8 Putra Bangsa Indonesia Ikut Terlibat Dalam Penemuan Ladang Gas Terbesar di Turki

0
556

Mereka merupakan para sarjana Teknik Perminyakan dan juga alumni D3 STM dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Balikpapan.

BERİTATURKİ.COM, Istanbul| Ada kabar gembira dalam informasi ditemukannya Sumber Ladang Minyak dan Gas (Migas) terbesar di lepas pantai Laut Hitam (Karadeniz) yang diumumkan oleh Presiden Erdoğan pada 21 Agustus lalu. Ya, diantara ratusan pekerja dan para ahli tersebut terdapat 8 orang Pemuda İndonesia yang ikut dalam ekspedisi pengeboran pertama Turki tersebut.

Kapal Fatih mulai berlayar pada 29 Mei yang lalu dari Istanbul, momen 29 dipilih dalam rangka mengenang Penaklukan Konstantinopel yang juga merupakan sebuah peperangan yang melibatkan Pemuda Muslim dari seluruh dunia, mulai dari Afrika hingga Asia Selatan. Tidak tau mengapa Erdoğan memilih 29 meu untuk melaksanakan tugas ekspedisi pertama tersebut, namun tentu ada pesan yang ingin disampaikan kepada publik Turki dan juga dunia Islam.

Berita terkait dilepaskannya ekspedisi Fatih untuk menaklukkan laut hitam, dalam rangka Pengeboran Migas Pertama Turki jelang 100 tahun Republik.

Kembali ke delapan pemuda berwarga negara Indonesia yang bekerja di Kapal pengebor minyak Turki, Fatih, Mereka merupakan para sarjana dan juga ada yang alumni D3 dan juga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), namun berkat pengalaman mereka yang panjang di banyak proyek perminyakan di İndonesia mereka turut diperbantuka untuk terlibat dalam penemuan cadangan energi terbesar dalam sejarah Turki, sebagaimana disampaikan oleh Konjen RI di Istanbul Imam As’ari. Tidak sampai 2 bulan kemudian sebesar 320 miliar meter kubik cadangan gas alam ditemukan di sumur Tuna-1 sekitar 100 mil laut di pantai utara Turki di Laut Hitam. Konon, penemuan itu masih tahap pertama, kemungkinan akan ada tahapan berikutnya yang memungkinkan ditemukannya sumber lain selain Gas.

Cadangan gas alam di sumur Tuna-1 yang kemudian diberi nama Ladang Gas Sakarya sesuai nama Provinsi Turki di dekat lokasi penemuan tersebut, diharapkan dapat beroperasi dan siap digunakan untuk kebutuhan publik pada 2023. Tahun tersebut bersamaan dengan hari jadi Republik Turki ke-100.

Penemuan itu pun telah diumumkan langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 21 Agustus sebagai salah satu capaian di tengah upaya Turki mengurangi ketergantungan energi dari negara lain. Pemerintah Turki juga nantinya berharap menjadi salah satu eksportir energi di dunia.

Presiden Erdogan memberikan selamat bagi para pejabat dan pekerja yang telah membantu tercapainya penemuan bersejarah ini. Kapal Pengebor Fatih merupakan kapal pengebor nasional Turki yang juga mempekerjakan tenaga ahli dari berbagai negara sahabat, salah satunya Indonesia.

“Tak banyak yang berpengalaman di bidang wireline drilling, itulah kenapa kami dipekerjakan di sini dan melatih tenaga lokal,” ujar Beni Kusuma Atmaja (30 tahun), alumni Teknik Fisika ITB dalam keterangan resmi KJRI Istanbul kepada Republika, Selasa (25/8).

Dia merupakan seorang insinyur dalam wireline drilling, teknik pengeboran ultra-dalam yang efisien dalam ekstraksi dari massa bebatuan dan penemuan migas. Beni tidak sendiri, putera Indonesia lain dalam misi penemuan sumber cadangan gas Turki di antaranya Randyka Komala (33) Alumni İTB dan Universitas Skotlandia, Bahriansyah Hutabarat (41). Tidak hanya alumni Univ terkemuka, para pekerja di Kapal Fatih ini juga ada alumnus SMK dari Sekolah Menengah Kejuruan Kota Balikpapan, seperti Rifani Hakim (43), Dian Suluh Priambodo (33) alumnus dari Teknik Instrumentasi & Elektronika Migas STT Migas Balikpapan.

Video courtesy YouTube yang dirilis oleh akun resmi KJRI-Istanbul TV (@indonesiainistabul).

Sementara Hardiyan (42) merupakan alumnus dari D3 Politeknik manufaktur ITB Bandung, ada Indra Ari Wibowo (30) yang juga alumnus S1 Teknik İndustri Mercu Buana, dan Ravi Mudiatmoko (42) alumnus dari Politeknik Elektronika İTS Surabaya.

Mereka semua adalah tenaga ahli pengeboran Indonesia yang bekerja di Turkiye Petrolery Offshore Technology Center, anak perusahaan Turkiye Petroleri. Itu adalah perusahaan minyak pertama dan pemain penting dalam perekonomian Turki.

Konsul Jenderal RI Istanbul Imam As’ari mengapresiasi para pemuda WNI yang turut serta. “Kontribusi delapan pemuda Indonesia ini tentunya patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi anak muda Indonesia untuk terus berprestasi dan menuntut ilmu setinggi-tingginya,” ujar As’ari. Sumber: Courtesy KJRI Istanbul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here