Ali Erbaş: Iedul Fitri adalah Keberkahan, Meski Berbeda Bahasa, Perasaan Ummat Islam Sama.

0
22

“Hari Raya Iedul Fitri adalah hari-hari yang diberkati di mana umat Islam, orang-orang beriman kepada satu Tuhan. ibadah dan doa mereka memiliki perasaan yang sama, meskipun bahasa, ras, warna kulit, geografi, dan budaya mereka berbeda.” Ujar Kepala Urusan Keagamaan Turki Tersebut.

BERITATURKI.COM, Ankara (24/05)

Kepala Urusan Keagamaan Republik Turki, Ali Erbaş, memeberikan khotbah Iedul Fitri di Masjid Ahmet Hamdi Akseki di ibukota Ankara. Khutbah yang disiarkan secara live oleh Anadolu Agency tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aturan jarak sosial dalam penanganan wabah Coronavirus (Covid-19).

Erbaş, yang menyatakan bahwa pemborosan global, keegoisan, dan masalah sosial yang melingkupi kehidupan saat ini, telah menyebabkan kerusakan global, berefek kepada lahirnya pendekatan yang tidak bertanggung jawab dalam mengelola dunia di satu abad terakhir ini. Di saat satu belahan dunia hidup dengan penuh kemewahan dan kesejahteraan, sementara sebagian dunia lainnya dibiarkan hidup dalam kondisi sulit dan putus asa dengan perang, eksploitasi, dan penjajahan. 

Siaran online khutbah Prof. Dr. Ali Erbaş (Kepala Diyanet/ Kepala Urusan Keagamaan Republik) di Mesjid Diyanet, Ahmet Hamdi Akseki Cami-Ankara.

Dalam khutbah, Dr. Erbaş menyatakan adanya pengabaian terhadap solidaritas sesama anak manusia oleh sebagian ya g mampu terhadap sebagian yang membutuhkan telah menyebabkan kelaparan dan kesengsaraan, selain itu ia menunjukkan bahwa perang, organisasi teroris, dan pekerjaan menyeret jutaan orang ke pusaran darah, air mata, dan keputusasaan.

“Hidup sebenarnya adalah sebuah perjalanan untuk kebaikan dan perbaikan” ujar beliau. Ia menekankan bahwa manusia akan “membayar harga” atas pengabaian terhadap tanggung jawab kepada hukum dan moral yang baik dalam kaitannya dengan individu, masyarakat, ekonomi, teknologi, dan alam, Ali Erbaş berkata, “Demi mewujudkan perdamaian kita, baik untuk Dunia Islam, dan Global , kita harus terus merealisasikan nilai-nilai kebaikan, kebajikan, keadilan, solidaritas, berbagi, kemurahan hati, dan keadilan.

Agama ini adalah sebuah din yang menyeru kepada nilai-nilai kebaikan dan perbaikan serta menjauhi dari semua jenis praktik yang menyebabkan keburukan diatas dunia seperti penghasilan tidak sah, terutama bunga, tidak memakan hak orang lain, memberikan hak manusia sesuai dengan fitrahnya. Bagi orang yang beriman, hidup adalah perjalanan kebaikan. ” ekspresi yang digunakan.

Erbaş Melanjutkan “Iedul Fitri adalah hari-hari diberkati bagi umat Islam, bagi orang yang ber-iman, mereka beribadah di tempat masing, namun doa mereka adalah sama, meskipun bahasa, ras, warna kulit, geografi, dan budaya mereka berbeda. Hari ini adalah waktu yang luar biasa bagi kita untuj merayakan kemenangan, serta mengingatkan kita untuk kembali kepada esensi dan fitrah kita”.

Disebabkan oleh kondisi terkini (wabah), dimana masyarakat harus melaksanakan shalat sunnat Ied di rumah masing-masing, Erbaş berkata:

“Seperti pada tahun-tahun terakhir, sebagai bangsa, kita tidak bisa datang ke masjid bersama-sama untuk beribadah. Kami juga tidak bisa melakukan silaturahim dengan keluarga dan kerabat dikarenakan aturan pemerintah untuk menjaga jarak sosial, agar kita tidak menyebarkan virus dan merusak hak Hamba Allah yang lainnya untuk hidup sehat.

Akan tetapi saya percaya pandangan kita terkait wabah ini adalah sama, selama hati kita berdetak dengan kegembiraan yang sama, jarak tidaklah menjadi penting. Selama kita berbagi perasaan yang sama bahwa kita mengalami emosi yang sama, berada jauh tidak menghalangi rasa kegembiraan kita.

Erbaş mengatakan bahwa perjuangan besar kita sebagai suatu bangsa dalam melawan pandemi global ini telah membuahkan hasil dan bahwa hari-hari untuk berdoa dan shalat kembali secara bersama-sama dengan para jamaah di masjid-masjid semakin dekat. Erbaş melanjutkan sebagai berikut:

“Setelah masjid kita buka kembali untuk beribadah dengan jamaah, selanjutnya adalah tugas utama kita bersama untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan dengan tekad dan ketekunan yang sama. Dalam proses awal ini, kita hanya akan melakukan sholat dengan jamaah di masjid hanya pada siang dan sore hari. Para orang-orang tua kita yang telah berusia lanjut, dan anak-anak kita yang di bawah 20 tahun, serta mereka yang memiliki tanda-tanda sakit kami berharap agar mereka untuk bersabar terlebih dahulu untuk tidak dstang ke masjid dengan melakukan doa mereka di rumah masing-masing” ujarnya.

Kedepan tempat wudhu masjid akan ditutup, mari kita shalat dengan mengambil wudhu kita di rumah, serta membawa sajadah pribadi masing-masing. Menggelar sajadah masing-masing di tempat yang telah disediakan dengan jarak tertentu di dalam masjid, Mari kita pakai topeng kita saat datang ke memakai masker dan melepasnya hingga kita kembali ke rumah masing-masing. Mematuhi aturan jarak sosial dalam segala hal. Mengatur shaf shalat sesuai dengan aturan pemerintah dan tidak bersalaman dulu sementara waktu. Saya mengajak kepada seluruh warga Muslim untuk mengikuti peringatan dan petunjuk dari petugas masjid dengan sabar dan sensitif. Saya berharap kita akan bertemu kembali dengan hari-hari yang kita rindukan sesegera mungkin. “

Prof. Ali Erbaş tetap berharap kepada seluruh warga Muslim untuk menjaga silaturahim dengan menggunakan panggilan telepon kepada saudara dan kerabat. Ia memberi selamat kepada dunia Islam pada peringatan Hari Raya Iedul Fitri dan memohon kepada Allah untuk menyelamatkan manusia dari Pandemi ini. Demikian Ali Erbaş dalam khutbah yang dihadiri oleh hanya beberapa orang dari departemen keagamaan tersebut. [AA]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here