’ komunikasi ‘pasang-surut’ antara duo pemain global kontempor ini mungkin akan membuat sebagian besar orang-orang kebingungan, bahkan termasuk para analis sekalipun.

Bagaimana tidak, di satu sisi mereka saling bersalaman, namun disisi lain mereka saling menikam, bak bermain peran sandiwara di atas panggung Opera, kata salah satu pengamat politik di Ankara.

Ada yang bertanya kenapa Putin tidak begitu galak kepada Erdogan?, Atau sebaliknya. Ada yang berspekulasi bahwa ‘kalem’nya erdogan sama putin dijadikan alasan untuk menuduh erdogan ibarat anak piaraan “Moskow” atau Moskow minded.

Untuk memahami hal ini kita harus tau dulu posisi mereka berdua dalam status geo-politik global.

Erdogan dan Putin merupakan dua sosok penting dalam proses stabilisasi kawasan khususnya yang berhubungan dengan hotspot di timur tengah (suriah), dan hubungannya dengan beberapa negara proxy seperti Iran, UEA dll.

Erdogan dan Putin adalah pemeran utama di belakang layar dalam banyak konflik yang sedang memanas di Berbagai belahan bumi hari ini. Antara lain suriah, libya dan kawasan teluk.

Kenapa Erdogan ‘kalem’ dan nggak nge-gas kepada Putin? Jawabannya adalah Erdogan bukannya tidak tegas sama putin, tapi erdogan tau bahwa putin bukan tokoh kelas bulu atau presiden negara ketiga. Berbicara dengan putin butuh cara cara khusus agar misi nasional Turki tetap tercapai.

Berbeda saat Erdogan berurusan dengan pemimpin mesir as sisi atau pemimpin UAE Ben Zayed. Erdogan sangat tegas dan nothing to lose, karena kasarnya memang tidak ada yang bisa diharapkan kafilah kepada anjing yang hanya pandai “menggong-gong”, jangankan kepada mereka, Bahkan kepada Pemimpin Jerman dan Prancis Erdogan sangat tegas.

Hal yang sama juga bisa kita lihat saat Erdogan berurusan dengan pemimpin Saudi MBS dalam kasus pembunuhan Khasoghi juga dengan Assad soal soal HAM sipil di suriah, Ini hanya soal cara diplomasi.

Erdogan tau cara memperlakukan lawan lawannya. Sedangkan putin bagi erdogan adalah partner strategis yang layak didudukkan pada tempatnya.

Putin bukan tipikal pemimpin yang lahir dari kemenangan dadakan di kotak suara. Putin dalam jajak pendapat dunia, adalah pemimpin dunia paling powerfull pengaruhnya melebihi presiden AS.

Pengaruh putin yang begitu kuat dengan kharisma yang tinggi tentu tidak layak diperlakukan sama dengan para boneka boneka barat di berbagai negara.

Erdogan menjalin hubungan dengan prinsip saling menguntungkan dengan Rusia. Dimana keuntungan turki lebih banyak daripada keuntungan rusia dalam hubungan kedua negara ini.

Putin adalah sosok yang sangat disegani oleh negara negara adidaya termasuk AS, Cina, India sampai Eropa. Erdogan paham betul posisi strategis putin.

Sebaliknya, Putin juga tau posisi erdogan yang sangat strategis dan kuat. Kita melihat bagaimana putin dan erdogan sama sama mengedepankan hormat dan respek yang tinggi satu sama lain dalam berbagai urusan.

Walaupun Erdogan menghormati putin, tapi kalau sudah berkaitan dengan kepentingan nasional Turki, Erdoğan tidak segan juga melawan putin.

Kasus perang suriah tiga bulan lalu sebagai bukti nyata erdogan tidak bisa digertak putin. Sebelum perang dimulai yang menewaskan 3300 tentara assad tersebut, kabarnya putin sempat menelpon erdogan dan meminta operasi militer turki di idlib dan sekitarnya tidak dilakukan setelah 34 tentara turki tewas dirudal tentara Assad.

Erdogan tetap melanjutkan operasi militer besar-besaran itu.

Sebaliknya, walaupun putin menghormati erdogan, namun jika sudah berkaitan dengan kepentingan nasional Rusia, putin juga berkali kali berseberangan dan berhadap-hadapan dengan Erdogan.

Dua pemimpin ini sama sama punya karakter yang kuat dan tak bisa didikte. Hubungan pasang surut keduanya juga dalam konteks menjaga wibawa masing masing dan konteks menjalankan tugas menjaga amanah rakyat mereka masing masing.

Walaupun hubungan mereka sering pasang surut, tapi bisa dikatakan lebih banyak “mesra” nya ketimbang berseberangan.

Dalam kasus blokade Qatar oleh Arab Saudi dkk misalkan, Turki memanfaatkan posisi putin untuk ikut memback up Qatar. Posisi ini sukses membuat musuh Qatar harus berfikir dua kali.

Dalam kasus pembelian sistem senjata canggih Rusia S-400 oleh Turki misalkan, Turki sukses menaikkan posisi tawarnya di depan negara negara NATO dkk.

Dalam kasus dikeluarkannya Turki dari Joint proyek F35 bersama AS-NATO misalkan, Turki justru dapat keuntungan dengan menandatangani proyek pembuatan Sukhoi bersama Rusia plus reverse engineering nya.

Dalam kasus perang Suriah dimana Putin memback up assad misalkan, Erdogan tau bahwa Putin di suriah karena histori panjang hub kedua negara tersebut dengan total nilai aset Rusia-Suriah yang fantastis sejak lama. bahkan sejak Erdogan belum memimpin Turki.

Apalagi Turki dan Rusia juga memiliki kepentingan yang sama terhadap Suriah dimana jalur pipa migas Suriah ke Rusia, dan jalur Gas Rusia ke Eropa mengalir melalui tanah Turki.

Erdogan mencoba berpikir rasional soal hadirnya Rusia di suriah, dengan tetap tidak sedikitpun menoleransi setiap kejahatan assad terhadap sipil Suriah.

Dalam Kasus Libya.

Rusia diketahui menjadi salah satu pendukung Haftar (LNA) yang sangat kokoh bahkan saat turki belum masuk ke libya (Turki masuk ke Libya Nov 2019).

Tapi perlu diketahui, bahwa Rusia tidak langsung masuk ke libya lewat kementerian pertahanannya, tapi Rusia masuk libya lewat “mafia”nya dengan menggy pihak ke 3, atau perusahaan swasta Wagner Grup.

Sedangkan turki adalah satu satunya negara sah secara hukum internasional yang masuk ke libya dibawah rezim sah Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA).

Turki masuk secara resmi lewat kementerian pertahahanan dan lewat voting DPR. Beda dengan Rusia yang masuk libya lewat jalur gelap.

Jalur gelap yang ditempuh rusia di libya justru menguntungkan posisi turki, oleh karena itu erdogan pura pura gak tau tapi tentara putin di wagner Grup terus dihajar tentara turki di lapangan.

Putin tau erdogan cerdik, erdogan pasti akan menindak tegas semua pendukung Haftar tak terkecuali orang orangnya putin. Karena erdogan tau, orang orang yang lewat ruang gelap gak akan bisa protes ke dunia internasional saat dia kena hajar di lapangan.

Oleh sebab itu, erdogan tidak pernah menyerang putin soal keterlibatan putin di libya lewat pihak ke 3 tadi lewat kata kata.

Beda dengan mesir, emirat, prancis dkk yang masuk libya langsung lewat retorika pemimpin negara masing masing. Maka ini memudahkan erdogan melawan mereka lewat jalur diplomasi resmi.

Erdogan tau putin juga cerdik, putin sengaja masuk ke libya lewat tangan ke 3 agar memudahkan rusia membantu dengan leluasa tanpa harus bentrok dengan musuh bebuyutan utamanya AS.

Kedua pemimpin negara ini sama sama cerdik dan sama sama mampu bermanuver hebat di tengah banyak sorotan dunia internasional.

Keduanya sama sama paham harus berbuat apa dalam kondisi tertentu, baik kondisi normal atu kondisi genting.

Sayangnya, putin di libya kali ini salah perhitungan. Tangan putin lewat Pihak ke 3 di libya saat ini justru jadi bulan bulanan turki, seperti serangan kemarin malam yang menargetkan wagner grup.

Erdogan diam saja padahal Erdogan tau bahwa Putin sedang marah besar ke Turki karena ada 7 tentara putin yang tewas disana bersama tentara Haftar.

Hubungan yang “tarik-ulur” antara dua orang yang sama kuat, dua orang berprinsip, dua orang dengan intergritas dan wibawa tingkat tinggi dalam mengelola negara mereka masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here