Akar: “Kami Tidak Akan Kompromi Terhadap Pelanggaran Hak-hak Nasional Kami

0
45
Menhan Turki, Hulusi Akar mengamati jarak jauh Latihan Militer Bersama yang diberi nama "Badai Laut Mediterania" antara Republik Turki dan Siprus Utara (TRNC)

Menteri pertahanan Turki mengatakan Turki mendukung perdamaian, dialog, namun tidak akan membiarkan ketidakadilan di Mediterania Timur

BERITATURKI.COM, Lefsoka- Menteri pertahanan (Menhan Turki) Hulusi Akar dalam beberapa hari terakhir semakin fokus untuk membina pertahanan dan ketahanan Militer Turki terutama di kawasan-kawasan perbatasan Turki dengan Yunani. Ia, mewakili Pemerintah Turki untuk pertahana, pada hari senin mengatakan bahwa “mengorbankan hak-hak kami di Mediterania Timur adalah sebuah langkah yang tidak masuk akal, dan diluar dari konteks fakta di lapangan” ujarnya.

“Kami memiliki hak, perhatian, dan kepentingan di Mediterania Timur. Beberapa negara melakukan tindakan balasan dan mengambil tindakan terhadap aksi mereka. Kami mengikuti mereka dengan sangat sabar,” kata Hulusi Akar setelah seharian mengamati kegiatan latihan militer bersama yang disebut dengan Latihan Badai Mediterania – latihan militer selama lima hari.

Menekankan bahwa Turki akan dengan tegas terus melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi hak-haknya, Akar mengatakan bahwa berkorban dan menyerahkan hak di wilayah itu bukanlah sebuah pilihan bagus bagi Turki.

“Kami mendukung perdamaian, dialog, negosiasi, dan penyelesaian masalah dengan cara politik,” kata Akar, seraya menambahkan mereka tidak akan mengizinkan fait achievement dan ketidakadilan terhadap hak-hak Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC).

Ia menggarisbawahi akan pentingnya melakukan latihan militer, Akar mengucapkan selamat kepada seluruh personel yang berhasil mengikuti latihan tersebut.

Angkatan bersenjata Turki dan TRNC memulai latihan militer gabungan di Siprus Utara sejak 6 September.

Latihan di Republik Turki Siprus Utara, Latihan Badai Mediterania Kapten Martir Cengiz Topel, dinamai menurut nama seorang pilot Angkatan Udara Turki yang menjadi martir selama konflik di pulau itu pada tahun 1964.

Ketegangan di kawasan itu telah memuncak sejak Turki melanjutkan eksplorasi energi di Mediterania Timur bulan lalu, setelah Yunani dan Mesir menandatangani kesepakatan pembatasan maritim yang kontroversial, menolak isyarat niat baik Ankara untuk menghentikan pencarian sebelumnya.

Di tengah ketegangan atas wilayah Mediterania dan eksplorasi energi, Turki telah berulang kali menekankan kesediaannya untuk memulai negosiasi tanpa prasyarat, berbeda dengan penolakan Yunani dalam beberapa pekan terakhir untuk memasuki dialog melalui NATO atau UE.

Pada hari Minggu, perdana menteri Yunani mengatakan dia siap untuk berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan jika ketegangan antara kedua negara mereda.

PM Yunani Kyrios Mitsotakis pada ahad kemarin akhirnya meminta berunding dengan Turki setelah ketegangan yang sempat menegang diantara kedua negara dan mendatangkan campur tangan Eropa dan Amerika di negara bekas Ottoman tersebut

Ankara secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki, melanggar kepentingan Turki, negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania.

Negara itu juga mengatakan sumber energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara Republik Turki Siprus Utara dan pemerintahan Siprus Yunani./www.aa.com.tr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here