Aksi Insan Nusantara Peduli Tsunami Banten dan Lampung

0
100

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Sabtu, 22 Desember 2018, pukul 21.03 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan naiknya air muka pantai pada pukul 21.27 WIB berdasarkan tdegauge atau pengamatan sementara.

Kepala BMKG Dwikorita Kurnawati memberikan laporan pada hari Minggu (23/12/2018) di Kantor BMKG, Jakarta, bahwa BMKG telah merekam waktu untuk menganalisis dan menyatakan bahwa gelombang tersebut merupakan gelombang tsunami dengan tipe pola yang sangat mirip dengan gelombang tsunami yang terjadi di Palu. BMKG menduga tsunami yang terjadi di Selat Sunda disebabkan oleh letusan atau longsoran Gunung Anak Krakatau.

Data sementara mencatat dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususnya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Hingga 23/12/2018 pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang. Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak.

Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Lembaga bantuan kemanusian Aksi Insan Nusantara (AIN) menghimpun data bahwa Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami. Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat. Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

Di Lampung Selatan, sebanyak 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang. Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah. Penanganan darurat terus dilalukan. Status tanggap darurat dan struktur organisasi tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum dan lainnya masih disiapkan. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaikan darurat.

Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya.

Lembaga bantuan kemanusian AIN membuka rekening donasi bagi korban tsunami Banten dan Lampung melalui Bank Mandiri 166 00 333 2222 3 (a.n Yayasan Aksi Insan Nusantara) dengan menambahkan nominal transfer sebesar Rp.091. Informasi lengkap seputar AIN dapat Anda akses melalui instagram @aksiinsannusantara.(Yn)

Sumber: @bnpb_indonesia via Bapak @sutopopurwo (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB), detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here