AKP Siap Lakukan Pemilihan Ulang di Istanbul

0
76

BERITATURKI.COM, Istanbul – Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) siap untuk mengambil tindakan terkait pelaksanaan pemilihan walikota di Istanbul, ibukota komersial Turki, karena kelengkapan bukti aplikasi yang menjelaskan kecurangan dalam proses pemilihan tersebut akan segera selesai. Pada periode berikutnya, diharapkan AKP akan mengajukan aplikasi resmi usai penghitungan suara di Istanbul selesai. Dalam aplikasi tersebut AKP akan mencantumkan alasan yang mengharuskan pemilihan ulang dilakukan berdasarkan bukti dan dokumen. Beberapa alas an lainnya juga disertakan, termasuk pemilih yang tidak sah atau telah meninggal yang diduga namanya disertakan dalam pemilu.

Selain itu, komite pemungutan suara di banyak distrik tidak sesuai dengan persyaratan hokum, seperti adanya catatan suara yang kosong atau tidak ditandatangani dan pendaftaran pemilih yang tidak teratur. Mengikuti instruksi Presiden Recep Tayyip Erdoğan untuk menggunakan semua hak yang diizinkan oleh undang-undang, para pakar hukum pemilu dari AKP berupaya sebaik mungkin untuk menyiapkan bukti aplikasi sebagai syarat dilakukannya pemilihan ulang.

Büyükçekmece adalah distrik yang telah memicu sebagian besar diskusi tentang penyimpangan dalam pemilihan di Istanbul. Bukti dan hasil seputar investigasi yang sedang berlangsung di distrik Büyükçekmece, catatan pernyataan dan laporan resmi tentang pendaftaran pemilih yang tidak sah serta rincian investigasi yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri akan dimasukkan dalam bukti aplikasi.

Permohonan AKP untuk pembatalan pemilihan di distrik Büyükçekmece diperkirakan akan dilaporkan pada hari Kamis (18/04/2019). Namun, Dewan Pemilihan Umum (YSK) menunda keputusannya dan menyatakan bahwa bukti tersebut akan dievaluasi dengan aplikasi AKP terkait pemilu di Kota Metropolitan Istanbul. AKP  hingga saat ini masih menunggu penyelesaian penghitungan ulang suara di distrik Maltepe untuk membuat aplikasi pemilu kota Istanbul. Setelah proses penghitungan ulang selesai, AKP akan secara resmi menyajikan berkas lamarannya untuk pembatalan pemilihan di Istanbul. Jika YSK menerima banding AKP pada pemilu Istanbul, tidak akan ada kebutuhan untuk keputusan lain perihal laporan distrik Büyükçekmece.

Mevlüt Uysal, kandidat walikota dari AKP di distrik Büyükçekmece dan mantan walikota Istanbul Metropolitan Municipality, juga membuat pernyataan yang mengatakan: “Dalam delapan bulan terakhir sejak pemilihan presiden 24 Juni, total 11.954 pemilih telah dikeluarkan dari catatan pemilih di Büyükçekmece, dan 3.092 dari mereka tidak memiliki catatan di tempat lain. Artinya serupa dengan status kewarganegaraan mereka hilang begitu saja. Mereka yang memilih AKP telah dihapus dari daftar. Turki belum melihat operasi yang terorganisir dalam sejarahnya. “

Uysal menegaskan kembali permintaan partainya agar pemilu dibatalkan.

Ketika proses penghitungan ulang terus berlanjut di Istanbul, sebesar 97 persen suara dalam kotak suara telah dihitung. Hasil terakhir menunjukkan bahwa kandidat Partai oposisi Republik Rakyat (CHP) Ekrem İmamoğlu memimpin pemilihan dengan 13.996 suara atas kandidat AKP Binali Yıldırım.

İmamoğlu menanggapi tuduhan Uysal dan mengatakan: “Mereka tidak memiliki hak hukum, seperti yang dinyatakan. Saya menggarisbawahi bahwa hal tersebut merupakan sebuah kebohongan. Mereka

[telah]

melakukan proses dengan cara yang menyinggung masyarakat Büyükçekmece. Mereka telah mencoba membuat proses di Büyükçekmece gaduh dan telah membangun peta jalan untuk itu. ”

Walikota Büyükçekmece Walikota Hasan Akgün juga bereaksi terhadap pernyataan Uysal.

“Sebanyak 4.459 catatan pemilih telah diperbarui, dan tercatat sebanyak 1.964 orang pergi ke luar kota. Dari jumlah tersebut, pemilih hak suaranya dihapus karena banding oleh AKP dan CHP sebanyak 745 orang dan 591 orang adalah pemilih yang mengalihkan alamat mereka dari satu lingkungan ke lingkungan yang lain,” kata Akgün.

Sementara itu, Erdogan dan Yildirim bertemu di Ankara pada hari Jumat, 12 April 2019. Yıldırım membuat pernyataan di akun Twitter-nya dan berkata: “Ada orang yang salah mengartikan kebisuan saya pada proses pemilu dalam beberapa hari terakhir. Harus diketahui bahwa sikap saya adalah indikator rasa hormat saya terhadap proses keputusan YSK. Saya mengikuti dengan cermat proses bersama AKP dan badan-badan resmi. Para pemilih mengatakan kata-kata terakhir mereka. Sekarang, saatnya bagi YSK,” menyiratkan bahwa ia mengejar tekadnya untuk menjadi walikota berikutnya dari Kota Metropolitan Istanbul.

Menurut hasil sementara, İmamoğlu, dari Nation Alliance yang terdiri dari CHP dan Parta Iyi (İP), memimpin tipis 22.000 suara di atas lawan Yıldırım, kandidat Aliansi Rakyat yang dibentuk antara AKP dan Partai Gerakan Nasionalis ( MHP). Pada malam pemilihan, Yıldırım menyatakan kemenanganya karena berhasil unggul dalam pemungutan suara dengan selisih yang sangat tipis dengan İmamoğlu.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here