Alumni Beasiswa Turki yang Menjadi Menteri Kehakiman Somalia Melakukan Kunjungan Luar Negeri Pertama ke Turki

0
57
Menteri Kehakiman untuk Pemerintah Federal Somalia Abdulkadir Mohammed Nur, lulusan Fakultas Ilmu Politik Universitas Ankara dengan beasiswa Kepresidenan untuk Turks Abroad dan Komunitas Terkait, terlihat saat wawancara di Ankara, Turki pada 26 Desember 2020. (Ali Balıkçı - Anadolu Agency)

Abdulkadir Mohamed Nur melakukan kunjungan luar negeri resmi pertama ke ‘rumah kedua’, Turki setelah ditunjuk sebagai menteri kehakiman Somalia.

BERITATURKI.COM, Ankara – Menteri Kehakiman Somalia, yang juga lulusan Universitas Ankara, melakukan kunjungan resmi pertamanya ke luar negeri ke “rumah keduanya”, Turki.

Setelah tinggal di Turki selama delapan tahun dan menerima pendidikan di sana, dia memutuskan itu akan menjadi tujuan kunjungan luar negeri resmi pertamanya setelah ditunjuk sebagai menteri kehakiman negara Tanduk Afrika tersebut, kata Abdulkadir Mohamed Nur kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara eksklusif pada hari Sabtu. (26/12/2020).

“Saya punya banyak teman dan orang yang saya cintai di sini di Turki. Mengunjungi Turki sangat berarti bagi saya,” kata Nur.

Nur memegang gelar sarjana dalam hubungan internasional dari Universitas Ankara di ibu kota Turki, dan juga bekerja sebagai diplomat di kedutaan Somalia di Turki. Selain menguasai bahasa Somalia dan Inggris, dia juga fasih berbahasa Turki.

Berbicara tentang keputusan pertamanya untuk datang ke Turki beberapa tahun lalu, dia berkata, “Pertama-tama, saya ingin tahu tentang pendidikan dan universitas.”

“Kami mengambil kursus tentang sejarah Turki karena kami adalah negara Muslim,” katanya, menambahkan, “Dengan rasa ingin tahu itu, saya memutuskan untuk datang ke Turki.”

Dia melanjutkan dengan mengatakan, “Saya datang ke sini pada tahun 2009. Ketika saya tiba, saya memutuskan untuk belajar dan bekerja karena saya penasaran dengan pendidikan. Itu sebabnya saya segera mendaftar di kursus bahasa Turki.”

Setelah mulai menerima kelas bahasa Turki, ia mendaftar di universitasnya dengan beasiswa dari Kepresidenan Turki untuk Turki di Luar Negeri dan Komunitas Terkait (YTB).

Turki memberi saya pengalaman unik dengan kehidupan dan pendidikan, katanya, menggarisbawahi bahwa tinggal di negara itu adalah “transisi dan perjalanan yang sama sekali berbeda” baginya.

Ikatan Persaudaraan

Mengomentari hubungan antara Turki dan Somalia, Nur mengatakan, “Seperti yang Anda ketahui, Turki dan Somalia memiliki hubungan persaudaraan. Dan hubungan ini dimulai pada tahun 1600-an di masa Ottoman. Mereka selalu membantu Somalia.”

Mengenai hal ini, kedua belah pihak mulai merevitalisasi hubungan pada tahun 2011 dengan kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, katanya.

“Presiden menjadi harapan Somalia ketika tiba di Somalia karena sedang mengalami masa-masa sulit dan tertutup di dunia,” tandasnya.

“Setelah itu, hubungan kami semakin diperkuat.”

Dalam pertemuannya dengan Erdogan selama kunjungan ke Turki, Nur berkata: “Itu adalah pertemuan yang sangat penting dan membanggakan bagi saya.”

“Rakyat dan negara Turki adalah harapan dunia Muslim dan selalu melihatnya sebagai prioritas dan telah berkorban. Mereka berbagi kekayaan dan segalanya dengan dunia,” dia menggarisbawahi.

“Jadi, saya ingin berterima kasih kepada rakyat Turki. Presiden juga memimpin rakyat Turki dalam hal ini. Saya juga ingin berterima kasih,” katanya.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here