17 Agustus Diperingati Sebagai Hari Bencana Besar Di Turki

0
107
Merkez üssü Kocaeli'nin Gölcük ilçesi olan ve "asrın felaketi" olarak tanımlanan Marmara Depremi'nin üzerinden 21 yıl geçti. 17 Ağustos 1999'da saat 03.02'de 7,4 büyüklüğünde meydana gelen ve 45 saniye süren Marmara Depremi, Kocaeli, Sakarya, İstanbul, Düzce ve Yalova'da yıkıma yol açtı. Marmara depremi, Yalova'da can ve mal kaybına sebep oldu. (Arşiv) ( AA Arşivi - Anadolu Ajansı )
17 ribu lebih korban jiwa, dan 45.000 rumah dan bangunan hancur lebur digoyang oleh gempa sebesar 7.4 Skala Richter menjadikan Turki belajar banyak dalam pembangunan yang ramah gempa.

BERITATURKI.COM, Istanbul| berbeda dengan Indonesia, dimana pada tanggal 17 Agustus kita memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia akan tetapi di Turki sejak 17 Agustus 1999 dikenal sebagai hari berduka di mana gempa terbesar yang pernah terjadi di Turki sebesar 7.4 pada Skala Richter dan lebih dari 17 ribu jiwa meninggal dunia.

Pada peringatan 21 tahun gempa besar Gölcük Presiden Erdoğan menekankan bahwa “Gempa tidak membunuh, namun tidak waspada dan tidak mengambil tindakan pencegahan merupakan pembunuhan itu sendiri”, kata presiden Turki itu Senin tadi, menandai gempa tahun 1999 atau 21 tahun yang lalu di wilayah Laut Marmara Turki. 

Peringatan 21 tahun gempa besar, warga Istanbul Berdoa bersama.

Di twitter presiden mengungkapkan ucapan belasungkawa kepada para korban “Saya berharap rahmat Allah atas mereka yang kehilangan nyawa dalam Gempa Marmara pada tahun 1999, dan saya turut berduka cita dengan orang yang mereka cintai. Gempa bumi tidak membunuh, tetapi tidak mengambil tindakan pencegahan, jadi kami akan terus mengambil setiap tindakan pencegahan yang diperlukan, ” sebagai dikutip beritaturki.com dari akun resmi Twitter Erdogan.

Icapan belasungkawa Presiden Erdogan memperingati 21 tahun gempa besar di Turki.

“Salah satu masalah terpenting yang akan kami lihat dalam beberapa hari mendatang adalah menghilangkan risiko gempa bumi,” kata Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu pada upacara peringatan yang diselenggarakan oleh Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD).

“Turki memiliki jaringan titik pengamatan gempa terbesar kedua, dengan lebih dari 1.100 stasiun. Kami telah menjangkau 13 juta orang dengan proyek Turki Siap Gempa,” tambah Soylu.

Berbicara pada upacara tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Urbanisasi Murat Kurum juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban gempa.

“Saya meminta semua warga kita. Tolong periksakan rumah Anda untuk gempa. Jangan sampai kita mengulangi kembali rasa sakit ini,” kata sang menteri.

Dokumen gempa bumi terbesar di Turki pada 1999/AA

“Kami dengan gigih melanjutkan kerja sama transformasi perkotaan, yang diresmikan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, agar tidak mengulangi kembali rasa sakit yang telah terjadi di masa silam,” kata Kurum di Twitter.

Gempa besar dengan kekuatan 7,4 terjadi pada pukul 3.02 pagi [0002GMT] dan berlanjut selama 45 detik, mengguncang provinsi Istanbul, Kocaeli, Sakarya, dan Yalova.

Sebanyak 17.480 orang tewas dalam gempa kuat itu dan sekitar 45.000 lainnya luka-luka, menurut laporan komisi investigasi parlemen 2010. Hampir 16 juta orang terkena dampak gempa dan sekitar 200.000 orang kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 66.441 rumah dan 10.901 tempat kerja roboh, sedangkan 285.111 rumah dan 42.902 tempat kerja rusak. Source: Anadolu Ajansı

Peta informasi gempa terbesar di Turki pada tahun 1999 yang lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here