Analis nilai pasar Indonesia belum akan tertekan seperti Turki

0
63

JAKARTA, Perekonomian Indonesia, menurut analis pasar global Bank Mega James Evan Tumbuan, belum akan tertekan separah Turki.

“Tapi memang Indonesia berpotensi terkena dampak, apalagi kita lihat current account defisitnya melebar menjadi 3 persen dan rupiah berpeluang tertekan hingga Rp14.700 per dolar AS,” jelas Evan, kepada Anadolu Agency di Jakarta, Senin.

Evan mengatakan, Indonesia berbeda dengan Turki dalam hal produk andalan ekspor. Bila Indonesia menjadikan komoditas khususnya kelapa sawit sebagai unggulan, maka ekspor andalan Turki adalah baja dan aluminium.

Ekonomi Turki saat ini tertekan akibat tarif impor yang dibebankan AS untuk produk aluminium asal Turki sebesar 20 persen dan baja 50 persen. Padahal, kedua produk tersebut adalah penyumbang devisa yang besar bagi Turki.

“Selama tiga bulan terakhir, tidak ada pesanan baja sama sekali dari Amerika, dan Amerika adalah pasar besar bagi produsen baja Turki, khususnya yang menghasilkan pipa-pipa baja,” lanjut Evan.

Sanksi AS terhadap Turki berupa pengenaan bea impor, menurut Evan, akan berlangsung panjang dengan adanya arogansi AS.

Sesuai motto Presiden Trump ‘Make America Great Again’, menurut dia, negeri Paman Sam akan mencoba memproduksi sendiri bahan-bahan baku untuk industrinya, seperti baja dan aluminium.

Krisis Turki, menurut dia, paling akan terasa dampaknya pada sektor perbankan global dan menimbulkan inflasi di negara tersebut.

“Turki mengimpor USD1,6 miliar untuk mesin-mesin dari AS dan ini akan berdampak pada sektor industri, terutama manufaktur. Turki juga banyak mengimpor kapas dan alat kesehatan dari AS,” urai dia. (Ach)

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here