14 Tradisi Lebaran Ala Turki Ottoman

0
134

BERITATURKI.COM, ISTANBUL- Hari Raya Idul Fitri atau yang sering disebut dengan lebaran memiliki makna khusus di hati umat muslim. Seluruh umat muslim di dunia pun memiliki cara dan budaya tersendiri untuk merayakannya. Lalu bagaimana dengan tradisi lebaran bangsa Ottoman yang merupakan bangsa khalifah terakhir?

Sejak masa Ottoman, Hari Raya selalu disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi. Pada masa itu, seluruh masyarakat saling bekerjasama menyambut dan menyiapkan tradisi sukacita ini. Namun sayangnya tradisi ini sebagian sudah mulai punah seiring dengan perkembangan zaman.

Lebaran Dimulai Dari Lima Belas Hari Sebelumnya

Pesta Ramadhan di masa Ottoman disebut dengan “Iyd-i Said-i Fıtr”. Persiapan dalam menyambut hari kemenangan dimulai sekitar lima belas hari sebelum pesta Ramadhan tiba.

Menjahit Pakaian

Di masa Ottoman tidak ada pakaian siap pakai. Masyarakat menjahit sendiri pakaian mereka atau menjahitkannya kepada tukang jahit disekitar mereka. Untuk menyambut pesta Ramadhan, masyarakat menjahit pakaian terbaiknya.

Menyenangkan Anak-Anak

Banyak masyarakat yang terkendala secara ekonomi sehingga ia tidak bisa menyenangkan anak-anaknya. Mereka yang memiliki kemampuan keuangan lebih juga turut mengadakan pesta untuk anak-anak yang lain dan juga menjahitkan pakaian untuk anak-anak tersebut.

Tembakan Meriam

Sejak hari Arafah atau sehari sebelum hari raya, tembakan senjata meriam dilakukan sampai hari terakhir Ramadhan dan Idul Fitri. Meriam biasanya ditembakkan dari galangan kapal.

Pemberian Hadiah Kepada Pekerja

Perayaan Idul Fitri di istana akan dimulai dengan shalat subuh bersama.  Setelah shalat subuh, perayaan akan dimulai. Kemudian shalat hari raya dilaksanakan. Setelah shalat hari raya dilaksanakan, akan dilakukan pembagian hadiah kepada para staf istana,

Pendirian Pameran

Pada hari libur, sebuah pameran didirikan di Alun-alun Sultanahmet. Di pameran ini, orang-orang mendapat kesempatan untuk melihat Sultan, bahkan dari kejauhan. Di pasar; bisa ditemukan berbagai penjual mainan, minuman manis dan makanan-makanan. Agar semua orang bisa mencicipi makanan di pameran ini, mereka yang memiliki uang lebih akan menjamu dari kantongnya sendiri.

Burung-Burung Berdamai

Tentu saja, pada hari raya ini, burung-burung berdamai berkumpul bersama dan bersiul.

Budaya Sarapan  Yang Penuh Sesak

Setelah sholat Ied dilakukan, masyarakat akan berkumpul dan bersarapan bersama.

Permen dan Kopi

Tentunya momen ini dimanfaatkan untuk kunjungan keluarga. Tuan rumah akan menjamu para tamu dengan permen dan kemudian menyuguhkan kopi hitam.

Masa Yang Berharga

Mengunjungi sanak keluarga adalah momen yang berharga bagi keluarga ottoman. Dimasa ini kedekatan anatara keluarga akan semakin tumbuh,

Ucapan Selamat

Pada hari kedua lebaran, Sultan biasanya pergi ke Istana Gulhane. Sultan dan negarawan berkumpul di sini dan menerima ucapan selamat dari para tamu dan masyarakat.

Permainan Lembing

Pada hari terakhir Ramadhan, para Sultan menyaksikan permainan lembing di istana lama.

Malam Kesenangan

Di malam-malam berikutnya perayaan dan pameran masih terus berlangsung dengan meriah, pameran tetap buka sampai larut malam.

Pengaruh budaya asing

Pada pertengahan tahun 1800-an, kebiasaan Eropa mulai ditambahkan ke tradisi Ottoman. Seperti pakaian khas Eropa dll.

Ternyata tradisi lebaran ala Ottoman sangat unik dan menarik ya. Bagaimana dengan tradisi lebaran di kotamu? (kra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here