4 Tradisi Unik Orang Turki

0
1226

Istanbul. Turki adalah negara yang memiliki kebudayaan yang berbeda dikarenakan letak geografis yang membentang luas. Kebudayaan Turki datang dari budaya Asia Tengah menuju budaya Anatolia dan kemudian disintesis oleh budaya Islam menjadi mosaik kebudayaan penting.

Dari penglihatan luar, banyak tradisi dan budaya Turki yang tampak aneh dan mengejutkan orang asing. Walaupun saat ini tradisi seperti ini lebih banyak ditemukan di kota-kota kecil, namun terkadang masyarakat di kota besar juga melakukannya.

Berikut ini adalah kebudayaan Turki yang mengejutkan bagi wisatawan yang pertama kali datang ke Turki :

  1. Tradisi Lamaran Orang Turki

Meskipun tradisi ini tidak diadaptasi seperti zaman dahulu namun masih tetap diterapkan dalam budaya pernikahan disini. Untuk memastikan bahwa mereka memiliki anak perempuan yang masih perawan, keluarga perempuan meletakkan satu botol di atas cerobong rumah. Pria yang ingin mempersuntingnya harus menghancurkan botol tersebut. Apabila botol berhasil dipecahkan, maka sang pria berhak untuk membawa keluarganya untuk melamar gadis itu. Apabila lamaran menghasilkan hasil positif maka selanjutnya dilaksanakan pertunangan dan pernikahan.

  1. Tradisi Pernikahan Orang Turki

Tradisi Pernikahan di Turki memiliki peraturan khusus yaitu tidak boleh menikah dalam waktu diantara dua Hari Raya.  Pernikahan yang dilakukan diantara Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha dianggap akan membawa keburukan. Sebelum pernikahan calon pengantin pria tidak boleh melihat calon pengantin wanita. Dalam tradisi pengambilan pengantin wanita dari rumah ayahnya, ayahnya akan memotong pita merah yang disematkan di pinggang wanita. Pemotongan pita  merupakan tanda bahwa anak gadisnya sudah menjadi milik orang lain dan keluar dari rumah tersebut. Dalam beberapa tradisi, pengantin wanita ditutup dengan kain hitam agar tidak terlihat oleh orang lain saat pengantin pria mengambil dirinya dari rumahnya.

  1. Tradisi Hari Raya

Momen Hari Raya di Turki merupakan momen yang paling ditunggu sebagai hari persatuan dan solidaritas tinggi diantara masyarakat karena di kedua hari Raya, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha semua orang berkumpul bersama keluarganya.

Bangun lebih awal di hari raya, membeli pakaian baru dan mengunjungi kerabat adalah budaya yang paling menonjol di Turki. Usia yang lebih muda mengunjungi keluarga yang tua dan mencium tangannya.

Selama Hari Raya Idul Fitri permen dan baklava merupakan makanan manis utama yang selalu tersedia di setiap rumah. Begitupula pada Hari Raya Idul Adha orang-orang saling membagikan daging kurban mereka.

  1. Tradisi Kelahiran Anak

Setelah melalui tradisi pernikahan yang cukup melelahkan, sebenarnya ada tradisi yang lebih sulit lagi yang menunggu mereka. Salah satu dari tradisi tersebut yaitu tekanan dari pihak keluarga untuk segera memiliki anak. Pasangan muda yang baru menikah sering mendapat permintaan dari keluarga untuk memiliki anak  dengan kalimat tradisional seperti  ‘’hadi artık bize torun verin, evin neşesi çocuktur, çocuk olmayan ev, yuva olamaz’’ (Ayo, beri kami cucu-cucu, keceriaan rumah terletak pada anak, rumah tanpa anak, tak akan ada ketentraman ).

Kakek atau keluarganya yang paling tua biasanya memberi nama kepada anak anak yang baru lahir. Ketika memberi nama sang kakek seraya mengazani di salah satu telinga dan pada sisi telinga yang lain sang kakek menyebut nama bayi dengan suara keras sebanyak 3 kali. Dengan begini menandakan bahwa bayi tersebut sudah memiliki nama.

Agar bayi tidak mendapat keburukan atau jauh dari energi jahat, orangtua menyematkan nazar boncuk (sejenis manik bermata satu) pada kerah baju sang bayi untuk melindunginya namun beberapa masyarakat yang tidak mempercayainya menggantinya dengan cevsen (ayat AL Quran yang ditulis dalam kertas) dan juga meletakkannya pada pakaian bayi. Bayi yang belum berusia 40 hari juga tidak boleh dibawa keluar atau diperlihatkan kepada siapapun kecuali anggota keluarga.  (TWA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here