Abdullah Eren : Terdapat Catatan Kenaikan Serangan Kebencian Terhadap Warga Turki Yang Hidup di Luar Negeri

BERITATURKI.COM, Istanbul – Telah ada catatan peningkatan dalam jumlah dan keparahan serangan anti-Muslim dan rasialisme di Barat, menurut laporan yang disiapkan oleh Presidensi untuk Turki di luar negeri dan komunitas terkait (YTB) pada Jumat (18/06/2022).

Laporan, yang telah diterbitkan dalam bahasa Turki, Inggris, Jerman dan Prancis sejak 2018, mencatat bahwa sentimen anti-Muslim telah meningkat di Barat, terutama dengan munculnya retorika sayap kanan dan populis.

YTB ​​mencatat total 316 serangan pada tahun 2021, termasuk 132 serangan terhadap orang -orang Turki yang tinggal di Jerman, 43 di Belanda dan 38 di Prancis. Laporan tersebut mencatat bahwa 163 dari serangan ini dimotivasi oleh Islamofobia, 116 oleh rasisme, 33 dilakukan oleh simpatisan teroris PKK/YPG dan empat oleh rasis Armenia.

Sementara jumlah orang Turki yang terluka dalam serangan motivasi rasis adalah 36 pada tahun 2020, jumlah ini meningkat menjadi 45 pada tahun 2021.

Dua puluh dua serangan pembakaran dicatat pada tahun lalu, termasuk enam masjid yang menargetkan, dua terhadap toko-toko milik Turki, 11 kendaraan, empat bangunan, monumen dan kantor perwakilan di negara-negara asing.

Sementara itu, serangan sayap kanan di Jerman telah melihat lonjakan 250% dalam lima tahun terakhir, kata Presiden YTB Abdullah Eren, menambahkan bahwa itu sebagian besar disebabkan oleh munculnya retorika sayap kanan. Dia melanjutkan dengan mencatat bahwa sentimen anti-Muslim, anti-migran dan xenofobik adalah penyakit serius yang sering muncul kembali di Eropa.

Presiden YTB juga mencatat bahwa sangat penting bagi warga negara Turki yang tinggal di luar negeri untuk mengetahui hak -hak mereka dan bahwa kepresidenan akan selalu berdiri di samping mereka.

“Warga negara kami tidak pernah dibiarkan menghadapi serangan rasis dan diskriminatif saja,” kata Eren, menambahkan bahwa YTB memberikan bantuan psikologis dan hukum bagi para korban insiden tersebut dan memberikan pelatihan kepada para pemuda diaspora tentang hak asasi manusia.

Sumber : Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here