Akdemisi Oxford: Turki Jadi Model Kemajuan Ekonomi Bagi Negara-Negara Muslim

0
14

BERITATURKI.COM, Ankara – Seorang alumni Universitas Oxford mengimbau negara-negara Muslim berkembang untuk mengambil pelajaran dari kemajuan Turki. Ialah Adeel Malik, pengajar di Departemen Pembangunan Internasional, mengatakan bahwa Turki memberikan pelajaran penting terkait konsep kedaulatan politik dalam negeri yang terkait dengan kemerdekaan ekonomi.

Ia mengatakan bahwa Turki kini muncul di tengah kekuatan regional Timur Tengah. Ia juga mengidentifikasi Israel, AS, Rusia, dan Iran sebagai empat kekuatan lain di kawasan itu.

“Peningkatan status internasional Turki ini sebagian terkait dengan cara kekuatan ekonomi bergeser di dalam Turki,” katanya.

“Turki adalah sumber utama gas untuk Eropa. Selain itu, Turki juga menyediakan rute bagi para migran untuk melewati wilayah negaranya. Jadi, apa yang terjadi di Turki sebetulnya memiliki pengaruh bagi seluruh dunia,” kata Malik kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara di sela-sela Simposium Internasional Ibn Khaldun ke-5 di Istanbul.

Mengalahkan kudeta 2016

Sarjana Oxford itu mengatakan bahwa ada indikasi keterlibatan kekuatan luar dalam kudeta yang dikalahkan 2016 di Turki.

“Sebagai seseorang yang berada di Oxford dan melihat transmisi CNN pada waktu itu, saya dapat melihat bahwa pada awalnya orang-orang menyambut kudeta, dan kemudian secara tiba-tiba mereka mengubah nada bicara,”katanya.

Sebanyak hampir 251 orang Turki tewas dan 2.200 lainnya terluka dalam kudeta yang dapat dipukul mundur pada 15 Juli 2016, dimana peristiwa itu dirancang oleh Organisasi Teroris Fetullah.

Memuji model pembangunan Turki, cendekiawan, yang berspesialisasi dalam ekonomi politik itu, mengatakan telah melambungkan banyak orang dari pinggiran hingga arus utama.

“Oleh karena itu, Turki menyediakan template yang sangat menarik bagi negara-negara berkembang Muslim lainnya dengan ukuran dan cakupan ini,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa kedaulatan politik dalam negeri tidak dapat dicapai tanpa kedaulatan ekonomi, seperti yang terjadi di Mesir, Pakistan atau negara lainnya.

Istanbul adalah konstituensi sosial baru

Malik mengatakan bahwa profil sosial-ekonomi dari bagian-bagian yang baru muncul di kota metropolitan Istanbul menunjukkan bahwa orang-orang yang berasal dari keluarga sederhana telah diuntungkan oleh adanya urbanisasi.

“Sebagai ilmuwan sosial saya telah memperhatikan bahwa hal ini adalah semacam peri-urbanisasi Istanbul yang mewakili konstituensi sosial baru, yang mutlak penting bagi ekonomi politik baru Turki,” katanya.

Turki di pertemuan Timur dan Barat

Pakar itu juga turut mengatakan bahwa lokasi geografis Turki antara Timur dan Barat, ditambah dengan budaya demokratisnya, pasar terbuka dan pemeluk Islam di ruang public, telah memberikannya status yang unik.

“Semua ini memberikan landasan yang sangat kuat bagi Turki untuk bertindak sebagai pusat dialog,” tambahnya.

Malik mengatakan bahwa meskipun banyak dialog sedang berlangsung di tempat lain di Washington, London dan New York, tetapi mereka mampu memperkuat wacana berulang kali.

“Tantangan nyata bagi Turki adalah muncul sebagai ruang yang dapat mempromosikan kemandirian intelektual,” tambah Malik.

Ekonom Oxford mengatakan bahwa tantangan bagi kepemimpinan intelektual dan diplomatik di Turki adalah untuk memulai ide-ide baru yang menentang paradigma dominan dan menciptakan ruang baru bagi orang-orang yang tidak berdaya di dunia.

Mengidentifikasi Turki sebagai ruang alami untuk berdialog, Malik mengatakan bahwa Ankara memberikan perspektif yang berbeda bagi para sarjana untuk mengembangkan wacana alternatif yang saat ini diabaikan oleh akademisi barat sebagau arus utama.

“Ada kebutuhan nyata bagi Turki untuk melenturkan ototnya dalam rangka menawarkan ruang bagi orang-orang Timur. Orang-orang yang tidak memiliki forum di Barat, tetapi yang dapat berbicara tentang masalah mereka, menghasilkan wacana baru dan menegaskan kemandirian intelektual yang nyata,” pungkasnya.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here