8 Tradisi Unik Lebaran di Wilayah Anatolia, Turki

0
36

BERITATURKI.COM, Istanbul- Tradisi penyambutan Hari Raya Idul Fitri tidak hanya berlangsung di Indonesia saja.  Turki juga memiliki tradisi khusus dalam menyambut lebaran. Berikut beberapa tradisi Lebaran di wilayah Anatolia, Turki.  

Kahke / Gaziantep

Kahke; Ini adalah sejenis makanan yang dibuat dengan air, minyak dan tepung. Masyarakat Gaziantep mempersiapkan ini pada hari Arafah. Kue disajikan untuk para tamu yang datang di hari lebaran. Anak-anak juga berkunjung dari pintu ke pintu mengumpulkan uang dan kopi.

Ebebiş- Ankara, Kızılcahamam

Anak-anak di Kızılcahamam, Ankara  berkumpul bersama pada sebelum atau sesudah sholat Ied. Anak-anak akan memilih siapakah yang menjadi bidan diantara mereka.  Ia yang terpilih menjadi bidan akan mengetuk semua pintu rumah di lingkungan tersebut sambil mengatakan “ebebiş ebebiş, yang tidak memberi giginya lapuk”, dan pemilik rumah akan berkata “Ebebiş” sambil memberi uang saku atau permen.

Memecim Giliği / Sivas

Memecim Giliği adalah roti simit tanpa garam dan tanpa wijen dan berukuran 7 cm  khas daerah Sivas. Pada hari Arafah, orang orang di Sivas membuat roti simit ini. Pada pagi hari di hari raya, anak-anak mengambil tongkat di tangannya dan mulai berjalan melewati pintu-pintu rumah. Pintu dibuka maupun tidak, anak anak dengan riang bersajak ““Memecimin havası, madelerin tavası, gökten rahmet, yerden bereket, amin amin bir gilik” (Hawanya Meme sayang, panci barang-barang, rahmat dari surgawi, kelimpahan dari bumi, amin amin ). Pemilik rumah kemudian meletakkan simit ke tongkat yang dibawa anak-anak.

Bayram Çıkarma- Kastamonu-Taşköprü

Desa Kızılcaören di Taşköprü, Kastamonu penuh dengan festival pada lebaran. Banyak orang dari desa tetangga datang ke Taşköprü untuk shalat hari raya. Di akhir sholat, orang-orang membuat lingkaran di taman masjid dan bersalam salaman. Orang-orang yang datang ke Taşköprü diundang untuk sarapan di rumah-rumah penduduk. Mereka sarapan sambil mengobrol. Para wanita di rumah memasak makan siang. Para lelaki membawa makanan siang ke taman masjid untuk disajikan kepada para tamu yang datng dari desa tetangga. Setelah makan siang, para tamu kembali ke desa mereka.

Bayram Konatı –  Bartın

Masyarakat menyebutnya tradisi  ‘Konat’. Tradisi ini yaitu menyajikan makanan dalam bentuk kerucut yang disebut Konat. Tradisi ini dilakukan setelah shalat idul fitri pada waktu makan siang. Perempuan di kota Bartin membuat makanan tersebut. Makanan yang sudah disiapkan di bawa ke aula masjid. Pada umumnya makanan “Konat” berisi makanan tradisional khas Bartin.

Çocuk Sevindirme – Elazığ-Maden

Sebelum hari Arafah, masyarakat menyiapkan makanan sejenis donat dan permen. Pada hari Arafah, di pagi hari keluarga di Elazig pergi berziarah kubur dengan membawa donat dan permen yang sudah disiapkan. Pada waktu berdoa, donat dan permen-permen dibagikan kepada anak anak. Demikian juga, setelah kunjungan makam, anak-anak diberikan permen.

Helesa / Sinop

Tradisi ini bermula dari mitos tentang kemunculan Helesa di daerah Sinop. Pada hari itu terjadi badai, sebuah kapal berlabuh di pelabuhan Sinop. Kapal telah berlabuh di pelabuhan selama berminggu-minggu, dan persediaannya habis. Kapten kapal mulai memikirkan sesuatu untuk menyelamatkan diri dari situasi ini. Para pelaut pergi ke ambang pintu dengan lentera di tangan mereka dan mulai menyanyikan lagu manus. Orang-orang mulai memberikan uang kepada para pelaut. Tradisi ini masih terus hidup di Sinop. Pada bulan Ramadhan dan liburan, orang-orang muda berjalan berkeliling dari pintu ke pintu dengan lentera dan menyanyikan lagu manus. Uang yang terkumpul kemudian disumbangkan ke badan amal.

Dede-Salıncak Kurma, Denizli-Çardak

Tradisi ini dikenal dengan Swing Building yang berasal dari kota Denizli. Pada hari lebaran kedua dan ketiga, setelah shalat subuh anak-anak muda berkumpul bersama. Mereka membuat sebuah ayunan yang diberi nama “Dede”. Setelah ayunan berdiri, anak-anak diberikan jamuan permen dan cokelat. Setiap orang bergantian menaiki ayunan sambil mengatakan sajak-sajak dan nyayian. (twa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here