329 Karya Arsitektur Bersejarah Turki Telah Diubah Menjadi Gereja di 18 Negara.

0
307

Master Arsitek Mehmet Yilmaz, yang mengeksplorasi karya arsitektur Turki di tanah yang pernah di kuasai oleh Kesultanan Ottoman, sebanyak 329 karya arsitektur Turki yang tediri dari masjid, mushalla, pondok dan makam telah sejak dikonversi menjadi gereja di lebih dari 18 negara modern.

BERITATURKI.COM, Ankara| Arsitek terkenal Turki Mehmet Emin Yilmaz, yang telah melacak karya-karya Turki selama 10 tahun di tanah yang pernah dikuasai oleh Kesultanan Ottoman itu, Ia telah mengidentifikasi masjid-masjid yang dikonversi menjadi gereja, tekkes (marasah) dan menara-menara yang telah diubah menjadi menara lonceng gereja ataupun tempat hiburan dan lainnya. Yilmaz, yang meneliti langsung ke negara-negara di mana karya-karya itu berada, memeriksa rincian tentang struktur arsitektur yang diubah menjadi gereja kepada reporter AA yang disiarkan juga ke Beritaturki.com. selanjutnya laporan BT sebagai berikut:

“Ada 329 Bangunan Arsitektur yang diubah”

Yılmaz memulai pekerjaannya itu dari negara Balkan, dia mengatakan bahwa ia memperluas area penelitiannya berdasarkan data yang ia temukan, “Pertama, saya berkonsentrasi pada Hongaria, Bulgaria dan Yunani, karena gereja-gereja yang paling banyak terletak di 3 negara ini. Siprus, Kroasia, Krimea, Kosovo, Makedonia, Moldova, Rumania, Armenia, Serbia dan ditambah dengan Turki sendiri totalnya ada di 18 negara dimana banyak sekali masjid Tekke (tempat para darwis/sufi bermunajat) serta medrese (tempat pengajian) adalah beberapa karya peninggalan Turki Turki Utsmani yang pernah beekuasa di 18 negara itu total setelah diidentifikasi total 329 masjid dan peninggalan tersebut telah yang dikonversi menjadi gereja dengan tambahan secara arsitektur pada berbagai sudutnya.

Foto Masjid Penakluk Yaman Gazi Sinan Pasha, yang diubah menjadi sebuah gereja di Uzuncaova, Bulgaria (AA)

Yilmaz, yang memberikan informasi tentang karya-karya yang dikonversi menjadi gereja-gereja berdasarkan negara, ia menyebutkan sebagai berikut:

Di Bulgaria dengan total 117 masjid, 7 tekke, dan 1 madrasah, 3 menara lonceng menara jam telah diubah sebagai gereja dan tempat ibadah Kristen, di Kroasia dengan total 8 masjid dan 1 menara gereja telah diubah menjadi gereja.

Foto ini memperlihatkan Masjid Ibrahim Pasha, yang diubah menjadi sebuah gereja di Yakova, Kroasia/AA

Sementara itu di Krimea 6 masjid dan 1 kompleks makam telah diubah menjadi gereja. Di Kosovo 1 masjid besar juga telah diubah menjadi gereja, menara 1 menara jam telah diubah menjadi lonceng gereja, dan di Ukraina 2 masjid dan 1 menara jam juga telah diubah menjadi gereja dan sebuah lonceng gereja.

Foto ini merujuk kepada sebuah makam petinggi Ottoman di bekas wilayah provinsi Ottoman sekarang di negara Makedonia (Bekas Negara Alexander Agung ini) terdapat kompleks malam Hıdır Baba, yang terletak di distrik Brod dan berubah juga telah sejak lama diubah menjadi komplek gereja.

Sementara itu di negara Makedonia total 3 masjid, 2 makam, 2 menara jam di telah lama diubah menjadi gereja dan kuil pemujaan, di Serbia & Montenegro 15 masjid dan 2 kompleks makam juga telah dikonversi menjadi gereja. Juga di Georgia dan Azerbaijan masing-masing 1di dua negara tersebut 2 mesjid yang dibina Ottoman sejak masa penjajahan Rusia masa Soviet dulu juga telah diubah menjadi gereja.

Foto dari bangunan bekas Ottoman di distrik Çaçak-Serbia yang memperlihatkan Masjid Tur Ali Bey, dan berubah menjadi gereja baru (AA).

Di Bosnia & Herzegovina, selama masa pendudukan Austria 3 buah masjid langsung di ubah di negara bekas genosida pad 1995 lalu itu. Sementara itu di Negara Aljazair, juga 3 masjid di ubah jadi gereja oleh Prancis selama masa pendudukan mereka di negara Afrika Utara tersebut.

Foto tersebut menunjukkan Masjid Ali Pasha di Sigetvar, Hongaria, dan telah berubah menjadi gereja (Foto oleh AA).

Di Armenia, negara bekas Ottoman yang memisahkan diri ini juga terdapat 2 Masjid dikonversi menjadi gereja, sedangkan banyak sekali gereja Armenia yang masih dirawat oleh Turki sebagai musium/gereja di wilayah Provinsi Timur Tenggara Turki. Di Siprus Selatan, 1 Pemandian dan Tempat Wudhu besar (Çeşme) milik Ottoman di negara kepulauan itu telah diubah menjadi tempat hiburan, sementara di Moldova negara Balkan ini 4 Masjid disulap jadi gereja, sedangkan di Rumania sendiri ada 5 masjid telah dikonversi menjadi gereja.

Foto memperlihatkan Masjid Gazi Kasim Pasha di distrik Peçuy, Hongaria telah diubah menjadi gereja. (AA – photo)

Sementara itu di Hongaria, 23 masjid, 5 makam, 1 pemandian, dan 1 sekolah telah diubah menjadi gereja, orang-orang Hongaria tidak melakukan upaya konversi tersebut justru semua karya yang dikonversi di sana dilakukan oleh penjajah Austria selama masa pendudukan mereka disana. Demikian penjelasan yılmaz.

Sebanyak 101 Karya Peninggalan Ottoman Dikonversi Menjadi Gereja di Yunani.

Yilmaz, yang menyampaikan total dari 329 peninggalan Turki yang telah dikonversi ke gereja tersbut, 101 dari 329 bangunan peninggalan tersebut disumbang oleh Yunani.

Foto dari AA ini menunjukkan Masjid Yildirim Bayezid, yang terletak di distrik Drama, Yunani juga telah berubah fungsi menjadi gereja (AA).

Menurut laporan yang disampaikan oleh Yilmaz, bahwa sebagian besar karya peninggalan tersebut “masih aktif digunakan” sampai sekarang dan bisa dilihat dan ditemukan di Yunani jika anda berwisata kesana, Ujar Yilmaz, Yilmaz juga dari 101 bangunan bersejarah milik Turki itu, 74 bangunan merupakan masjid, 19 bangunan merupakan bekas tempat makam, 1 rumah panti jompo, dan 2 mushalla plus 5 buah menara jam shalat punya masjid besar di sana (Yunani sebelum jadi negara sekarang) hari ini telah diubah menjadi gereja di negara ini, jelas Yilmaz

Sebauh Masjid Jamik Peninggalan Ottoman di Athena pusat ibukota Yunani telah lama dialihfungsikan sebagai sebuah Gereja.

“7 menara dinamitisasi semalam di Sofia”

Master Arsitek Mehmet Emin Yılmaz menyatakan bahwa karya-karya Turki diubah karena alasan politis dan spasial, “Bangunan-bangunan besar Turki yang monumental dan terutama menara di pusat-pusat kota dipandang sebagai target pertama yang dihancurkan karena melambangkan Islam karena dominasi Turki Utsmani. 7 menara dihancurkan semalam dengan dinamit di Sofya. “Sebagaimana penjelasan dalam penelitian setebal 500 halaman milik Yilmaz itu.

Yılmaz menyatakan bahwa kebutuhan akan ruang, yang merupakan alasan kedua, adalah untuk mengubah masjid yang ada untuk kebutuhan gereja dari orang-orang Orthodox yang digantikan, terutama ketika orang-orang Turki dari desa-desa dipertukarkan ke kota pada awal-awal Republik berdiri.

“Tidak hanya masjid, tetapi pondok-pondok, menara dan pemandian telah diubah menjadi gereja”

Yılmaz selain telah menjelaskan masjid juga menerangkan berbagai karya arsitek Islam selain masjid dan telah sejak lama dikonversi menjadi gereja, Yılmaz berbagi informasi berikut:

Yılmaz mengatakan bahwa “Masjid adalah artefak yang paling awal dikonversi. Saya telah mengidentifikasi 272 masjid dan mushalla. Selain masjid Ada 36 komplek makam dan tekke yang telah diubah dan otak-atik bentuk arsitekturnya.

Selain masjid diantara karya agung lainnya yang telah diubah adalah misalnya Mimbar, yang terletak di aula doa di Yunani, kini telah digunakan sebagai tempat doa Ortodoks. Di Serbia, sebuah gereja dibangun di dalam karavan (tempat peristirahatan perjalanan jauh biasanya disebut dengan mola yeri) dengan empat dinding, yang berarti tidak hanya masjid, tetapi juga pondok, makam, menara, menara, pemandian, air mancur dan imaret. Semua karya agung ini telah berubah menjadi gereja. “

Arsitek peneliti karya-karya arsitektur Turki (Mimar Usta) Muhammad Amin yılmaz

Arsitek Mehmet Emin Yilmaz menyatakan bahwa pondok-pondok darwis diubah menjadi gereja-gereja dan berkata, “Di Dobruca, tempat orang-orang Turki hidup secara luas, sekarang ada gereja Darwis Kekoi Baba. Masalah yang menarik adalah pondok-pondok darwis Bektashi, yang merupakan tempat-tempat umum bagi umat Muslim dan Kristen. Ketika dia bukan seorang Muslim, dia diubah menjadi gereja yang sunyi. ” ia menjelaskan.

“Kita bisa mendeteksinya karena dinding utama menghadap kiblat”

Yilmaz Usta menyebutkan bahwa ia telah memeriksa hampir semua struktur yang bertahan hingga hari ini, ia menerangkan bahwa:

“Di hampir semua karya yang berubah menjadi gereja, saya menemukan bahwa elemen seperti kubah, lengkungan, dan penghapusan milik arsitektur Turki sengaja dihancurkan, dan fitur arsitekturalnya diubah dengan cara yang tidak dapat dikenali. Adalah mungkin untuk mengidentifikasi gereja-gereja dengan cara ini. Saya menentukan Masjid Mustafa Pasha di Budapest dengan cara ini.” Ujarnya memastikan

“Tidak ada negara lain yang memperlakukan struktur arsitektur warisan budaya seperti Turki.”

Yılmaz mengatakan bahwa orang Turki tidak mengganggu fitur arsitektur dari peninggalan sejarah, tisak ada perubahan berarti. Yilmaz melanjutkan penjelasannya berikut:

“Sejauh pengamatan saya tidak ada negara lain yang memperlakukan struktur arsitektur sebanyak yang kita lakukan. Kami tidak memiliki kompleksitas dengan peradaban Turki sebelumnya, jadi kami tidak mengganggu fitur arsitektur di bangunan yang kami ubah menjadi masjid. Contoh terbaik dari ini adalah Masjid Hagia Sophia. Kami telah melestarikannya seperti mata kami melihatnya pertama sekali sejak tahun 1453, tanpa mengganggu fitur-fitur gereja. Kami hanya menambahkan mihrab, mimbar, dan menara. Ketika Anda melihat karya dari luar, Anda dapat dengan mudah memahami bahwa itu adalah sebuah gereja. Dari dalam, hanya beberapa deskripsi tentang manusia pada tingkat mata yang diplester dan ditutup namun mosaik-mosaik masih tetap bertahan. Sebaliknya, jika melihat Barat dan Eropa, fitur arsitektur masjid yang telah mereka ubah menjadi gereja telah sepenuhnya berubah dan tidak bisa kita kenali lagi.”  Pungkas Yilmaz mengakhiri.

Master Arsitek Mehmet Emin Yılmaz adalah seorang pakar arsitektur yang telah mengumpulkan karyanya sendiri dalam buku serebal 575 halaman. 

Ia telah meneliti karya arsitektur Turki selama hampir 20 tahun, dan ia juga telah terlibat dalam banyak proyek restorasi di dalam dan luar negeri. Yilmaz, juga yang mendirikan “Pusat Penelitian Arsitektur Turki” untuk mengubah karyanya tentang karya arsitektur Turki menjadi struktur kelembagaan, bukunya “Karya Turki yang diubah menjadi Gereja” telah disusun ke tahap publikasi sebagai hasil dari penelitiannya antara 2010 hingga 2020. Source: AA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here