Aksi Protes di Perancis, Turki Keluarkan Himbauan Perjalanan Bagi Warganya

0
43
Dok. detiknews

Anakara. Kementerian Luar Negeri Turki pada hari Minggu, 2 Desember 2018, mengeluarkan peringatan bagi warga negara Turki yang bepergian menuju Prancis terkait adanya aksi protes yang terus berlangsung di Paris dan di seluruh Prancis.

Peringatan yang dipublikasikan di situs web resmi itu menyarankan warga Turki yang tinggal di Prancis atau yang akan melakukan perjalanan ke negara Eropa untuk menghindari area demonstrasi, dan tidak berada di tempat yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

Hal ini juga meminta warga Turki untuk berhati-hati saat bepergian melalui jalan raya dan jalan antarkota, mengingat adanya penutupan jalan, barikade, dan blokade baru-baru ini. Dilansir dari Anadolu Agency, Kementerian juga menyarankan warga yang tinggal dan bepergian ke Prancis untuk terus mengikuti perkembangan informasi melalui media lokal, untuk mengetahui peringatan lebih lanjut dari otoritas Perancis, kementerian luar negeri Turki, atau kedutaan besar Turki di Paris.

Ribuan pengunjuk rasa berompi kuning berkumpul di Paris dan beberapa kota lainnya selama dua minggu terakhir untuk memprotes pajak bahan bakar yang secara kontroversial  ditetapkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Demonstran yang umumnya tinggal di daerah pedesaan, karena harga sewa tempat tinggal yang tinggi di pusat kota, telah menuntut Presiden Macron untuk mengurangi pajak bahan bakar dan untuk membuat pengaturan ekonomi yang lebih meringankan hidup mereka.

Polisi Prancis pada hari Sabtu (30/11) menindak para demonstran di sekitar Champs-Elysees Street yang terkenal di ibukota Paris dengan gas air mata dan meriam air. Demonstran mengatur sejumlah besar kendaraan dan membakar tempat sampah serta melempari polisi dengan batu dan botol. Mereka menyerukan Presiden Macron untuk mengundurkan diri dan meneriakkan slogan-slogan yang menentang di dinding-dinding bangunan kota.

Beberapa demonstran mencoba menyeberangi rintangan keamanan menuju Istana Elysee hingga akhirnya polisi memblokir mereka dengan menggunakan gas air mata. Jalan-jalan di beberapa kota ditutup untuk lalu lintas dan menurut pihak berwenang Prancis, sekitar 5.500 pengunjuk rasa turun ke jalanan Paris.

Sejauh ini, setidaknya dua orang telah tewas dan 890 orang terluka, sementara 158 dari mereka adalah pejabat keamanan, serta 1.081 orang telah ditahan dan 9 pemrotes dijatuhi hukuman empat bulan penjara selama demonstrasi yang telah berlangsung lebih dari dua minggu. Pemimpin Prancis memperingatkan bahwa pelaku kekerasan dalam protes yang sedang berlangsung di Paris akan dihukum.

Menurut survei yang dilakukan di negara itu, sebanyak 84 % warga Prancis mendukung “rompi kuning”, mereka merupakan sebagian besar dari kelompok pendapatan kelas menengah. Di Prancis, harga bahan bakar telah meningkat lebih dari 20 %pada tahun lalu.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here